•part four

801 70 8
                                        


Author POV

Pria itu mengangguk tahu menyetujui ucapnya.

               **********************

Mereka jalan bersampingan dengannya menuju ke rumah Wonwoo. Namun suasana canggung menyelimutinya  sampai tiba di rumah Wonwoo.

              *********************

Kalau diperhatikan sepertinya pria itu memakai baju yang sama berhari-hari dengan celana jeans panjangnya terlihat lusuh.

Wonwoo menyuruhnya untuk duduk di ruang tamu sementara ia pergi ke kamarnya untuk mengambil pakaian dan celana ganti yang kira-kira muat di tubuh pria itu yang terlihat lebih besar darinya.

Ada satu pakaian berwarna Biru yang sedikit besar dan celana pendek selutut dengan warna hitam. Wonwoo kembali ke ruang tamu dan menghampirinya yang sedang memandang lurus ke depan dengan pandangan kosong.

"Hei.. pakailah bajuku untuk sementara," ucap Wonwoo sambil mengasih sepasang pakaian padanya.

"Terimakasih," pria itu menoleh kearah Wonwoo dan menerimanya dengan ragu-ragu.

                          **********

Pria keluar dari kamar mandi setelah berganti pakaian dan menghampiri Wonwoo yang sedang bermain handphone di ruang tamu. Menyadari derap langkah kaki, Wonwoo mengalihkan atensinya dari game yang sedang ia mainkan.

Kalau diperhatikan baik-baik wajah pria itu yang terlihat familiar di matanya. Ia seperti pernah melihatnya di suatu tempat.

Pria itu lebih tinggi darinya dan mempunyai kulit tan. Wajahnya sangat tampan dengan rahang yang tegas walaupun pipinya ditutupi oleh beberapa perekat luka.

Wonwoo menepis pikirannya yang mengatakan sosok pria di depannya terlihat tampan.

Ia mengalihkan atensinya pada kaki pria itu. Banyak luka kebiruan di tulang keringnya dan sobekan di betisnya. Seperti bekas cambukan.

Luka-luka di kakinya terlihat karena ia hanya memakai celana pendek sekarang.

"Apa yang telah terjadi padanya?" Wonwoo bergumam kecil.

"Apa kau ingin mengobati lukamu? itu terlihat mengerikan," ucap Wonwoo meringis ngeri melihat luka lebam di kakinya. Pria itu hanya berdiri di hadapannya sambil menggaruk tengkuknya canggung.

"Emm.. tak usah," ucapnya sambil menatap kearah Wonwoo.

"Tunggulah disini sebentar,m-mungkin aku bisa mengobatimu," ucap Wonwoo lalu berdiri dan segera mengambil kotak obat di rak.

Wonwoo mengobati lukanya di betis dan tulang keringnya dengan berhati-hati lalu memakaikannya perekat luka untuk membalut kakinya.

Tiba-tiba saja handphone di samping Wonwoo berdering dan ada notifikasi dari teman-temannya. Ternyata mereka akan pergi ke pub untuk merayakan anniversary Soonyoung dengan Jihoon. Setelah lama pendekatan akhirnya pasangan itu jadian juga.

"Kamarku ada di lantai atas dengan pintu berwarna putih. Tidurlah disana," ucap Wonwoo sambil bergegas mengambil kunci motor dan pergi meninggalkannya tapi pergerakannya terhenti saat pria itu memanggilnya.

"Hei..bagaimana dengan kau?"

"Tidak masalah. Aku ada urusan di luar dan akan memakan waktu yang lama mungkin," ucap Wonwoo sambil melihat kearah pria itu.

"Ehm.. baiklah kalau seperti itu," ucapnya dan Wonwoo pun segera pergi meninggalkannya.

Hawa dingin menusuk kulit Wonwoo. Walaupun tubuhnya sudah dibalut oleh jaket tebal. Ia segera mengendarai motor besarnya dengan kecepatan tinggi di lengangnya malam.

Our Secrets; meanie [discontinued]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang