Author POV
Satu hari telah berlalu namun mereka belum juga bermaafan. Jika bertemu, keduanya akan saling membuang muka kelain arah. Terasa sangat canggung dan tak nyaman.
Wonwoo terlalu gengsi dan Mingyu terlalu sakit hati untuk memaafkan.
**********************
Malamnya Wonwoo masih belum keluar juga dari kamar. Sudah berjam-jam ia mengurung diri disana. Mingyu merasa sangat menyesal, seharusnya ia tidak membuat masalah seperti ini dan malah membuat kekacauan yang membuatnya dan Wonwoo saling mengabaikan.
Mingyu sudah menyiapkan makan malam berupa sup Seolleongtang yang diisi dengan suwiran daging sapi dan juga lobak dan dihidangkan dengan Kimchi. Ia menaruh kimchi dan sup daging sapi itu di nampan. Untuk Wonwoo.
Mingyu mengetuk pintu kamar Wonwoo dengan ragu-ragu.
"Wonwoo hyung.. ", ucap Mingyu yang lebih seperti berbisik.
Ia mengetuk pintunya lagi.
"Em..aku sudah buatkan makan malam untukmu, keluarlah," ucap Mingyu. Sebenarnya ia sangat tak mau bertetap muka dengan Wonwoo untuk saat ini tapi ia tak ingin Wonwoo kelaparan di dalam sana.
Sudah lumayan lama Mingyu berdiri di depan kamar Wonwoo namun belum ada tanda-tanda si empunya akan keluar.
"Baiklah. Aku taruh di depan pintu ya", ucap Mingyu sambil menghela nafas berat.
Setelah menaruh makan malam untuk Wonwoo, Mingyu segela merebahkan dirinya disofa panjang ruang tamu, melamunkan banyak hal.
************************
"Hiks.. aku memang tak pantas bersanding denganmu Jun..", ucap Wonwoo merana sambil terisak kecil.
Ia semakin menelungkupkan kepala di bantal. Matanya sudah membengkak karena terlalu banyak mengeluarkan air mata yang tak bisa di hentikan.
Ditengah dirinya yang sedang menangis, Wonwo bisa mendengar derap langkah kaki yang menuju kamarnya.
Setelahnya ia mendengar ketukan pelan di pintu kamarnya.
"Keluarlah", ucap Mingyu diluar sana. Wonwoo tak melakukannya. Ia tetap terisak dan semakin menyembunyikan kepalanya di dalam selimut tebal yang dipakainya. Membiarkan suara Mingyu menginterupsi kesunyian di kamarnya.
Ia tak ingin terlihat lemah dihadapan Mingyu untuk ke sekian kalinya. Ia malu.
Setelah Wonwoo tak mendengar suara Mingyu lagi, dengan hati-hati ia membuka pintu kamar dan mendapati makan malam yang terlihat lezat di bawah kakinya.
Apakah aku harus memakannya? err.. tapi, bukankah itu sangat tak tahu diri?
Tapi tanpa pikir panjang ia segera membawa nampan berisi sup dan kimchi itu ke kamarnya. Wonwoo tak bisa menyangkal lagi kalau ia memang sangat, sangat, sangat lapar bahkan ia menahan perutnya yang sakit untuk menunggu Mingyu tidur jadi dengan leluasa ia bisa keluar dari kamar tanpa Mingyu ketahui. Tapi.. malah dibawakan kepadanya seperti ini.
"Eh", Wonwoo menutup mulutnya yang penuh dengan sup dengan kaget.
M-mengapa sangat enak.
Dengan cepat ia melahap suapannya sampai suapan terakhir. Rasanya supnya sangat gurih dan daging sapinya terasa lembut saat dikunyah. Sup dan kimchi habis di depannya tanpa tersisa sedikitpun.
Wonwoo menepuk perutnya yang dibalut sweater kuning. Ia merasa sangat kenyang sekarang.
Ia menaruh bekas makanannya di depan pintu kamar, berusaha tidak mengeluarkan suara sedikit pun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Secrets; meanie [discontinued]
Fanfiction"Biarkan aku melindungimu"- kmg T+ -bxb, yaoi content> -rada angst -fluff
![Our Secrets; meanie [discontinued]](https://img.wattpad.com/cover/213065257-64-k235457.jpg)