•part eighteen

451 49 29
                                        

Author POV

Mereka masih dalam posisi saling berpelukan di kasur. Wonwoo hanya terdiam tidak menjawab perkataan Mingyu yang membuatnya semakin berdetak tak karuan, entah mengapa namun hatinya bergetar dan itu terasa asing.

"Ehm, kau tak perlu menjawabnya sekarang hyung,"ucap Mingyu salah tingkah karena ucapannya diabaikan oleh yang lebih tua.

"Mingyu," Wonwoo mendongak menatap Mingyu yang lebih tinggi darinya.

"Y-ya?" ucap Mingyu menunduk menatap Wonwoo yang lebih kecil darinya.

"M-mungkin..uhm aku m-mau mencobanya," ucap Wonwoo yang lalu menyembunyikan wajahnya dengan kedua lengan bajunya yang kebesaran karena ia bisa merasakan wajahnya memanas karena malu.

"Apa kau bilang hyung?" ucap Mingyu sambil berusaha menyembunyikan senyum senangnya.

"Ya..aku mau" cicit Wonwoo.

"Apa? aku tak bisa mendengarmu," ucap Mingyu sengaja menggoda Wonwoo yang semakin menelungkupkan kepalanya di dada Mingyu.

"Sudahlah," ucap Wonwoo mendengus kesal dengan wajah datarnya yang bersemu merah.

Mingyu terkekeh menatap Wonwoo yang terlihat semakin menggemaskan di dalam pelukannya.

Ia tak sengaja menatap bahu mulus Wonwoo yang tersingkap karena sweater biru laut yang cukup kebesaran di tubuh kecilnya.

Mingyu sedikit tertegun saat melihat tatto kecil yang terpampang jelas di bahu belakang Wonwoo. Seperti tulisan sambung dan dihiasi beberapa bunga di sekitarnya.

"Hyung, kau mempunyai tatto," ucap Mingyu pelan sambil terus menatap bahu wonwoo yang dihiasi tatto. Terlihat sangat cantik di matanya.

Dengan cepat Wonwoo merenggangkan pelukannya di pinggang Mingyu dan menarik sweaternya yang kedodoran.

"Kau melihatnya?" ucap Wonwoo menoleh ke Mingyu yang berbaring sepertinya juga dengan raut wajah kaget.

"Ya," ucap Mingyu sambil tersenyum simpul.

Melihat perubahan raut wajah Wonwoo yang cemas, dengan cepat Mingyu mengeluarkan suaranya lagi.

"Itu sangat cantik hyung," ucap Mingyu menunjukkan senyum lebar kepada Wonwoo.

"Kau menyukainya?," ucap Wonwoo menatap Mingyu dengan lengkungan di bibirnya yang membuatnya semakin manis dengan wajah bersemu merah.

"Tattomu sangat unik hyung. Uhm bolehkah aku menyentuhnya?" ucap Mingyu melihat Wonwoo dengan ragu-ragu.

Wonwoo terkekeh ringan yang membuat hidungnya mengkerut lucu karena mendengar ucapan Mingyu.

"Bolehkok," ucap Wonwoo tersenyum tipis. Lalu ia segera mendekatkan dirinya ke Mingyu.

Setelahnya,Wonwoo bisa merasakan jantungnya berdegup sangat kencang dan wajahnya memanas saat jari-jari Mingyu mengelus lembut tatto kecil di bahu belakangannya.

Begitu juga dengan Mingyu yang berusaha menetralkan debaran di jantungnya yang semakin berdetak tak karuan.

"Mingyu, apakah kau tahu apa nama tulisan itu?" ucap Wonwoo. Tanpa sadar kedua tangannya yang sudah ia lingkarkan di pinggang Mingyu.

"Memangnya apa hyung?" ucap Mingyu yang masih sibuk dengan jarinya yang menari mengikuti tulisan yang terhias di bahu Wonwoo.

"Itu nama bunga yang sangat ibuku sukai. Mungkin memang tidak terlihat jelas. Aku hanya tak mau orang lain melihatnya," ucap Wonwoo.

"Tapi apakah ada yang pernah tak sengaja melihatnya?" ucap Mingyu dengan penasaran.

"Belum ada yang pernah melihatnya," ucap Wonwoo.

Our Secrets; meanie [discontinued]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang