Author POV
Flashback.
Wonwoo kecil menutup telinganya erat dengan kedua tangannya yang berkeringat dingin. Mereka semua semakin memojokkan Wonwoo dan mengolok-olok dirinya.
'Anak pembunuh tidak boleh bersekolah disini
'Mati saja, kau merugikan semua orang!
'Aku tidak ingin berteman dengan anak pembunuh
'Monster sepertimu tak boleh berkeliaran!
'Masuklah kepenjara seperti ayahmu!
'Ayo ngaku, kau pasti membawa pisau diam-diam, hiii sangat mengerikan
'Jangan pura-pura ketakutan monster!
Wonwoo sakit dengan perkataan mereka yang menyelekit sampai ke ulu hatinya. Sebelumnya mereka semua teman dekat Wonwoo yang selalu mengajaknya bermain bersama saat ia menyendiri di pojok kelas. Pas tahu ayahnya pembunuh mereka semua mulai menjahili Wonwoo dengan berbagai cara seperti makian atau pun memukuli tubuhnya yang membuatnya semakin cemas setiap hari sekolah tiba.
'Teman-teman ayo kita periksa tas nya, dia membawa pisau!
Wonwoo kecil bergerak ketakutan dengan wajah gelisah saat mereka mendorongnya keras ke tanah lalu dengan kasar menarik tas yang berada di punggungnya dan mengacak-acak isinya. Wonwoo semakin cemas saat salah satu dari mereka menghancurkan gelak yang susah payah dibuat ibunya.
'J-jangan. Kumohon... he-hentikan.
Perlahan cairan bening keluar dari matanya lalu mengalir deras di wajahnya yang pucat.
Wonwoo memegang erat salah satu kaki mereka untuk menghentikan perbuatannya. Mereka tak mendengarkan dan malah semakin menjadi mengobrak-abrik isi tasnya yang mulai berjatuhan keluar.
Mereka menginjak telapak tangan Wonwoo dengan keras. Membuatnya mengerang kesakitan.
'Hei apa yang kalian semua lakukan! dari jauh Wonwoo bisa melihat Bocah lelaki yang tak Wonwoo kenali dengan berani menghampiri mereka.
'Mengapa berbuat jahat seperti itu padanya! ucap si bocah lelaki itu mengomeli mereka yang menatap bocah itu kesal karena telah mengganggu.
'Kau tak tahu?, dia anak pembunuh!
'Monster ini pantas dipukuli!
Wonwoo hanya menundukkan kepalanya ketakutan dengan kedua tangannya yang masih menutup telinganya namun percuma karena ia masih mendengar makian itu dengan jelas. Bocah lelaki itu pasti akan percaya dan mulai melukainya juga seperti apa yang mereka semua lakukan padanya.
'Sama saja itu perbuatan yang kejam! Pergilah sebelum aku mengadukan kalian semua ke kepala sekolah! ucap si bocah lelaki dengan suara keras.
'Teman-teman, ayo lari. Jangan sampai kita ketularan menjadi monster sepertinya juga! ucap mereka melempar tas Wonwoo ke sembarang arah dan melarikan diri.
'Hei.. kau baik-baik saja? ucap si bocah lelaki kepada Wonwoo yang masih menundukkan pandangannya. Si bocah mendudukkan dirinya disamping Wonwoo yang langsung bergeser menjaga jarak darinya.
'M-mengapa kau menolongku.. ucap Wonwoo dengan suara lirih sambil memainkan jari-jarinya gelisah.
'Kata ibuku menggunakan kekerasan itu perilaku yang sangat kejam jadi aku menolongmu dari anak-anak itu. Ucap si bocah lelaki menatap Wonwoo dengan senyuman lebar di wajahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Secrets; meanie [discontinued]
Fanfiction"Biarkan aku melindungimu"- kmg T+ -bxb, yaoi content> -rada angst -fluff
![Our Secrets; meanie [discontinued]](https://img.wattpad.com/cover/213065257-64-k235457.jpg)