part twenty-six

689 48 13
                                        

Author pov

Wonwoo mengunjungi teman-temannya yang menyunggingkan senyum cerah dengan buket bunga di genggaman masing-masing.

"Wonwoo!" dari jauh Wonwoo bisa melihat Soonyoung yang meneriaki namanya. Disampingnya ada Jihoon dan Seungcheol yang sedang berfoto bersama keluarganya.

Saat ini adalah hari yang paling membahagiakan namun juga menyedihkan. Ya, setelah melalui masa-masa dimana ia sering membolos, dimana disaat ia tengah di sulitkan dengan banyak tugas menumpuk dengan gerutuan kecil yang selalu keluar jika ada pelajaran yang tak dimengertinya, dimana saat itu ia dan teman-temannya selalu bercanda-- mengingatnya membuat Wonwoo tersenyum kecil.

Tak terasa sekarang mereka akan melanjutkan pendidikan dijenjang yang lebih tinggi. Sekarang mereka menjadi pribadi yang lebih dewasa-- semuanya  hanya kenangan semu yang tak akan Wonwoo lupakan.

Seungcheol akan melanjutkan kuliah di kampung halamannya yang bisa dibilang lumayan jauh dari seoul. Ia juga akan merawat neneknya yang tinggal sendiri disana. Soonyoung tidak akan melanjutkan pendidikannya--- daripada kuliah dia lebih memilih untuk bekerja sebagai karyawan tetap disalah satu perusahaan roti sedangkan sisanya lebih memilih berkuliah sepertinya.

Wonwoo memeluk teman-temannya. Entah mengapa ia merasa terharu mengingat nanti sudah tak ada yang menghiburnya lagi, Seungkwan si penolong disaat Wonwoo sedang mengalami kesulitan, nasehat Seungcheol yang selalu membuat telinganya panas dan lagi dirinya yang selalu dibuat terbahak oleh lawakan garing Seokmin dan Soonyoung.

Siapa yang akan mewarnai hari-harinya nanti?

Mereka membicarakan banyak hal yang terkadang diiringi canda tawa. Hanya ada kesenangan yang terasa hangat tanpa sukar gelak tawa saling bersahutan sampai-sampai tangis bahagia diam-diam mengalir di wajah pucat Wonwoo.

Mereka merayakan pesta perpisahan di rumah Seungcheol-- mengetahui besok ia akan pergi ke kampung halamannya jadi  mereka semua memilih memeriahkan kelulusan di rumah Seungcheol.

Mereka membahas banyak hal seperti Dokyeom yang dengan randomnya berkata ia akan menikah bertepatan saat dirinya sedang berkuliah. Gelak tawa memenuhi ruangan saat mendengar perkataan Dokyeom yang dengan polosnya bilang ia akan menikah,  pacaran saja tidak pernah.

Seungkwan membicarakan tentang jurusan yang akan ia ambil dengan raut wajahnya yang bisa dibilang sedikit ragu-- takut tidak diterima. Ia mengambil jurusan psikologi. Yah memang dari sifatnya Seungkwan orang yang gemar sekali menolong dan kelewat ramah.

Kalau alasan Soonyoung sederhana-- ia lebih memilih bekerja dan mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya daripada disibukkan dengan tugas-tugas kuliah yang menumpuk.

Mereka melanjutkan percakapan ditemani berbagai makanan cepat saji dan cola.

             

                  ********************

Wonwoo pulang kerumahnya dengan senyum lelah yang terukir di wajahnya.

Bau manis tercium olehnya. Ia berjalan menuju dapur dan menemukan punggung lebar Mingyu yang terikat apron abu. Tangan Mingyu yang sibuk membuat sesuatu  semakin membuat Wonwoo penasaran.

"Gyu? apa yang sedang kau lakukan?" ucap Wonwoo dengan kerutan yang tanpa sadar terukir di alisnya.

Mingyu menatap Wonwoo yang berdiri di belakangnya.

Dengan senyum lebar dan wajah sedikit panik ia membalas ucapan Wonwoo.

"Hyung! kau sudah pulang?"

Our Secrets; meanie [discontinued]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang