•part seven

634 54 10
                                        

Mingyu POV

Aku mulai mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhanku karena aku tak bisa menumpang di rumahnya terus-menerus. Itu pasti akan membebaninya.

Beberapa tempat sudah ku coba namun sama sekali belum ada yang menerima.

Aku memasuki salah satu rumah makan yang di depannya ada tulisan sedang membutuhkan lowongan kerja.

**************

Wonwoo POV

Aku disini sekarang. Psikolog.

Hari Sabtu jadwalku untuk kesini.

Aku menyusuri lorong yang tidak begitu ramai namun juga tak sepi.

Lalu duduk menunggu giliran.

Entah mengapa tanganku berkeringat dingin.

"Jeon Wonwoo!"

Giliran ku masuk.

Dengan gugup aku membuka gagang pintu dan duduk di kursi pasien. Ada dokter Jung yang biasanya menangani ku. Ia tersenyum hangat.

"Wonwoo- ssi, bagaimana kabarmu? apakah kau sudah lebih baik?"

"Saya baik dok. Tidur juga sudah bisa , tapi terkadang mimpi-mimpi itu masih suka bermunculan"

"Baiklah itu perubahan yang bagus dan jangan terlalu banyak minum-minuman yang berkafein lalu tetap konsumsi makanan yang sehat"

"Baik dok saya usahakan", Wonwoo merasa sedikit bersalah karena tidak semuanya yang dokternya suruh ia turuti. Bahkan ia masih sering merokok.

"Dengarkan Wonwoo-ssi, saya tahu kamu sangat suka kopi tapi kurang-kurangilah. Itu tak baik kau tahu"

"Heuhh saya akan menahan untuk tidak meminumnya lagi"

"Bagus"

Dokter Jung terkekeh sebentar namun mimik wajahnya berubah menjadi serius,

"Mungkin ini privasi bagimu tapi cobalah untuk melupakan kenangan buruk ibumu itu arraseo"

"T-tapi-"

"Ini demi kebaikanmu"

                 **********************

Author POV

Mingyu sangat senang karena diterima menjadi pelayan di cafe ini. Setidaknya itu cukup untuk memenuhi kebutuhan untuk kedepannya.

Sesampainya di depan pintu rumah, Wonwoo juga baru datang dengan tentengan sekantung plastik putih di tangan kanannya.

"Kau darimana saja hyung?", Mingyu memasang raut penasaran.

"Rumah teman"

"Apa yang kau bawa?"

"B-bukan apa-apa. Bagaimana, kau sudah diterima kerja?" ucap Wonwoo dengan cepat.

"Aku beruntung bisa diterima"

"Baguslah"

*****************

Wonwoo POV

Aku sesekali mengelus Toben yang duduk di pangkuanku dan fokus menonton Televisi.

"Apa yang sedang kau tonton?"

"Hanya drama klise tentang persekolahan"

"Ooh"

Duh mengapa sangat canggung.

"Hei..apakah kau tinggal sendiri?", ucapnya dengan gestur penasaran.

Our Secrets; meanie [discontinued]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang