•part nineteen

392 36 1
                                        

Author POV

Flashback

"Ayah..,"ucap si bocah kecil, memanggil ayahnya yang sedang membaca koran di ruang tamu.

"Apa sayang?" ucap sang ayah sambil tersenyum tulus kepada putra satu-satunya.

"Ibu belum pulang? aku tak melihatnya sejak kemarin," ucap si bocah kecil dengan kerutan pada alisnya. Ia memegang ujung baju ayahnya.

"Nak dengar, ibumu bekerja dan ia akan segera pulang jadi kau jangan cemas ya," ucap sang ayah sambil mengelus rambut putranya.

Si bocah kecil hanya mengangguk lalu membuka suaranya lagi,

"Ayah, bolehkah aku pergi bermain keluar? aku bosan di rumah saja," ucap si bocah kecil sambil mengerucutkan bibirnya.

"Mau kemana? boleh tapi jangan lupa untuk pulang sebelum jam lima sore," ucap sang ayah sambil sibuk membaca korannya.

"Yey, makasih ayah! Siap aku tak akan lupa,"ucap si bocah kecil menunjukkan cengiran khasnya.

Si bocah segera melenggang pergi dari rumahnya. Sekarang tujuannya adalah ke rumah Wonwoo.

Lelaki manis yang terkadang membuat hatinya berdebar aneh.

                   
             ***********************

"Hyung!" ucap si bocah kecil lantang sambil mengetuk pintu kamar Wonwoo.

"Siapa?" Wonwoo membuka pintu kamarnya dan menemukan si bocah kecil yang menyunggingkan senyum lebarnya.

Wonwoo tersenyum senang dan menarik tangan si bocah kecil untuk masuk ke kamarnya.

"Hyung, kemana ibumu? aku tak melihatnya," ucap si bocah kecil yang merebahkan dirinya di kasur empuk Wonwoo.

"Entahlah, saat aku bertanya ia tak menjawabnya dan melenggang pergi meninggalkanku dan bibi di rumah begitu saja," ucap Wonwoo sambil memilin-milinkan rambut si bocah kecil.

Setelahnya Wonwoo membicarakan tentang mainan yang baru saja ia beli bersama ibunya satu hari yang lalu. Ia mengatakan bahwa ibunya mulai mengajaknya berbicara lagi bahkan menceritakan dongeng sebelum ia tidur, kebiasaannya sejak kecil saat ia sedang sulit untuk terlelap. Ia senang saat mendengar suara halus ibunya jika sedang menceritakannya sebuah dongeng.

Wonwoo menceritakan ke bocah lelaki tentang ibunya dengan mata berbinar begitu juga dengan nadanya yang tak kalah semangat.

Si bocah kecil bisa melihat Wonwoo yang sebegitu antusias menceritakan ibunya. Ia bisa merasakan pelukan hangat diiringi kecupan singkat ibunya saat ia akan meninggalkannya di rumah dan pergi keluar sampai dini hari tiba--meninggalkan si bocah lelaki sendiri.

"Hyung enak ya bisa merasakannya lagi, aku turut senang mendengarnya," ucap si bocah lelaki sambil tersenyum sedih. Ia melanjutkan ucapannya,

"Tidak seperti ibuku yang selalu sibuk bekerja diluar sana," ucap si bocah lelaki sambil menatap Wonwoo.

Wonwoo kecil merasa bersalah karena tanpa sadar terus menceritakan ibunya sejak tadi membuat ia berpikir kalau si bocah di sebelahnya pasti tak suka saat mendengarnya terus-terusan seperti itu.

"Aha! aku punya ide, bagaimana kalau kau membuat kejutan saat ibumu pulang nanti? itu bagus bukan!" ucap Wonwoo menunjukkan cengiran lebarnya.

"Eh, apakah benar itu akan berhasil? tanya si bocah lelaki dengan senyum kecil nan ragu yang terpatri di wajahnya. Ia bisa membayangkan wajah senang saat ibunya tau ia menyiapkan kejutan untuknya.

Our Secrets; meanie [discontinued]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang