•part twenty-three

397 33 7
                                        

Author POV

Flashback

"Joshua kenalkan ini anakku," ucap ayah si bocah kecil sambil mengusap surai Joshua lembut.

"Hai namaku Joshua, kamu siapa?"
Ucap Joshua dengan cengiran lebar dan tangan yang ia angkat--mengajak si bocah kecil untuk berjabat tangan.

Si bocah kecil tak menjawab. Entah mengapa senyuman Joshua terlihat sangat jahat di matanya atau mungkin hanya perasaannya saja.

Si bocah kecil menjabat tangan Joshua dengan ragu dan mengenalkan dirinya.

"Nak, Joshua akan tinggal disini bersama kita. Berteman baik-baik ya bersamanya," ucap sang ayah dengan mengelus lembut surai kedua bocah di sampingnya.

"Uhm, ayah? ibu kemana..aku tak melihatnya pulang sejak tadi pagi," ucap si bocah kecil sedih.

Raut sang ayah yang tadinya terlihat senang tergantikan dengan raut dinginnya.

"Sudah berapa kali ayah bilang. Ibumu bekerja, kau tak perlu menunggunya. Sekarang ajaklah Joshua bermain,"ucap sang ayah yang lalu meninggalkan si bocah kecil dan Joshua begitu saja.

"Hei! aku mau ke kamarmu," ucap Joshua yang pergi menuju ke kamar si bocah kecil tanpa persetujuan darinya.

"Joshua j-jangan. Kamarku berantakan," ucap si bocah kecil yang mengejar Joshua yang sudah berada di dalam kamarnya.

"Wahh, kau punya mainan robot-robotan yang sangat aku inginkan! bolehkan aku memilikinya?"ucap Joshua yang sudah bermain-mainan robot si bocah kecil.

Si bocah kecil merasa sangat marah kepada Joshua yang sangat tak sopan karena seenaknya menyentuh mainannya seperti itu.

"Tidak boleh! kau sangat tidak tau sopan santun Joshua. Aku tak mau bermain denganmu!" ucap si bocah kecil dengan keras. Ia mengambil robot pemberian dari ibunya dengan cepat.

"K-kau jahat. Aku kan hanya ingin berteman denganmu" ucap Joshua lirih dengan pelupuknya yang sudah berlinang air mata.

"Eh, maafkan aku Joshua. Aku tidak bermaksud kasar kepadamu," ucap ai bocah kecil. Ia merasa sangat bersalah sekarang.

Joshua terisak kecil lalu keluar dari kamar si bocah kecil yang melihatnya heran.

"Apa benar kau memukul Joshua?"ucap sang ayah dengan nada marah.

Si bocah kecil hanya menundukkan kepalanya takut. Ia tak pernah melihat ayahnya seperti ini--tidak lembut seperti biasanya.

Saat ini mereka bertiga sedang berada di meja makan. Suasana berubah tegang saat ayahnya berbicara seperti itu.

Si bocah kecil melihat Joshua yang menangis kecil. Ia sangat tak suka melihatnya. Joshua menuduhnya. Ia tak memukul bocah itu.

"Tatap aku!"ucap sang ayah keras membuat si bocah kecil tersentak kaget.

"T-tidak ayah, itu tidak benar," ucap si bocah kecil berusaha menatap tatapan tajam dari ayahnya dengan berani.

"D-dia memukul kepalaku. Aku hanya.. ingin mencoba berteman dengannya,"ucap Joshua masih dengan isakan kecilnya yang terlihat memuakkan di mata si bocah kecil.

Ia tak habis pikir dengan Joshua karena menuduh seenaknya seperti itu. Apakah ia pernah berbuat salah padanya? tidak, mereka bahkan baru bertemu tadi sore. Si bocah kecil tak mengerti.

"Apakah masih sakit Joshua?"ucap sang ayah si bocah kecil sambil mengusap kepala Joshua lembut. Cukup, si bocah kecil sudah benar-benar muak dengan sifat picik Joshua.

Our Secrets; meanie [discontinued]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang