Author POV
Mingyu membuka kedua matanya.
Gelap.
Ia bisa merasakan kedua tangannya yang sudah terikat dan kedua kakinya yang tak bisa digerakkan.
Mulutnya beserta tangannya tertutup dengan kain hitam yang membuat kepalanya terasa sakit karena ikatan yang terlalu kencang.
Hawa dingin menyapu tubuhnya.
Ia sangat cemas.
Sedang dimana ia sekarang?
Suara sepatu terdengar-- mendekat kearahnya.
Mingyu bisa merasakan nafas orang itu di telinganya.
"Masih ingat denganku?"
**********************
Buk!
Mingyu tersentak kaget saat tiba-tiba saja tubuhnya di cambuk berkali-kali tanpa ampun. Tenggorokannya terasa tercekat dengan suaranya tak bisa keluar sama sekali.
"Kau pasti tahu apa kesalahanmu?" ucap orang itu tenang.
Orang itu menarik kencang penutup mata yang di pakai Mingyu membuat kepala Mingyu tertarik ke depan.
"JOSHUA!," Mingyu mengeluarkan emosinya saat melihat anak buah ayahnya berdiri dihadapannya dengan senyum miring.
"APA MAUMU BRENGSEK?!" ucap Mingyu sangat marah dengan urat-urat yang menonjol di pelipisnya. Ia berusaha melepaskan tangannya yang sudah terikat kencang.
"Hshh.. tenanglah sayang," ucap Joshua menunjukkan senyum tipisnya dengan tangannya yang mengelus rahang Mingyu sensual.
"JAUHKAN TANGANMU!"
Joshua menampar pipi Mingyu keras membuat bibirnya mengeluarkan sedikit darah.
Ia mengangkat dagu Mingyu setelahnya.
"Sebentar lagi Mingyu..sebentar lagi aku akan mengambil alih perusahaan ayahmu," bisik Joshua di telinga Mingyu dengan raut dinginnya.
"Setelah menyingkirkan anak tak berguna sepertimu"
Joshua menyambuki tubuh Mingyu yang tak dilapisi kain untuk kesekian kalinya.
Mingyu hanya diam menahan sakit di seluruh bagian tubuhnya. Perutnya membiru dan mulai mengeluarkan darah yang tak berhenti keluar.
Ia tak melawan--dengan tangan yang diikat seperti ini ia tak mungkin bisa melawan.
Dirinya hanya menatap kosong saat Joshua semakin menjadi-jadi menyambuknya--menyambuk punggungnya. Perlahan rasa sakit itu mulai terbuka lagi--luka yang sudah mulai ia lupakan--kembali lagi.
Sampai seseorang datang dan menghentikan aksi Joshua yang sudah sangat membabibuta memukuli seluruh tubuhnya.
"Mingyu.."
Dihadapannya Mingyu bisa melihat ayahnya yang menatapnya dengan kasihan. Ia mengelus surai Mingyu pelan.
"Ayah rindu padamu," ucap sang ayah lirih.
"PERSETAN! SETELAH APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU, DENGAN GAMPANGNYA KAU BERBICARA SEPERTI ITU!"
Tanpa sadar cairan bening sudah mengalir deras di wajahnya.
Ia benar-benar sudah lelah. Sudah lelah dengan kemunafiakan ayahnya di depan saudara-saudaranya. Sudah lelah dengan cacian yang ditunjukkan semua orang kepadanya. Sudah terlalu kebal dengan pukulan yang seperti makanan sehari-harinya. Mingyu menerima semua perlakuan itu. Mau melawan pun percuma.
dirinya sudah jelek dan selalu dipandang sebelah mata.
"BERANINYA KAU BERBICARA KURANG AJAR DENGAN AYAHMU SENDIRI!"
Ia menjambak rambut Mingyu kencang membuatnya mendongak keatas.
Mingyu hanya tersenyum hambar.
"Tinggalkan Wonwoo"
Deg!
.
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
Sengaja dikit hwhwhwh, ntar dlanjut lagi y, smpai jumpa di chap depannnn, thanks for 4,24k 🎉🎉🎉makasih bngt!!! 😭 ini crita prtama aku, gknyangka bkal bnyk juga yang baca
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Secrets; meanie [discontinued]
Fanfiction"Biarkan aku melindungimu"- kmg T+ -bxb, yaoi content> -rada angst -fluff
![Our Secrets; meanie [discontinued]](https://img.wattpad.com/cover/213065257-64-k235457.jpg)