Chapter - 9

188 21 1
                                        

William mengerjabkan matanya. Ruangan bercat putih. Jelas bukan kamarnya, karena kamarnya bercat abu-abu. Tapi ruangan ini sangat dikenalinya, dimana dia sekarang?

William mencoba berdiri, kepalanya masih terasa pusing tapi dipaksakannya. Begitu berdiri dia disambut cermin yang ada di sebelah tempat tidur, dia menoleh, mematut dirinya pada cermin itu

Baju yang digunakan berbeda dengan semalam

Seingatnya semalam dia pulang, tapi___

Flashback on

Cathrine menggerayangi tubuhnya, william nampak menikmati, sebelum akhirnya bayangan wanita berambut sebahu dan berkaca mata melintas pada pikirannya.

William mengambil dompet lalu mengeluarkan beberapa lembar uang untuk membayar minumannya.

"William kamu mau kemana?"

"Pulang."

"Pulang? Bahkan kita belum memulainya, kenapa kamu mau kita pulang, oh atau kamu menginginkan kita melakukannya di rumah mu?"

Tidak ada jawaban, william terus berjalan dengan langkah gontai sampai menabrah pelayan.

Dia tidak kuat berdiri, dia butuh ditopang seseorang.

Cathrine yang melihat william jatuh, langsing memapah tubuh william untuk berjalan.

"Cath, tolong antar aku pulang!" William benar-benar sudah tidak kuat untuk menahan tubuhnya sendiri.

"Ayo kita pulang."

Beberapa saat kemudian mereka berdua sudah berada di dalam mobil.

"Dimana rumahmu?"

William tidak menjawabnya.

Cathrine bingung, dia tidak mengenal siapa william sebelumnya. Dia mengotak atik mobil william, siapa tau ada petunjuk tentang alamat william.

Tiga puluh menit dia mencari, namun tidak ada sesuatu yang menunjukkan dimana alamat william.

Cathrine memutuskan untuk membawa william ke hotel

Dinyalakannya mobil itu

Bib

welcome to william's car
Where we go now?

Suara mesin gps william mengagetkan cathrine. Cathrine melupakan, mobil william mobil canggih, pasti di dalamnya ada gps. William pasti sudah mensetting alamat rumahnya pada gps itu.

Beberapa menit cathrine mengotak atik mesin itu, akhirnya muncul tulisan alamat rumah pada layar mesin gps.

Cathrine membawa william pulang

Flashback off

Samar-samar william mengingat bahwa gps mobilnya waktu itu berkata,

Let's go to home

Itu artinya, seharusnya dia berada di rumah saat ini.

William mencari ponselnya, melihat jam menunjukkan pukul sepuluh pagi.

Dia telat.

Seharusnya hari ini dia meeting. Ada pertemuan dengan lionking company untuk membahas akuisisi perusahaan.

William keluar dari kamar, melihat sekeliling. Benar ini rumahnya.

"Mas, kamu sudah bangun?"

"Kamu masih mual? Pusing?" Gia begitu perhatian pada william.

Unexpected WeddingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang