Aku berhenti di depan sebuah gerbang sekolah. Aku menatap papan nama yang masih sama seperti 10 tahun lalu. Dengan ragu aku berjalan melangkah memasuki gedung. Aku terdiam menatap mading yang memamerkan beberapa berita.
Wanita :"putri?"
Aku masih diam menatap mading. Aku menoleh saat merasakan bahuku di sentuh seseorang. Wanita itu nampak tersenyum menatapku.
Wanita :"aku desha, kau ingat?"
Chitra :"desha yang dulu gendut?"
Desha :"iya."
Aku menatapnya takjub dengan perubahannya. Desha yang dulu gendut dan super tomboy berubah menjadi desha yang cantik dan modis. Lihat rambutnya yang dulu kribo sekarang berubah lurus dan lembut.
Desha :"aaaahhh putri aku kangen kamu. Kamu sulit sekali di temukan sih. Aku fikir tahun ini kau juga tidak datang."
Chitra :"ah iya aku juga terkejut ada yang mengundangku tahun ini."
Aku tersenyum simpul sambil menunduk. Desha menarik tanganku dan membawaku ke tempat acara.
Desha :"kau ini masih belum hilang sifat rendah dirinya."
Chitra :"kau kerja di mana des?"
Desha :"aku model sekarang put. Kalau kau?"
Chitra :"aku kerja di perusahaan periklanan sebagai tim kreativ."
Desha :"wah kau hebat, aku berdoa semoga salah satu iklanku kamu yang rancang agar aku bisa bertemu denganmu lagi. oh ya minta nomormu."
Aku mengambil hp desha dan menekan beberapa angka.
Aku memilih duduk di paling pojok untuk menghindari perhatian orang - orang. Aku melihat beberapa teman - temanku sudah memiliki keluarga. Aku hanya tersenyum melihat mereka tertawa bersama mengenang masa lalu. Aku menatap langit yang begitu cerah. Sama seperti 10 tahun lalu langit begitu indah.
*JAKARTA 2004*
Aku membetulkan letak pita rambutku. Hari ini adalah hari pertamaku MOS di sekolah baruku. Aku menatap langit yang begitu cerah. Aku hanya berdoa semoga aku mendapat teman yang bersedia berteman denganku. Yah maklum orang tuaku baru saja bangkrut dan sekarang aku bukan lagi putri yang berkecukupan.
Aku berjalan ke arah kerumunan siswi yang nampak sama sepertiku. Aku melihat sosok gemuk yang datang tergesa - gesa menghampiriku. Di belakangnya ada seorang siswi yang nampak kurus sedang merapihkan pita rambutnya. Wanita gemuk itu menghampiriku dan tersenyum.
Wanita :"desha."
Putri:"hah?"
Wanita :"namaku desha, kau?"
Putri:"putri, salam kenal."
Wanita :"hey namaku laras."
Desha :"desha, dan ini putri."
Laras :"hy salam kenal, kita berteman."
Desha :"itu ide bagus."
Aku hanya tersenyum menanggapi kata - kata mereka.
Laras :"mitha!"
Laras memanggil seseorang yang dia kenal. Mitha menghampiri kami dan langsung memperkenalkan diri kepada kami.
Saat kami sedang berbaris di lapangan. Beberapa orang yang berada di sebelahku histeris saat para kakak kelas memasuki lapangan. Kebanyakan mereka menggilai kakak kelas yang nampak sangat sumringah.
Kakak kelas :"halo semua nama saya Reza wibowo.Saya disini adalah ketua osis..."
Aku merasa kurang tertarik dengan kata - kata kak reza. Aku lebih tertarik ke sebuah tanaman hias yang terdapat didekat lapangan. Aku melihat sosok laki - laki yang nampak sedang duduk santai di sana. Dia menatap ke arah sini. Raut wajahnya terlalu datar namun itu tidak mengurangi pesonanya. Mendadak jantungku berdetak kencang. Aku tidak tahu ada apa dengan jantungku. Aku masih menatapnya yang masih berada di sana. Tatapannya serasa mengunci mataku untuk tetap menatapnya.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
LOCKED
ChickLitSelalu bertepuk sebelah tangan dan mengalami hal menyedihkan lainnya membuat seorang Putri chitra carolina memilih tenggelam dan mengunci diri di dalam kegelapan... namun tanpa sadar seseorang yang berasal dari masa lalunya masih dan selalu mencinta...
