Locked part 7

12.4K 639 1
                                        

Aku berjalan cepat ke kelasku yang baru. Semua menatapku dengan aneh. Entah apa yang mereka lihat dariku. Aku masih diam menunduk di sudut ruangan. Aku hanya berusaha untuk terlihat lebih normal.

Aku sudah tidak bisa melihat kak arfian lagi karna dia telah lulus dari sekolah ini. Namun para sahabatku menceritakan tentang perubahan kak arfian saat aku tidak ada. Mereka bilang kak arfian pernah menanyakan keberadaanku. Entah mengapa itu membuatku berpacu ingin kembali mengejarnya. Aku bertekat untuk masuk di sekolah yang sama dengannya dan mulai mendekati kak arfian.

Ujian akhirnya tiba. Aku sudah berusaha mati - matian untuk mendapat nilai yang baik agar aku bisa masuk ke sekolah yang sama dengan kak arfian. Aku menatap langit saat ujian akhir sudah aku selesaikan. Aku berdoa semoga keinginanku terkabul.

Ternyata tuhan mengatakan hal lain. Aku tidak bisa masuk ke sekolah yang sama dengan kak arfian. Saat itu aku masih berusaha mencari tahu tentang kak arfian namun saat aku mendapat berita buruk aku mulai sadar kalau aku memang tidak berjodoh dengannya. Dia sudah memiliki pacar dan menurut sahabatku mereka nampak sangat saling mencintai. Saat itu aku merasa hancur berkeping - keping. Aku berubah menjadi sosok dingin dan datar. Aku berubah menjadi sosok yang menyendiri. Seiring waktu aku mulai memakai topeng untuk mengubur diriku yang hancur menjadi sosok baru yang berusaha menjadi orang yang menyenangkan bagi orang - orang sekitarku. Namun aku memutuskan untuk tidak menghubungi atau menolak ajakan reuni dari orang - orang di masa laluku. Aku sengaja menjadi orang yang tidak lagi terlihat oleh mereka. Aku sengaja menghilang perlahan dari hidup mereka.

*FLASBACK END*

Aku menghembuskan nafas lelah. Perlahan aku menghapus air mataku. Aku menoleh saat ada seseorang yang menyodorkan sapu tangan ke arahku. Aku menatap datar ke arah kak arfian yang duduk disebelahku. Aku mengambil sapu tangan itu. Aku tersenyum menatap sapu tangan ditanganku.

Arfian :"apa kabar?"

Chitra :"baik, anda?"

Arfian :"baik."

Aku mengangguk paham dan kembali menunduk. Perlahan aku mengembalikan sapu tangannya dan segera pergi. Namun tangannya menahanku.

Arfian :"bisakah kamu tetap disini?"

Chitra :"maaf aku tidak bisa terlalu lama disini."

Arfian :"kau mau pergi tapi mengapa secepat ini? Aku sudah berusaha mencarimu selama 1 tahun dan kau akan pergi secepat ini?"

Chitra :"maaf kak aku mengecewakanmu tapi akan lebih baik kau tidak lagi berusaha menghubungiku. Sama seperti dulu kita tidak saling mengenal. Itu lebih baik."

Aku tersenyum dan pergi.

Aku berjalan keluar dari sekolahku namun sebelum mencapai gerbang ada seseorang yang menahan tanganku. Aku melepas tanganku dengan kasar namun cengkramannya terlalu kuat.

Chitra :"lepas!"

Laki- laki:"kau ingat aku?"

Chitra :"kau siapa?"

Laki- laki:"david smith dan aku mau kamu untuk mendengarkanku tanpa penolakkan seperti dulu."

Chitra :"david!"

David menarikku dan membawaku ke tengah acara. Dia memeluk pinggangku erat. Aku berusaha melepas pelukkannya.

David :"putri chitra carolina aku david smith melamarmu di depan teman - teman kita. Menikahlah denganku."

Aku terpaku saat melihat sebuah cincin yang terbuat dari sebuah pita merah di jari kelingking david. Aku ingat sosok anak kecil yang selalu bersamaku saat aku kecil. Namun kami bersama selama setahun karna dia mendadak pindah rumah dan aku tidak tahu lagi dia kemana. Dulu kami selalu bilang kami ini pacaran dan kami akan menikah saat dewasa. Aku mengikat jarinya dengan pita merahku sebagai cincin dan dia mengikat jariku dengan tangkai bunga yang dia ambil di taman. Namun itu semua hanya masa kecil yang terlupakan. Aku bahkan pernah mencintai orang lain dan hampir bertunangan. Aku melepas tangan david di pinggangku dengan lembut. Aku hanya diam menatapnya.

        

                              TBC


LOCKEDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang