"Kenapa Alex suka berantem?"
"Siapa bilang aku suka berantem? Aku tuh sukanya sama kamu."
Dunia balapan dan tawuran sudah mendarah daging dalam diri Alexander. Begitu berbeda dengan gadis mungilnya, Kyra Queensha yang polos dan punya hobi membaca n...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di sisi yang lain Vivi bergerak ke kiri ke kanan dengan cemas. Ia bingung haruskah dia memberitahu Alexander soal ini? Tapi kalau Alex marah gimana dong? Aduhhh bingung kan gue. Batinnnya.
Setelah berpikir dengan matang. Vivi mengambil ponselnya dan mengetik nama Alexander.
"Halo lex?"
"Hm?"
"Gimana ya gue mau ngomong?"
"Jgn buang2 waktu gue."
"Tadi Kyra chat gue, katanya dia mau ke cafe dekat sekolah kita ketemu cowok yang kalian tunjukin di kantin itu loh. Okay itu aja bye."
Tanpa menunggu reaksi Alex, Vivi buru buru mematikan panggilan. Okay Vi, relax. Tugas lo udah kelar. Kyra bakalan selamat. Alex juga sudah tau. Ucapnya dalam hati untuk menenangkan diri sendiri.
Tapi kenapa dia tetap tidak tenang? Ah kampret. Gue susulin aja kali yah? Sekalian panggil Naufal ama Devano. Batinnya.
-
Alex menatap tajam Geonaldo dari jauh. Dia cukup kenal siapa yang duduk dihadapan keparat itu. Tanpa membuang waktu Alex bergerak ke tempat mereka dan tanpa babibu langsung memberi bogeman keras ke Geonaldo. Pria itu bahkan jungkir balik karna kursi nya kehilangan keseimbangan. Tumbukan Alex sangat mematikan. Geo yakin rahang nya patah.
"BANGSAT!"
Alex melayangkan tinjuannya bertubi tubi dan membabi buta. Tidak memberi peluang Geonaldo membalasnya sama sekali. Sungguh kesabarannya sudah habis. Kalau bukan karena tangan lembut milik Kyra yang menghentikannya, sudah di pastikan Geonaldo tidak lagi bernyawa saat ini.
Pada masa yang sama Vivi, Naufal dan Devano tiba. Semua mata tertumpu pada mereka. Orang ramai mula membuat kerumunan. Dasar netijen kepo.
"Lex tenang lex. Liat Kyra udah takut." ucap Naufal. Memang benar Kyra sangat ketakutan. Dia baru saja melihat Alex hampir membunuh Geonaldo! Apalagi gadis itu paling anti sama hal yang berbau kekerasan.
Alex menarik nafas dalam dan menarik tangan Kyra. Vivi, Naufal dan Devano juga ikut. Meninggalkan Geonaldo yang terbaring di lantai tidak sedarkan diri.
"Siapa yang mau ngurus nih?" bingung pelayan di cafe itu.
-
"Ky astaga aku gak tau mau ngomong apa sama kamu. Sumpah yah, kamu bikin aku jantungan tau gak?!"
Kyra mengigit bibirnya dan menunduk ke bawah. Tidak berani menatap Alex yang emosi. Alex kalau marah tu serem, apalagi Alex jenis yang jarang menunjukkan emosinya, sekali ditunjukin pehhh.