02

1.8K 198 8
                                        

Seminggu lamanya Jungkook mendekati Lisa, hasilnya tetap sama. Lisa cuek, dingin, dan irit kata pada Jungkook. Cowok itu di buat frustasi oleh Lisa. Apa Jungkook bisa? Mendapatkan hati Lisa?

"Udah makan dek?"

"Udah."

"Sama siapa?"

"Penting banget ya buat lo, kak?"

"Ngga juga si. Mau tanya doang. Kalo gitu jam makan siang kedua mau ke kantin bareng ga?"

"Gue udah janji mau ke kantin bareng Chaeyoung."

"Kalo besok?"

"Bareng Chaeyoung."

"Besoknya lagi deh?"

"Bareng Chaeyoung."

"Bareng sama gue aja dek, gue traktir ya? Pleasee..."

Lisa berdecak, sebal, "Gue masih mampu beli makanan sendiri kak. Ga perlu lo traktir."

"JALAN SAMA GUE DEH, PULANG SEKOLAH NANTI, MAU GAK?" Jungkook tidak sabaran, selalu mendapat penolakan dari Lisa.

Lisa menatap Jungkook, "Ga bisa. Gue ada janji sama Chaeyoung."

Jungkook berdecak, "Jangan-jangan lo lesbi ya dek? Apa-apa sama temen cewek lo mulu. Siapa tuh namanya... Chae, Chaeyoung!?"

Lisa melotot sempurna, "Ya nggak lah!" Lalu mempercepat langkahnya, ia ingin ke kelas Suga. Memberikan kotak bekal yang Suga tinggalkan tadi pagi. Sebenarnya memang kakak-beradik ini tidak pernah membawa bekal ke sekolah, tapi Bunda mereka-lah yang memaksa, mulai saat ini mereka harus membawa bekal makan siang ke sekolah.

"Terus kenapa nolak gue mulu?"

"Gue ga mau kak! Lo ajak aja, siapa si namanya? IU... IU, IU itu."

Jungkook berfikir sejenak, "Maksud lo Lee Ji-eun temen sekelas gue, dek?"

"Iya." Lisa makin mempercepat langkahnya, mulai menaiki tangga. Kakak kelasnya Jeon Jungkook ini sama sekali tidak mau berhenti mengikutinya. Mulai besok Lisa tidak akan mau lagi menghantarkan kotak bekal Suga yang ketinggalan jika harus terus diikuti Jungkook.

"Gue ga mau! Gue maunya sama lo. Gue sama Ji-eun cuma temen doang kok." Paksa Jungkook, belum mau menyerah.

"Terus gue peduli gitu, kak? Ngga."

Jungkook berjalan di depan Lisa, dengan tubuh yang menghadap ke arah Lisa. Berjalan mundur, "Apa lo nolak gue terus gara-gara lo cemburu sama Ji-eun ya?"

"Gila lo, kak. Ya ngga lah!" Ucap Lisa sinis, untuk apa juga ia harus cemburu pada Ji-eun.

"Jujur aja, dek. Gapapa. Gue ga bakal deket-deket Ji-eun lagi deh. Tapi lo harus mau pulang sekolah nanti jalan sama gue."

"Maksa banget si lo, kak!"

"Abisnya lo nolak gue mulu dek!"

"KO LO JADI NGE-GAS KAK!?"

"KO LO JUGA IKUT NGE-GAS DEK!?"

"TAU AH!"

"Eh-- dek! Lo mau kemana? Katanya mau anterin makanan buat Suga. Kelas si Suga sebelah sini. Lo mau kemana?"

Lisa mengabaikan ucapan Jungkook, memilih pergi ke roftoop untuk menyendiri. Gara-gara Jungkook moodnya jadi jelek. Benar-benar, Lisa yang biasanya tidak pernah menanggapi celotehan orang seperti Jungkook, malah membalas celotehan-nya. Lisa tidak tau kenapa dia bisa jadi sesebal ini pada orang. Ia membiarkan makan siang Suga menjadi dingin, tidak mau ke kelas kakaknya, atau nanti akan bertemu dengan Jungkook lagi. Cowok primadona apanya? Cowok kebanggaan sekolah apanya? Cowok modelan Jungkook begitu bisa di sukai oleh hampir seluruh gadis SMA Hanlim!? Lisa tidak habis pikir.


Our Unexpected Kind Of RomanceCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang