*Author prov
Hari ini Hana masih diam di kamar, tidak mau pergi kemanapun. Toh, dia juga sudah mengundurkan diri. Bersyukur mengingat fakta bahwa dia tidak akan bertemu Jimin lagi. Hanya tadi malam dia mengirim pesan kalau hubungannya dan Jimin harus segera berakhir. Setelah itu dia mematikan handphone-nya dan tidak menyalakannya lagi sampai sekarang.
"Astaga kenapa Hana tidak mau di hubungi seperti ini sih? Kemudian meminta putus? Aku benar-benar harus menghampirinya kalau sudah begini" Ujar Jimin frustasi karena dari tadi pesan yang dia kirim tak kunjung di balas, bahkan HP Hana mati tak dapat di telfon.
"Yena ikut Oppa ke rumah Hana eonni mau tidak?" Ajak Jimin, karena dari kemarin adiknya itus sangat ingin bertemu Hana.
"Tentu oppa, sebentar ya aku siap-siap dulu" Ujar Hana kemudian bersiap-siap, Jimin senang adiknya itu sangat antusias bertemu dengan kekasihnya.
"Kajja oppa! Aku sudah siap" Ujar Yena sambil tersenyum lebar, semangan sekali sepertinya bertemu kekasih oppa-nya itu. Jimin tersenyum kemudian aku melajukan mobil ke rumah Hana. Semuanya harus di selesaikan, tidak bisa di biarkan.
*Hana prov
Tting... Ttong...
Suara bel berbunyi, serius aku malas sekali. Namun appa dan eomma tidak ada di rumah karena mengurus surat-surat keperluan untuk kepindahan kami ke London. Hana? Tentu dia sedang menghabiskan sisa waktu di Seoul bersama kekasihnya, betapa beruntungnya dia.
Dengan setengah malas aku membuka pintu, demi tuhan aku menyesel membuka pintu. Aku lihat Jimin dengan eh tunggu? Itu kan wanita yang memeluknya waktu itu? Astaga serius mau apa mereka? Tangan wanitu itu tak berhenti memeluk tangan Jimin, cih.
Saat aku berniat menutup pintu, Jimin menahan pintu tersebut. Menyebalkan memang manusia satu ini. Sudah datang dengan pacar baru tanpa tahu malu, percaya diri sekali.
"Hana serius kau kenapa?" Tanya Jimin, lihat? Betapa sok polosnya dia menanyakan aku kenapa. Astaga ingin sekali aku hancurkan muka sok polosnya itu.
"Kenapa apanya oppa? Kita kan sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi?" Tanyaku masih se-sopan mungkin.
"Serius kau kenapa? Apa aku berbuat salah sampai begitunya?" Ya tuhan kenapa dia masih bertanya.
"Maaf oppa aku sedang sibuk, dan ah ini pacar barumu ya? Kalian terlihat serasi dan mirip? Selamat ya" Ucapku tersenyum se-lebar mungkin walau sedikit sakit.
"Hanna eonni? Annyeong eonn aku Park Yena adiknya Jimin" astaga astaga apa yang baru dia katakan? Serius adiknya? Pantas saja mirip. Jimin memang pernah menceritakan dia punya adik, namun dia tidak pernah bilang kalau adiknya akan datang. Aku lihat Jimin menyembunyikan wajahnya sambil tertawa menertawakan aku. Huh benar-benar memalukan.
"Aah begitu? Astaga maafkan aku ya? Kalau begitu ayok masuk" Ucapku masih setengah malu, kemudian aku mempersilahkan aku duduk di ruang tamu. Sementara aku pergi ke dapur untuk mengambil minum. Astaga benar-benar memalukan.
"Hey, aku merindukanmu tau" Tanya Jimin tiba-tiba datang memelukku dari belakang, manis sekali pria ini yatuhan. Aku membalikan badanku.
"Maaf ya, aku salah paham. Aku tidak sengaja melihat Yena memelukmu di kantor waktu itu. Kau juga tidak pernah bilang adikmu akan kesini" Ucapku sambil menundukan kepala, jujur aku malu sekali.
"Astaga pacarku sedang cemburu rupanya? Lihat? Semakin gemas kalau sedang sedih seperti ini" Ujar Jimin yang sekarang malah mengusap pipiku.
"Aku sedang serius!" Ucapku malu, dia semakin terkekeh.

KAMU SEDANG MEMBACA
I JUST WANT YOU [ KSJ ]
Fanfiction"Seokjin, can I have you? what if there is something better than me?" - Haneul "You're my first and last love, just trust to me. I will make you mine" - Seokjin Ku pikir awalnya dia hanya seorang namja yang mesum, berandalan, sangat badboy highcla...