Berada di rumah selama satu bulan lebih mungkin jadi libur terpanjang yang pernah gue ambil sejak gue memutuskan untuk terjun ke dunia travel blogger. Itu artinya, sudah hampir lima tahun gue nggak pernah ada di Jakarta lebih dari sebulan. Seinget gue, paling lama gue free itu 11 hari untuk jagain Ibu yang lagi kena asam urat akut. Itu pun gue terpaksa harus pergi lagi karena udah dikejer deadline oleh klien.
Dulu gue pernah ambil freelance project. Gue nerima kerja sama dengan berbagai pihak misal advertising, travel agent, pariwisata baik di dalam dan luar negeri. Tapi sejak asam urat Ibu sering kambuh, gue memutuskan untuk nggak ngambil proyek apapun selain bikin konten dan endorsement singkat. Biar kalau gue ada hal mendadak, gue bisa langsung pulang tanpa ngerugiin pihak mana pun.
Makanya pas gue harus libur panjang kayak gini, gue mulai bosan, padahal baru lima hari di rumah. Gue tipe orang yang nggak bisa diem terus-terusan. Ditambah mood gue belum sepenuhnya bagus setelah ketemu Leia kemarin lusa. Makanya beberapa hari ini gue menyibukkan diri dengan ngerjain banyak hal, mulai dari yang penting sampe yang nggak penting-penting amat. Misalnya ngedit foto, nge-live sambil unboxing barang-barang yang mau gue endorse, bikin review, nge-game, nyuci mobil, beres-beres rumah, nganter Ibu ke pasar sampe ngubah look kamar gue.
Dan ini baru lima hari, man! Masih ada 35 hari sampe Acha balik dari KKN dan gue bebas travelling lagi. Gue kudu ngapain, coba?
Oke, tarik napas, Ran.
Pertama dan paling penting, gue harus nyari ide buat ngisi konten. Foto atau video, terserah, yang penting akun gue nggak nganggur kelamaan.
Tapi masalahnya, konten apa yang mesti gue bikin di sini? Gue traveller, konten video dan foto-foto gue semuanya trip gue ke banyak tempat wisata, yang kebanyakan tempat wisata anti mainstream. Nah, nggak mungkin gue bikin video wisata ke Kota Tua, Museum Fatahillah, Monas, TMII atau Ragunan, kan? Tempat-tempat itu jelas nggak masuk ke kategori anti mainstream versi gue.
Eh, tapi bentar, deh, setelah gue pikirin lagi, sebenernya nggak ada salahnya sih bikin local trip. Malah cukup menarik karena gue yang biasanya travelling ke luar negeri atau ke timur Indonesia, sekarang nyoba bikin local trip yang very low budget. Out of my box, sih, tapi lumayan buat side project. Ya, nggak?
Oke, fix, gue bakal bikin vlog local trip.
Dan sekarang gue mesti cari tempat yang bakal gue kunjungi.
Gue mengambil ponsel dan coba searching tempat-tempat wisata atau Instagram-able yang menarik buat gue review. Tapi, yah, seperti yang gue duga, semuanya mainstream. Merasa nggak ketemu ide, gue beralih ke Youtube. Siapa tahu gue ketemu Inspirasi.
Pas gue lihat satu video milik Boy William di beranda Youtube, gue langsung kepikiran konsep acara yang pernah gue lihat di channel Korea. Acara itu mengharuskan selebriti pembawa acaranya menjadi supir taksi, sementara bintang tamu menjadi penumpang. Selama taksi itu jalan, si supir melakukan wawancara dengan penumpangnya.
Wah, ini nih anti mainstream versi gue! Gue akan combine ide vlog Boy William dengan acara Korea itu. Bedanya gue nggak akan ngundang selebriti buat jadi penumpang gue, gue akan beneran nyari penumpang potensial yang bisa diajak kerja sama secara acak. Gue juga bisa sekalian post pengumuman di Instagram atau Twitter soal rencana gue ini. Tentunya buat bikin followers gue excited. Siapa tahu mereka beruntung bisa disupirin sama gue, kan? Hehehe.
Gue segera bangkit dari kasur dan mendatangi Rei di kamarnya. Untung nggak dia kunci, jadi gue nggak perlu bangunin Ibu dengan teriak-teriak cuma buat membangunkan Rei.
KAMU SEDANG MEMBACA
Travelove Streaming
RomanceAku pernah sangat mencintai karirku. Pergi pagi pulang malam, lembur, sering membawa pekerjaan ke rumah hingga diopname selama seminggu pun nggak pernah membuatku jera. Kalau hal-hal menyangkut diriku saja nggak pernah kuambil pusing, kenapa aku har...
