Maira terbangun karena merasa silau dengan sinar matahari yang mulai masuk melalui korden kamarnya yang tak tertutup sempurna. Ia mengernyit saat menyadari ada orang lain bersamanya.
Namun sedetik kemudian matanya membulat sempurna saat menyadari bagaimana kondisinya saat ini bersama dengan orang disampingnya.
"Bastard bangun. Apa yang lo lakuin ke gue?" Maira terus menggoyangkan tubuh Rendra karena tak mendapat sahutan.
"Apa sih Mai? Masih ngantuk." Sahut Rendra dengan suara serak khas bangun tidur.
"Bangun brengsek. Kenapa gue nggak pake baju?"
"Kamu muntah makanya aku buka bajunya ."
"Trus ngapain lo tidur disini? Naked lagi. Lo pasti udah perkosa gue."
Rendra diam tak menjawab.
"Aaakkhhh.." rintih Maira saat hendak beranjak dari kasurnya.
Rendra langsung bangun saat mendengar rintihan Maira. "Sini aku bantuin." Katanya setelah memakai boxernya.
"Brengsek lo, Ndra." Umpat Maira sambil memukul dada Rendra. Tak terasa buliran air bening mengalir dengan nakalnya.
Rendra hanya diam menerima kemarahan Maira. Ia ikut sedih dengan keadaan sekarang. Tapi jika ditanya apakah menyesal? Tentu saja jawabannya tidak. 😁
Setengah jam Maira merendam badannya dengan air hangat. Ia mencoba mengingat apa yang terjadi semalam. Tapi tidak ada yang terlintas dalam ingatannya. Ia terus mengumpat saat tahu Rendra hanya berbohong.
Perlahan Maira turun dari bathup dan mengambil baju yang sudah di siapkan oleh Rendra. Ia keluar dengan sedikit tertatih dan mendapati Rendra tengah sibuk memegang ipadnya.
Ia hanya melirik sebentar dan berlalu ke meja rias. Memoleskan pelembab dan bedak tabur kesukaannya. Meskipun kekayaan papanya melimpah tapi Maira bukanlah wanita yang suka membeli skincare dengan budget besar. Dia lebih memilih memakai produk lokal yang memang cocok untuk kulitnya.
Menyadari kehadiran Maira, Rendra lantas segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ia mengganti bajunya di kamar mandi.
"Mai aku laper." Kata Rendra selesai mandi.
"Makan lah." Jawab Maira asal.
"Masakin. Lama nggak dimasakin." Manja Rendra.
"Gue bukan pembantu lo." Kesal Maira.
"Tapi kan calon istri."
Maira memutar bola matanya jengah dan langsung bangkit menuju dapur. Ia memang kesal dan marah pada Rendra, tapi ia tidak akan begitu saja membiarkan si bastard itu kelaparan. Biar bagaimanapun Maira menyayangi sahabat sekaligus calon suaminya.
Rendra menatap Maira dalam diam. Ia malas jika harus berdebat. Tapi cacian sepertinya jauh lebih baik diterimanya dari pada di acuhkan untuk sekarang.
"Hari ini kamu ke kantor bee?" Akhirnya Rendra membuka obrolan karena jengah.
"Nggak. Gue mau ketemu Tian." Jawab Maira acuh.
YOU ARE READING
Wrong Side
RomancePersahabatan Almaira Stephani dengan Narendra Abimanyu harus berantakan karena kesalahpahaman. Tak sampai disitu, bahkan mereka harus mendadak menjadi "kita" karena kelakuan Narendra. Gimana ceritanya???
