Part 21

8 1 0
                                        

"Soal hubungan kita berdua." Jawab Renata tak kalah ragu dan canggung.

"Oh ya ampun, Re. Kalian nggak perlu ngelakuin ini. Gue nggak masalah kok." Kawab Maira diikuti dengan kekehan kecil.

"Gue nggak enak sama lo." Cicit Renata.

"Ishhh lo kayak sama siapa aja. Udah nggak usah canggung gitu." Maira menghentikan ucapannya saat Seila masuk dengan kopi pesannanya. "Makasih mba." Ucap Maira pada Seila.

Seila mengangguk dan langsung undur diri.

"Minum gih. Kopi kesukaan kalian."

Leon dan Renata masih terlihat canggung dengan sikap Maira yang seolah menampakkan tak pernah terjadi apa-apa diantara mereka.

"Kalian nggak perlu sampe ngelakuin hal kayak gini. Lo tahu gue luar dalem Renata." Kata Maira setelah menyesap kopinya. "Gue dilamar Rendra, gimana menurut lo?" Kata Maira setelahnya.

"Sikat. Kan lo emang udah bucinnya su Bastard itu dari dulu." Jawab Renata akhirnya.

Maira terkekeh. "Gue masih seneng main-main sama dia."

"Awas dia khilaf."

"Kadang gue juga takut itu aja. Dia kan rada-rada sableng dan suka mabuk walaupun nggak minum alkohol." Jawaban Maira itu membuat tawa Renata dan Leon pecah. Ia pun ikut tertawa.

"Sa ae lo nying." Cerca Renata.

Maira menghentikan tawanya dan mengusap ujung matanya. "Kita makn siang bareng yuk. Gue udah janjian sama Rendra."

Leon dan Renata menyetujuinya. Dan akhirnya disinilah mereka di kafe Molly menunggu Rendra.

"Mba.." Maira memanggil pelayan. "Pesen jus jeruk 2, jus alpukat 1 dan jus mangga 1 ya." Pesan Maira setelah melihat menu minuman yang ada.

"Lo tahu aja kesukaan kita." Kata Renata. Sedangkan Leon lebih banyak diam memperhatikan dua wanita di hadapannya itu bercengkerama.

Maira terkekeh. Ia melambaikan tangan saat menyadari kedatangan Rendra. "Telat 10menit." Kesalnya.

"Macet sayang. Kan tadi udah kasih kabar." Jawab Rendra setelah mencium puncak kepala Maira. "Kalian kapan datang dari Bandung?"

"Tadi pagi dan langsung ke kantor Maira." Kali ini Leon bersuara.

"Oh... udah pesen makan?" Kata Rendra.

"Belum. Baru pesen minum aja." Jawab Renata.

Maira tampak sibuk membalas pesan di ponsel pintarnya. "Yang besok gue ada bimbingan sama Tian siang. Pulangnya jemput ya?" Kata Maira pada Rendra.

"Apa?" Rendra ternganga mendengar panggilan dari Maira.

"Besok jemput gue habis bimbingan. Budeg lo ya?" Kesal Maira.

Renata dan Leon yang paham maksud pertanyaan Rendra hanya terkekeh melihat kelakuan sahabatnya itu.

"Bukan itu. Tadi kamu panggil aku apa?" Rendra bertanya dengan anda jahil.

Wrong SideWhere stories live. Discover now