Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

21. TaeKook

268 27 0
                                        

Jungkook terdiam menatap Taehyung yang duduk di kursi samping tempat tidurnya. Tatapan yang begitu intens dan memuja. Binar mata Jungkook menandakan jika ia senang sang kakak ipar ada bersamanya. Sedangkan Taehyung merasa risih ditatap sedemikian rupa oleh musuh bebuyutannya. Ia jadi salah tingkah, mengumpati Ji Eun yang memintanya menjaga Jungkook, sedangkan wanita itu lama untuk kembali setelah bicara pada dokter. Suasana tiba-tiba saja menjadi canggung dan aneh.

"Ekhem."

Menghilangkan kegugupan, Taehyung berdeham. Jungkook tersadar, ia mengalihkan tatapannya ke depan seraya tersenyum.

"Mwoyo?" tanya Taehyung dengan suara dibuat sedatar mungkin.

"Ani," jawab Jungkook seraya tersenyum.

"Kau jadi seperti anak kecil, senyum sendiri, menyeramkan," ucap Taehyung bergidik ngeri.

"Hah, aku senang Hyung ada di sini," kata Jungkook setelah menghela nafasnya.

"Wae?" tanya Taehyung, heran melihat Jungkook yang tiba-tiba saja menjadi pendiam dan santai. Tak ada ucapan sarkas atau tatapan sinis padanya, Jungkook benar-benar berubah.

"Apa kepalamu terbentur?" tanya Taehyung lagi.

"Tidak, kenapa?" tanya Jungkook pula.

"Kau aneh, jadi sesantai itu dan tak mengejek atau menghinaku," jawab Taehyung. Kini tatapan sinis Jungkook berikan membuat Taehyung terkekeh.
"Nah, aku lebih baik kau seperti itu, tidak menyeramkan," ucapnya membuat Jungkook cemberut seperti anak kecil.

"Aku mau minum," ucap Jungkook.

Tanpa bicara, Taehyung mengambil sebotol air mineral dari nakas dan memberikannya pada Jungkook.
Jungkook mengambilnya lalu menenggak isinya hingga tinggal setengah. Memberikan kembali pada Taehyung, lalu pria itu menyamankan posisi berbaringnya.

"Aku ingin kau yang menjagaku di sini, jangan Noona," kata Jungkook terlihat ragu, ia tak berani menatap Taehyung.

Alis Taehyung terangkat sebelah, mencerna dengan baik apa yang Jungkook ucapkan. Namun tetap saja ia tak mendapatkan jawaban atas cernaannya.
"Kenapa?" tanyanya seraya membenarkan posisi duduknya.

"Um, Noona sedang hamil. Aku tak mau jika dia harus kecapean menjagaku di sini, lebih baik kau saja, Hyung," jawab Jungkook dengan wajah sedikit memerah, tentu bukan itu maksud sebenarnya.




"Lebih baik kau sendiri saja di sini, aku masih harus bekerja, merepotkan saja," kata Taehyung bersedekap dada.

"Ck! Kau tega padaku, Hyung? Aku sedang sakit, kakak macam apa kau?" cibir Jungkook mendelik tak suka.


"Aku tak bisa stay di sini setiap waktu. Biarkan perawat yang menjagamu, aku akan datang jika malam tiba, itupun jika aku tak lelah," kata Taehyung pula.

"Pokoknya kau harus datang setiap hari!" kata Jungkook.

"Kau kenapa? Kenapa jadi berubah seperti itu?" tanya Taehyung terdengar curiga.

"A-aku tak apa-apa. Bukannya wajar seorang adik merajuk pada kakaknya?" balas Jungkook dengan sedikit kikuk.


"Ini aneh sekali, bukan tipikal kepribadianmu yang sebenarnya. Kau berubah, hanya gara-gara demam tinggi. Mungkinkah demam bisa membuat orang gegar otak?" kata Taehyung menangkup dagunya seperti sedang berpikir.

"Yak! Apa katamu? Aku tak gegar otak!" seru Jungkook tak terima dengan ucapan sang kakak.
"Sudahlah, aku mau tidur!" lanjutnya lalu membelakangi Taehyung dengan selimut tertarik ke atas.

"Yasudah, aku akan keluar," kata Taehyung lalu beranjak pergi keluar kamar.

Jungkook membuka kembali selimutnya dengan kesal, menggerutu kini yang ia lakukan. Mata bulatnya tak ngantuk sama sekali, akhirnya ia duduk seraya menatap langit-langit kamar rawatnya yang terlihat bersih.

"Kenapa permintaanmu begitu menyulitkan, Appa?" tanyanya entah pada siapa.

"Kau tahu? Daddy-mu itu sangat menyebalkan! Kau lihat tadi, bagaimana dia mempermainkan Appa-mu ini, ck, menyebalkan sekali!" lanjutnya, lalu matanya menatap pada sosok yang berjalan ke arahnya dengan senyuman yang sangat manis sekali.

"Noona," ucap Jungkook, senyuman terbit di wajahnya.


"Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Ji Eun duduk di kursi samping ranjang.

"Aku baik, tapi masih terasa mual. Apa mengidam memang seperti ini?" balas Jungkook.


"Ya, itu sangat menyakitkan," jawab Ji Eun.

"Hhh aku ingin dia cepat keluar, agar kita tak merasa tersiksa," kata Jungkook memandang perut Ji Eun yang mulai terlihat bulat.
"Apa itu sakit?" tanyanya.

"Tidak, aku senang dia ada di rahimku, tak sabar merasakan dia menendang di dalam perut ini," jawab Ji Eun.


"Menendang? Memangnya bisa?" tanya Jungkook dengan mata berbinar.


"Tentu saja, anak ini hidup di dalam rahimku, punya dunianya sendiri sebelum datang ke dunia ini," jawab Ji Eun.

"Aku tak sabar, bolehkah aku menyentuhnya?"


"Tidak! Siapa kau? Sembarangan saja menyentuh anakku!"

Suara itu terdengar dari ambang pintu, siapa lagi jika bukan Taehyung. Ia datang dengan paper bag di tangannya. Menghampiri Ji Eun seraya memeluk pinggangnya posesif. Ingin menunjukkan jika wanita itu adalah miliknya seorang. Jungkook kembali kesal dengan pada kakak iparnya itu, mencebik dan kembali membelakangi Taehyung seperti seorang wanita sedang merajuk.

"Aku akan mengantarkan Ji Eun pulang, kembali lagi jika aku ingin," ucap Taehyung namun tak terdengar jawaban dari Jungkook.


"Jangan begitu, kau harus menjaganya di sini," kata Ji Eun mengelus pipi Taehyung dengan lembut.

"Ne, Honey. Aku tahu, aku hanya mengerjainya saja," bisik Taehyung seraya menjilat telinga Ji Eun membuat wanita itu bergidik geli.

"Kook, aku pulang dulu, ne? Jaga dirimu baik-baik, nanti Taehyung kembali lagi," kata Ji Eun.

Jungkook berbalik dan bangkit duduk, "Aku ingin peluk," ucapnya seraya merentangkan kedua tangan.

"Tak boleh, peluk aku saja!" ucap Taehyung yang langsung memeluk Jungkook.

Dalam pelukan itu Jungkook tersenyum, misinya berhasil. Ia memeluk Taehyung begitu erat, seolah tak mau jika pria itu pergi darinya. Tentunya hanya akalnya saja ingin memeluk Ji Eun di depan sang kakak ipar, yang dia inginkam hanya memeluk Taehyung dan berada di dekat Taehyung untuk saat ini.

"Sudah, aku tak bisa bernafas," kata Taehyung lalu melepaskan pelukannya.

Wajah Jungkook kembali datar. Ji Eun terkekeh melihatnya, wanita itu mencium kening Jungkook lalu membaringkannya kembali dengan selimut ditarik sampai leher.
"Selamat malam," ucapnya.


"Sudah, Honey. Aku cemburu," kata Taehyung.

Jungkook tersenyum dan mengangguk.
"Terima kasih, Noona. Hati-hati," katanya.

Lalu pasangan Taehyung-Ji Eun itu pulang meninggalkan pria gigi kelinci sendirian.





-----


Holla! Maaf lama up ya, Acha sibuk urus sesuatu hihihi.
Gimana nih kabar kalian?
Gimana juga part ini?

Btw untuk info terbit sepertinya book ini terbit nanti, masih agak lama. Acha lagi fokus pada Winter Bear juga My F*cking Daddy yang bakalan terbit ebook dalam waktu dekat, versi buku menyusul. Siapa yang gak sabar nunggu terbit ebook?
Untuk itu mohon maaf jika lama update ya.

More info, setelah My F*cking Daddy terbit, bakalan ada cerita lagi dong. Masih tentang KookIu dan VIu, hah moonmaap jika kalian harus memilih. Hidup menang banyak pilihan. Wkwkwkwkwk yasudah sampai ketemu dichap selanjutnya!!! Jangan lupa vote dan komen yaa.

Naughty WifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang