12. Permintaan Yang Salah?

487 54 6
                                        

Ji Eun terdiam di kamar. Setelah perlakuan Jungkook tadi, Ji Eun kembali ke kamar. Tak ada tangisan, hanya perasaan ngambang dalam hatinya. Benarkah ia merasa kesepian? Jawabannya tentu iya. Taehyung meskipun tidak pergi jauh, ia jarang berada di rumah. Pergi pagi pulang malam, bahkan larut malam. Membuat Ji Eun selalu sendiri. Salahkah jika ia kini mencari pelampiasan agar tak merasakan kesepian?

Tak terasa ponsel berdering dan muncullah nama Taehyung dengan emotikon love di layar. Ji Eun tersenyum lalu segera menerima panggilan itu.

"Bogosipo!!!" seru Taehyung di seberang sana.

Ji Eun tertawa, membayangkan wajah sang suami dengan aegyo pasti sangatlah lucu.

"Nado, yeobo!"

"Bagaimana keadaanmu?" tanya Taehyung.

"Baik. Aku harap kau juga baik, Tae."

"Tidak. Aku kurang baik sekali. Aku merindukanmu, aku rindu tubuhmu, aaaakhhh aku tak tahan ingin segera pulang," rengek Taehyung.

"Jangan merengek! Kau sudah tua!" Ji Eun terkekeh karena ucapannya sendiri.

"Yak, aku masih muda. Belum mempunyai anak, bagaimana bisa tua?" protes Taehyung.

"Hahaha ingat usia, sayang," jawab Ji Eun.

Keduanya terlibat percekcokan tak berfaedah. Telepon dilakukan hanya pelepas rindu keduanya yang menggebu. Taehyung menceritakan agendanya setiap hari, sedangkan Ji Eun terdiam mencoba menjadi pendengar yang baik lalu mengomentari atau memarahi suaminya jika yang dilakukan Taehyung itu tidak benar.

"Aku benar-benar merindukanmu, tiga minggu lagi aku di sini, haaahhhh," ucap Taehyung.

"Jaga dirimu di sana," kata Ji Eun.

"Kau juga, sayang. Aku sudahi ya, saranghae," kata Taehyung.

"Nado saranghae," jawab Ji Eun tersenyum menatap layar yang kini menggelap.

"Anak? Apa aku bisa hamil? Rasanya sudah lama menikah tapi tak kunjung mempunyai anak, apa yang salah?" monolog Ji Eun.



-----


Jungkook terdiam di dalam mobil, menunggu Eunha selesai berbelanja. Hari ini keduanya akan membuat kejutan pada Ji Eun, tepatnya Jungkook yang ingin membuat kejutan pada sang kakak. Mengenalkan Eunha sebagai pacarnya atas challenge yang Ji Eun berikan. Namun Eunha memaksa Jungkook untuk membeli buah tangan untuk Ji Eun dengan embel-embel sebagai calon adik ipar yang baik. Tentunya itu ditolak mentah-mentah oleh Jungkook. Tak ada niatan sedikitpun untuk menikahi Eunha dalam pikiran Jungkook.

"Cha, aku sudah selesai. Kajja!" kata Eunha membawa dua box kue di tangannya.

"Apa itu?"

"Tiramishu dan cheesse cake," jawab Eunha.

"Hhh tau dari mana Noona suka itu semua?"

"Dari Heize Eonni."

"Mwo? Jangan bilang jika kau sudah bicara pada Eonni-mu tentang kita."

"Tentu saja, aku tak pernah menunda kabar baik pada kakakku," jawab Eunha.

Jungkook mengerang, repot urusannya jika Heize tahu keduanya berpacaran. Dari pada kesal akan tingkah ajaib Eunha yang sama dengannya, Jungkook menyalakan mobil dan segera pergi dari sana.

Sampai ditujuan, keduanya keluar. Jungkook berjalan mendahului, membuka pintu rumah yang selalu terlihat sepi. Ini baru jam 3 sore, perkiraan Jungkook mungkin Ji Eun sedang bersantai di kamarnya.

Naughty WifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang