25. Moirae.

520 21 8
                                    

25. Satu rahasia terbongkar.

"Sangat sulit membedakan mana orang baik dan mana orang jahat. Karna seringkali yang baik disangka jahat, yang jahat di sangka baik."

****

Semuanya berkumpul di depan ruangan rawat meyla.tidak ada yang berani bersuara ditengah keheningan yang mencekam.

Kecuali seseorang yang tiba-tiba menangis memanggil nama Meyla.

"Kenapa bisa Meyla kaya gini?" lirih ibu gadis yang kini sedang ditangani oleh dokter Frans.

Wanita itu baru saja tiba setelah dikabari oleh Jassie, dengan baik hati kennath mengarahkan Ibu Meyla untuk duduk di kursi tunggu.

David menatap tajam ke arah wanita itu, berjalan kehadapan ibu Meyla lalu berlutut dihadapannya.

"Maaf tante saya dan teman-teman yang lain tidak bisa menjaga Meyla dengan baik" ucap David dengan penuh rasa bersalah.

Maaf Om Anton. Meyla pasti baik-baik aja.

"Tidak apa-apa nak,David. Ini juga salah tante karna tidak bisa menjaga Meyla hingga anak tante mempunyai penyakit seperti ini,menyusahkan kalian saja." Siska mengelus puncak kepala David, menatap sayu ke arah teman-teman anaknya.

Mita menatap heran ke arah Ibu Meyla, itu secara gak langsung mencela atau bukan si? Kaya ganjel gitu kata-katanya.

"Seharusnya tante juga jujur aja tentang semuanya," David mengangkat kepalanya.menatap lembut namun, penuh makna pada wanita yang jauh lebih tua darinya. "Supaya Meyla gak terlalu syok, kalo sewaktu-waktu ada orang lain yang lebih dulu bongkar semuanya."

David melihat ketegangan di sorot mata itu, Siska melihat David dengan memicing.

Apa yang dimaksud anak ingusan ini? Enggak mungkin dia tau.

"Ma–maksud nak David apa? Rahasia?? Tante enggak pernah ngerahasiain apa-apa sama Meyla," Siska tersenyum manis, semakin menguatkan elusan tangannya pada kepala David.

David berdiri, menatap dalam ke arah mata Siska. Merunduk dan mendekatkan wajahnya pada sisi telinga Siska, perkataan David selanjutnya mampu membuat Siska menatapnya tajam.

"Saya tau semuanya tante,,"

Saat ingin menyela ucapan David tiba-tiba pintu ruangan rawat Meyla terbuka membuat wanita itu tak jadi berkata-kata, sosok tampan dan muda dokter Frans yang pertama kali mereka semua lihat.

Ibu Meyla orang yang paling duluan menyerang Frans dengan banyak pertanyaan.

"Gimana anak saya? Apa yang terjadi? Apa dia baik-baik aja? Dia masih hidupkan? Apa dia mengatakan sesuatu tentang warisan dan yang lainnya?"

"Tente! Tenang, Meyla bisa keganggu kalo tante terlalu panik dan berisik" sela Dewi menatap berang pada Ibu sahabatnya yang menurut dia terlalu berlebihan sampai menanyakan tentang warisan. hey! Memangnya Meyla sudah meninggal.

"Meyla mengalami tekanan depresi, hingga menyebabkan kinerja jantungnya dua kali lebih cepat mengalami kelelahan" jelas dokter Frans yang masih setia memasang senyumnya "saya sarankan apapun masalah yang terjadi dimohon jangan sampai Meyla tau atau bahkan terkejut. karna,itu bisa sangat berbahaya bagi kinerja saraf yang terhubung pada jantungnya" lanjut Frans memasang wajah prihatin saat melihat Ibu Meyla yang kembali menangis tersedu-sedu di dekapan jassie.

"Dengan berat hati saya harus mengatakan bahwa besar kemungkinan kebocoran jantung akan terjadi pada Meyla jika hal yang saya larang tadi terus-menerus terjadi." hembusan nafas berat kembali keluar dari mulut Frans "bahkan yang paling buruk, kita bisa kehilangan dia untuk selamanya."

Moiraé [Hiatus]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang