9

2.3K 295 33
                                        

Don't forget to vote and comments!

Pada awalnya Sora tidak tahu apa yang membuat kelasnya begitu ramai dan padat siang ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pada awalnya Sora tidak tahu apa yang membuat kelasnya begitu ramai dan padat siang ini. Ini kelas keduanya setelah mata kuliah Prof. Min, sebelumnya baik-baik saja, tidak ada masalah, namun tak tahu mengapa saat pindah kelas untuk mengikuti matkul selanjutnya ia dihadapkan pada situasi yang chaos seperti ini. Sama sekali tak mengenakkan untuk belajar.

Perempuan itu berdecak tak suka kendati kakinya tetap melangkah masuk. Netranya tiba-tiba menemukan presepsi sekumplan perempuan yang bersikap sok berkuasa tengah berkumpul untuk menindas seseorang. Sora sedikit menyipitkan matanya, ah dia tahu siapa itu.

Jeon Eunji, Kim Yumi, Go Hyesul. Tiga gadis centil yang suka membully orang lain hanya karena mereka berada di kasta yang lebih tinggi. Dan coba tebak siapa yang tengah bernasib buruk dan menjadi objek bersenang-senang ketiganya, itu adalah orang yang menguntitnya sampai ke apartemen hanya untuk mengucapkan permintaan maaf bodoh.

Siapa ya namanya, Go Minji ?

"Ya Go Minji! Bukankah ayahmu ditangkap karena melakukan penggelapan dana negara ? Beraninya kau menampakkan dirimu di kampus ini!" Jeon Eunji mendorong bahu Minji yang berdiri tepat di depannya dengan kepala menunduk. Malu dan takut.

"Ayahnya saja begitu, tentu saja putrinya juga tak tahu malu bukan ? Apa yang bisa diharapkan lagi sih, keluarganya berantakan. Ayahnya melakukan penggelapan, Ibunya juga pemilik club di Seoul ckckck menjijikan." Yumi menimpali, membuat orang-orang dalam ruangan itu tertawa dan menatap jijik pada Minji.

"Astaga, bahkan gadis ini berlagak seperti tidak terjadi apa-apa dan masih melangkah ke garden bliss ya ? tidak tahu malu." Hyesul tersenyum mengejek.

Omong-omong garden bliss adalah taman yang terletak di tengah kampus, tempatnya sangat nyaman dan sinar mataharinya sangat bagus, membuat tempat itu menjadi favorit semua orang. Tapi sayangnya tidak sembarang orang bisa kesana, hanya orang degan status sosial menengah keatas, juga orang yang memiliki popularitas yang bisa masuk. Walaupun sejujurnya tak ada aturan tertulis mengenai hal tersebut, namun semua orang di sini tahu fakta itu.

"Minji, kenapa kau tak susul saja ayahmu ke penjara atau pergi sana bersama ibumu. Apa dia juga menjual pelacur di club miliknya ?" Eunji tak segan-segan berucap membuat perempuan yang ia hina itu semakin tertunduk dengan bahu yang bergerak naik turun menahan isakan.

Sora mulai muak. Ia bukan masuk kelas hanya untuk menonton drama sabun colek seperti ini, menyebalkan sekali. Perempuan itu berdehem pelan sebelum berkata dengan suara lantang yang terkesan begitu dingin. "Menyingkir dari hadapanku kalian semua!" Membuat kerumunan itu membelah dalam satu kedipan mata yang terlewat singkat, memberikan jalan pada perempuan bak tuan putri itu untuk lewat. Berpasang-pasang mata menatap Sora tak berkedip, memperhatikan bagaimana perempuan itu dengan tatapan merendahkannya menatap semua orang kemudian berlalu begitu saja.

Princess Say's Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang