Halu

14 0 0
                                        

Selamat membaca;)

Aku hanya bisa memilikimu dalam hayalanku tetapi tidak untuk kenyataan.

Malam sudah semakin larut tetapi Leony masih betah di cafe itu. Kini ia hanya tinggal seorang diri tanpa Fatnan,beberapa jam yang lalu laki-laki itu pamit meninggalkannya di cafe itu. Leony tak menahannya karena ia sudah jelas mengetahui apa perasaan Fatnan selama ini.

Leony menatap pada teras cafe yang tembus pandang ia memandangi jalanan yang sedang diguyur hujan. Hujan turun disaat hatinya terasa sangat pedih sepertinya langit pun tahu kalau dirinya sedang tidak baik-baik saja. Air hujan itu seperti air mata yang ia tahan sejak dari tadi ia tidak ingin menangis ia adalah sosok perempuan yang sangat kuat tidak boleh lemah hanya karena soal ini.

Beberapa jam yang lalu

“Silahkan lo mau pesen apa? Kita makan dulu baru deh gue bahas sesuatu yang gue pengen omongin sama lo.”

Leony hanya mengangguk menurut ia mulai membuka buku menu memilih makanan serta minuman. Tanpa Leony sadari laki-laki itu sedang sibuk memainkan handphone nya terlihat sedang membalas pesan untuk seseorang sesekali ia tertawa kecil.

“Lo mau pesen apa nan?”

Pertanyaan Leony tak kunjung dijawab oleh Fatnan,Leony menoleh laki-laki itu ia melihat Fatnan yang sedang tersenyum entah ia melihat apa di handphonenya sampai tak mendengar Leony bertanya.

“Fatnan.” Leony mengeraskan suaranya,laki-laki itu tersentak kaget.

“Ah ngagetin aja lo.”

“Ya elo gue tanya diem aja malah senyum-senyum sendiri liat apaan si?”

“Ah ngga,nanya apa tadi.”

“Lo mau pesen apa si mbanya nunggu tuh.”

“Ciee mba nunggu saya ya? Setia banget sih.” Rayu Fatnan. Reflek Leony mencubit tangan Fatnan,laki-laki itu hanya meringis pelan
.
“Gak usah genit.”

“Jadi masnya mau pesen apa?” tanya waiters.

“Samain aja mba.”

Makanan sudah tersaji dihadapan mereka berdua lalu mereka menyantap makanan itu dengan khidmat. Setelah beberapa menit kemudian mereka rasa sudah cukup untuk mengganjal perutnya mulailah Fatnan membuka suara.

Ia mengambil tisu terlebih dahulu untuk membersihkan sisa makanan pada bibir Leony. Perlakuan Fatnan membuat Leony seketika mematung ia hanya bisa menatap laki-laki itu yang fokus membersihkan bibirnya.

“Kebiasaan makannya kek anak kecil.” Ucapnya sambil mencubit pipi tembam milik Leony.

Oke,saat ini hati Leony sudah ambyar. Setiap perlakuannya yang manis selalu berhasil membuat dirinya salah tingkah. Ah Leony lemah sekali hatimu. Bagaimana tidak? Laki-laki ini begitu tampan dan manis sekali,perempuan mana pun pasti merasakan hal yang Leony rasakan.

“Sakit ih.” Leony menutupi pipinya sebenarnya untuk menutupi perubahan warna pipinya yang sudah seperti kepiting rebus.

Fatnan hanya terkekeh geli melihatnya sesekali matanya menatap layar handphonenya.

Wajahnya kembali lurus menatap Leony dengan serius.

“Gue mau ngomong tapi lo jangan potong omongan gue sampe selesai ya.” Ucap Fatnan memperingati.

Leony mengangguk padahal hatinya sedang kalang kabut menahan detakan yang tak seperti biasanya. Tidak hanya itu otaknya pun sedang berputar seakan sedang menyusun kalimat jawaban untuk Fatnan jika dia benar-benar mengungkapkan perasaan padanya.

Assalamualaikum JodohCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang