Pahlawan

25 5 0
                                    

Selamat membaca;)

Dalam kondisi darurat semua hukum di pertimbangkan dalam situasi tersebut. Jika di luar batas keadaan darurat tetap menjadi dosa.

Nabila menendang bagian penis preman tersebut membuat dirinya mengaduh sangat kesakitan. Nabila segera keluar dari mobil untuk melarikan diri sementara preman yang tadinya menghabisi Jojo kini beralih mengejar Nabila.

Tak kunjung meraih Nabila, preman tersebut nekat pisau yang dibawanya sedari tadi terpaksa ia lempar dan menancap tepat dibagian betis kanan Nabila.

Jlep.

Sang empu perlahan mulai memperlambat larinya karena merasakan sakit di kaki nya. Semakin melemas,Nabila berhenti disemak-semak untuk mencabut pisau tersebut.

“Ahh...anjingg.”

Darah segar terus mengalir,Nabila sudah tidak berdaya hanya teriakan minta tolong yang bisa ia lakukan.

“Tolong...tolong.”

Preman itu sudah menghampiri Nabila,ia mulai melihat ke sekeliling mencoba untuk memastikan bahwa tidak ada siapapun yang melihat.

“Temen gue gagal menikmati lu tapi gue gak akan gagal.”

Ia mulai membuka satu persatu kancing bajunya,menyentuh leher Nabila perlahan sedangkan Nabila sudah tidak sadarkan diri karna darah yang terus mengalir membuat tubuhnya lemas tidak berdaya.

Setelah puas dengan bagian atas tubuh Nabila preman itu mulai membuka celananya ia ingin menyatukan miliknya dengan milik Nabila. Preman itu akan memasukan miliknya. Namun...

“Woyy brengsek.” Teriak seseorang.

Bara meninju preman itu dengan sekuat tenaga sampai ia terjungkal. Hampir saja preman itu memperkosa paksa Nabila,Bara datang diwaktu yang sangat tepat.

Setelah puas menghabisi preman itu sampai ia tak sadarkan diri,Bara memanggil Rimbun yang juga menghajar preman yang satunya.

“Lo antar Nabila pulang ya.”

“Hah?!” Rimbun terkejut bukan main.

“Tolong gue bun,gue gak bisa berdekatan sama dia lagi.”

“Tapi bar,gue juga bukan mahramnya.” 

“Gue tau,tapi bukan masalah itu yang gue maksud nanti gue cerita semuanya sama lo. Buat sekarang tolong dia ya please bun. Jojo biar gue antar pulang.”

Rimbun berpikir sejenak. Dirinya memang anti berdekatan dengan perempuan apalagi sampai menyentuh tubuhnya tetapi sekarang kondisinya berbeda. Disini tidak ada perempuan lain yang bisa menolong hanya ada dirinya dengan Bara sedangkan Nabila butuh pertolongan nya. Dalam kondisi darurat semua hukum di pertimbangkan dalam situasi tersebut.

Dalam kondisi sekarang,Rimbun jadi teringat akan cerita gurunya di pondok pesantren. Situasi ini juga terjadi di jaman nabi, setiap perang perempuan mengobati tubuh laki-laki dari ujung kepala sampai kaki, tapi cuma sebatas mengobati. Dan ada satu contoh lagi dalam kelaparan dan tidak ada makanan kecuali ada makanan yang haram, itu boleh kita makan tapi hanya sebatas makan sampai perut bisa terganjal saja bukan kenyang dan berlebihan.

Jadi,di luar batas keadaan darurat tetap menjadi dosa.

Mau tidak mau Rimbun harus membopongnya dan berduaan dimobil. Akibatnya sangat berat,Rimbun juga laki-laki normal ia bisa saja nafsu ditambah pakaian Nabila yang sangat kekurangan bahan.

Terpaksa Rimbun menuruti permintaan Bara. ‘ya allah aku menyentuhnya bukan karena nafsu tetapi niatku hanya untuk menolong,berusaha memanusiakan manusia.’ Batin Rimbun.

“Kalo gitu gue mau anterin Jojo.”

Rimbun tak sanggup menatap Nabila ia takut menghayal yang tidak-tidak. Tetapi rasa iba muncul perlahan ia menatap wajah Nabila yang cantik tapi sayang perilakunya tak secantik wajahnya. Rimbun berinisiatif mengambil jaketnya dalam mobil dan dipakaikan lah pada tubuh Nabila setidaknya sedikit membantu menutupi badannya yang hampir telanjang itu.

Assalamualaikum JodohTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang