Selamat membaca:)
Jika seseorang merendahkan orang lain maka dia lebih rendah dari orang tersebut.
Ketika istirahat kedua di sekolah ini terjadi sebuah kegaduhan yang biasa Nabila lakukan. Ia menyeret seorang wanita ke tengah lapangan basket yang dipenuhi oleh siswa siswi disini. Aktivitas mereka seakan terhenti karena lebih tertarik dengan kegaduhan yang dilakukan ratu nya sekolah.
Nabila mendorong keras tubuh perempuan itu sampai tersungkur dilantai lapangan. Perempuan itu hanya bisa menangis ia tidak bisa melawan pada Nabila ia terlalu pengecut.
Tak ada satupun orang yang berani melerai aksi Nabila yang berempati pun hanya bisa menatap penuh iba. Nabila melipat kedua tangannya wajahnya yang penuh amarah tapi tetap terlihat cantik.
"Gue udah beberapa kali peringatin lo buat keluar dari sekolah ini,tapi apa!? Lo gak pernah denger ucapan gue! Ini akibatnya kalo lo masih tetep bertahan di sekolah ini,lo gak akan lepas dari siksaan gue." Ucap Nabila.
"Dan kemarin pesan yang gue kirim berani-beraninya lo jawab kaya gitu,coba lo ulang balasan lo kemarin!" lanjutnya.
Perempuan itu hanya sesegukan ia tak mampu berkata-kata jika dalam keadaan seperti ini,ia takut Nabila berbuat yang lebih mengerikan dari ini.
"Ngomong babi!" Maura menoyor kepalanya cukup keras tetapi perempuan itu masih tetap diam.
"Beraninya cuma di medsos lo anjeng." Tambah Leony.
"Me-memangnya a-aku salah se-sekolah disini?" gugup perempuan itu.
Nabila tersenyum meremehkan.
"Lo gak salah-salah amat si kalo soal itu tapi yang salah banget lo lahir di dunia ini!" ucapnya menggertak. "Gue amat sangat benci lo!"
Nabila mengambil paksa kacamata yang bertengger pada hidung perempuan itu,tak segan ia langsung menjatuhkan kacamatanya lalu ia injak sampai tidak berbentuk.
"Jangan bil,jangan...hiks" isak perempuan itu.
"Ini akibatnya kalo lo gak denger ucapan gue!"
"Kita cuma pengen lo out dari sekolah ini kalo perlu lo mati aja deh gak guna juga lo idup." -Maura.
"Nah,gue setuju sama Maura. Lo itu ibaratnya cuma sampah didunia ini." -Leony.
Rimbun yang sebenarnya sedari tadi memperhatikan perlakuan Nabila baru akan beraksi. Karena kelakuan Nabila sudah tidak bisa dibiarkan ia sampai berani merusak kacamata milik perempuan itu. Dengan langkah yang tegap ia menyeruak kerumunan itu dengan tenangnya menghadapi 3 manusia yang tidak memiliki akhlak.
"Kalau dia di ibaratkan sebagai sampah lalu kalian hanyalah debu jalanan yang lebih tidak berguna dan merugikan! Sampah masih bisa didaur ulang menjadi barang yang bermanfaat sedangkan debu? Tidak ada manfaatnya hanya menimbulkan polusi dan membuat penyakit untuk manusia! Itulah kalian lebih buruk dari sampah dan lebih tidak ada gunanya!" ucap Rimbun dengan tegas.
Tenggorokan Nabila terasa kering tidak bisa berkata apapun,hatinya sangat tertohok dengan ucapan Rimbun yang begitu tajam.
Sedangkan Maura? Perempuan itu sudah kebakaran jenggot ia kerasa direndahkan dan dipermalukan oleh Rimbun.
"Bacot! Derajat dia itu lebih rendah dari gue! Jadi gue lebih ada manfaatnya,dia miskin Cuma nyusahin negara mengharapkan bantuan. Orang-orang seperti gue lebih dihormati kata berduit!"
Rimbun memasukan kedua tangan kedalam saku celananya ia menghembuskan nafas pelan. Lalu tersenyum.
"Bicara tentang derajat,ya mungkin pemerintah akan lebih mendengar ucapan orang beruang besar kek macam lo."

KAMU SEDANG MEMBACA
Assalamualaikum Jodoh
Novela JuvenilWarning!!! Typo bertebaran huhuyyy Gimana jadinya,Rimbun seorang laki-laki yang pindahan dari pesantren dan anti berdekatan dengan perempuan bertemu dengan Nabila seorang perempuan yang memiliki paras cantik namun berbanding terbalik dengan perilaku...