Keesokan harinya, Fafa dan juga Sidik sedang sibuk mencari hadiah untuk kado ulang tahun pernikahan Papa dan Mamanya. Fafa dan Sidik berjalan mengelilingi area mall dengan Sidik menggenggam erat tangan Fafa.
"Kita beli hadiah apa ya untuk Mama sama Papa?" Tanya Fafa bingung
"Mama sama Papa sukanya apa?" Tanya balik Sidik
"Hmm...."
Fafa nampak berfikir, seketika dia mengingat sesuatu. Langsung saja Fafa menarik tangan Sidik untuk mengikutinya
"Kita mau kemana?" Tanya Sidik bingung
"Udah... Kamu ikut aja!! Aku udah tau apa yang harus kita berikan untuk Mama sama Papa...." Ucap Fafa. Sidik hanya menurut saja ketika Fafa begitu antusiasnya berjalan masuk ke salah satu toko yang berada di mall tersebut.
Tak lama, mereka keluar dengan Sidik membawa sebuah tentengan di tangan kirinya dan tangan kanannya menggenggam tangan Fafa.
"Aku laper...." Rengek Fafa
Sidik tersenyum kemudian dia melihat kesana kemari untuk mencari sebuah tempat makan.
Sedangkan Fafa, dia sedang asik melihat ponselnya. Ketika Fafa memandang lurus ke depan, Fafa melihat sesuatu. Tubuh Fafa menegang begitupun remasan tangannya pada Sidik yang semakin kuat. Sidik melihat tangannya yang diremas kuat oleh Fafa, kemudian Sidik mengernyitkan dahinya bingung. Ditatapnya Fafa dari samping.
"Gak mungkin... Itu bukan dia kan!?" Gumam Fafa
Sidik semakin bingung melihat ekspresi wajah Fafa.
"Fa... Kamu kenapa?" Tanya Sidik tiba-tiba membuat Fafa terkejut
Sontak, Fafa langsung menoleh ke arah Sidik.
"Aku... Gak apa-apa kok... Yaudah yukk!! Kita cari makan..." Alibi Fafa
Lagi-lagi Sidik hanya menurut ketika Fafa menarik tangannya. Namun, Sidik masih merasa penasaran dengan Fafa. Sebenarnya apa yang barusan Fafa lihat?
***
Sementara itu, Kevin dan Vania sedang berada di sebuah toko perlengkapan bayi. Awalnya Vania mengajak Kevin ke Mall hanya untuk berjalan-jalan saja, tapi ketika Vania melihat toko perlengkapan bayi, dia langsung menarik Kevin untuk masuk kedalam toko.
"Yang ini lucu banget..." Seru Vania berbinar ketika melihat sebuah sepatu bayi yang di ujungnya terdapat boneka kepala Kelinci.
"Aaaa yang ini juga lucu....." Kata Vania lagi sambil menunjukkan topi berbentuk kepala Gajah
"Kita beli perlengkapannya sekarang yaa...." Rengek Vania
"Sekarang?..." Tanya Kevin heran
"Iya sekarang... Aku mau beli yang warna ini..." Ucap Vania sambil menunjukkan baju bayi berwarna pink.
Kevin membulatkan matanya, pasalnya mereka belum mengetahui apa jenis kelamin anak mereka nanti.
"Kenapa kamu mau beli warna pink? Kan kita belum tau jenis kelamin anak kita cowok atau cewek. Kalau kita beli warna pink terus anak kita yang lahir cowok masa iya anak kita pakai baju cewek??" Ujar Kevin
"Gak apa-apa kita beli yang pink dulu, nanti kalau kita udah tau jenis kelaminnya apa kita tinggal beli lagi..." Balas Vania enteng
"Itu namanya pemborosan, sayang...."
"Bilang aja kamu pelit..." Vania mendengus sebal kemudian pergi meninggalkan Kevin
KAMU SEDANG MEMBACA
My Indigo 2
RandomSetelah menikah, fafa dan sidik memutuskan untuk tinggal di Stockholm, Swedia. Sidik dan fafa tinggal di sebuah apartemen mewah disana. Mereka memutuskan untuk tinggal di apartemen karena tidak mau banyak merepotkan orang tua sidik. Sebagai pengacar...
