#17

468 66 8
                                        

Malam harinya, Sidik dan juga Fafa sedang di dalam kamar mereka. Sidik nampak asik dengan laptopnya sedangkan Fafa sedang asik menonton film di televisi. Mereka berdua duduk di sofa yang ada di kamar mereka

"Kamu lagi ngerjain apa?" Tanya Fafa

"Aku Cuma cek file yang tadi di kirim sama sekretaris Papa" Jawab Sidik

Fafa hanya menganggukkan kepalanya

"Kalau kamu ngantuk, kamu tidur duluan aja!" Kata Sidik memerintahkan Fafa untuk segera tidur

"Gak apa-apa, aku belum ngantuk sama sekali. Aku Cuma lagi mau cemilan..." Ucap Fafa manja

Sidik mengulas senyumnya, "Kamu tunggu ya! Aku ambil cemilan buat kamu dulu" Sidik bangkit dan menainggalkan laptopnya

Sepeninggalan Sidik, suhu udara di dalam kamar mereka berubah menjadi agak dingin padahal Fafa tidak menurunkan suhu pada kamarnya.

Fafa mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar, namun tidak menemukan apa-apa di sana.

"Ada apa ini?" Batin Fafa

Sampai Sidik kembali ke dalam kamar, suhu udara di dalam kamar menjadi normal kembali.

"Nih... Makannya pelan-pelan!" Ujar Sidik memperingatkan

"Hmmm... Sebelum kamu jemput aku, kamu bilang ada urusan bentar? Kamu ada urusan apa?" Tanya Fafa penasaran

"Oh itu, jadi pas di jalan aku berinisiatif buat beli sesuatu di super maket,. Nah pas aku di dalam super maket, aku liat ada ibu-ibu yang lagi pilih-pilih belanjaan, tapi ibu itu gak sendiri! Ada bayangan hitam di belakangnya..."

"Hah... Bayangan hitam?" Kata Fafa terkejut dan memotong ucapan Sidik,"Terus ibu iu gimana?"

"Oke aku lanjut..." Kata Sidik, "Jadi aku penasaran sama ibu itu lebih tepatnya aku penasaran sama bayangan hitam yang ngikutin si ibu. Jadi aku juga ikutin ibu itu. Ketika si ibu sudah berada di luar super maket, aku melihat bayangan hitam itu seperti ingin mendorong si ibu ke tengah jalan. Dan aku lihat dari sebelah kanan ada mobil yang melaju sangat kencang, disitu aku mulia paham kalau bayangan hitam itu ingin mencelakakan ibu tersebut." Jelas Sidik panjang

"Apa yang terjadi sama ibu itu?" Tanya Fafa makin penasaran

"Belum sampai bayangan hitam itu mendorong si ibu, buru-buru aku memanggil si ibu. Aku bisa melihat jelas jika bayangan hitam itu marah sama aku, karena aku mengacaukan niatnya untuk mencelakai si ibu"

Fafa menganggukkan kepalanya mengerti, pantas saja tiba-tiba suhu udara di dalam kamarnya berubah. Passti ini ulah si bayangan hitam tersebut.

Drrttt... Drrttt...

Ponsel Sidik bergetar, dia langsung melihat ponselnya dan disana tertera nama Marcell.

"Halo... ada apa marcell?" Tanya Sidik

"Maaf pak saya mengganggu waktunya, apa bapak bisa kembali ke Swedia?" Tanya Marcell

"Memangnya kenapa?"

"Ada klien yang kasusnya ingin di tangani oleh bapak, saya sudah bilang kalau bapak sedang berada di Indonesia, tapi klien kita tetap memaksa kasusnya ingin bapak yang menangani..."

"Memangnya siapa klien itu?"

"Ms. Cristy... Anda ingat?" Kata Marcell

"Ya!! Saya ingat..."

"Apakah bapak bisa kembali ke Swedia?" Tanya Marcell memastikan

Sidik nampak berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan Marcell

My Indigo 2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang