Hari itu pun tiba, hari dimana dilangsungkan acara ulang tahun pernikahan Yusuf dan juga Arum. Pesta yang diadakan di halaman rumah itu nampak begitu sederhana namun terkesan elegan, dengan mengundang beberapa rekan bisnis Yusuf maupun teman-teman dari Arum.
"Sayang... Mungkin kalau mereka seperti kita, mereka gak akan mau datang ke pesta ini..." Bisik Fafa pada Sidik
"Memangnya kenapa?"
"Yaa kamu lihat aja, yang ikutan pesta disini bukan cuma kita aja, bahkan ada tamu tak di undang juga..." Cibir Fafa, Sidik menganggukkan kepalanya membenarkan perkataan Fafa.
Yaa!!
Memang seandainya jika semua orang yang ada di pesta ini seperti Fafa dan juga Sidik, pasti mereka semua tidak akan mau datang. Pasalnya banyak sekali hantu di sini, seperti Kuntilanak yang sedang bergelantungan di pohon, Pocong yang sedang berdiri di balik pohon besar yang ada di depan rumah Fafa, Gunderuwo yang berada di dekat gerbang dan masih banyak lagi hantu-hantu yang ada di pekarangan rumah Fafa bahkan ada juga yang wajahnya hancur dan mengeluarkan aroma tidak sedap.
Fafa langsung bergidik ngeri melihat semua itu.
Saat ini, acara pesta berjalan lancar dengan semua tamu sedang menikmati makanan yang ada. Fafa sedang duduk di meja yang berada di dekat panggung, sedangkan Sidik sedang mengambilkan makanan untuk Fafa.
Dan teman-teman Fafa juga belum lama mereka datang. Dan sekarang sedang menikmati makanan di meja yang berbeda.
Ketika Fafa memperhatikan sekitar, lagi-lagi Fafa melihat sesuatu. Fafa melihat seseorang yang kemarin ia lihat di mall. Fafa mengernyitkan dahinya, sepertinya Fafa mengenal orang itu.
Tak lama, Sidik datang dengan membawa puding kesukaan Fafa.
"Kamu kenapa?" Tanya Sidik
Tiba-tiba saja, Fafa bangkit dari duduknya dan tanpa menjawab pertanyaan Sidik, Fafa langsung pergi meninggalkan Sidik.
Fafa berjalan mengikuti seseorang yang sudah dua kali dia lihat, Sidik pun turut mengikuti Fafa karena Sidik takut Fafa kenapa-napa.
Orang yang sedang di ikuti fafa adalah seorang perempuan yang mungkin umurnya tidak jauh berbeda dengannya.
Sampai di sebuah jalan yang sepi, Fafa masih saja mengikuti orang itu begitu pun Sidik.
"Kenapa Fafa ngikutin orang itu?" Batin Sidik
Sidik terus mengikuti Fafa dan memperhatikan istrinya itu.
"Tunggu...!!!!" Teriak Fafa
Sontak orang yang berada di depan Fafa langsung berhenti, begitupun dengan Sidik.
"Siapa kamu...? Kenapa kamu ada di sini? Sebelumnya aku pernah melihat kamu ketika di mall, dan sekarang kamu datang ke rumah keluarga ku. Sebenarnya kamu ini siapa?" Tanya Fafa.
"Fafa pernah lihat orang itu di mall?" Gumam Sidik
Kemudian wanita itu membalikkan badannya, seketika tubuh Fafa menegang ketika melihat wanita itu. Sidik pun ikut terkejut kemudian dengan cepat Sidik langsung menghampiri Fafa.
"Fa...." Panggil Sidik
"E...enggak mungkin... Ini gak mungkin dia..." Gumam Fafa sambil menunduk
"Enggak mungkin... Itu bukan dia... Hikss...." Fafa langsung terisak dan Sidik langsung memeluk tubuh istrinya itu.
Ketika Sidik melihat ke arah wanita tadi, ternyata dia sudah tidak ada di tempat.
***
Sekarang Fafa dan juga Sidik sudah kembali ke pesta, Sidik merangkul pundak Fafa sedangkan Fafa menundukkan kepalanya.
"Kalian dari mana aja?" Tanya Arum
"Kita tadi habis keluar sebentar Mah" Jawab Sidik, "Hmmm.... Kalau gitu, aku mau ajak Fafa masuk dulu ya, Mah... Kayaknya Fafa udah kecapean..." Lanjut Sidik
"Yasudah, kamu ajak Fafa ke dalam...."
Sidik membawa Fafa untuk masuk ke dalam rumah. Sedangkan di luar, pesta masih saja berlangsung.
David dan yang lainnya saat ini sedang berkumpul di salah satu meja yang ada di tengah.
"Hai...." Tiba-tiba saja ada seseorang yang menghampirinya, David dan yang lainnya sontak melihat ke asal suara
Mereka semua terkejut, terkecuali Tiara yang memandang datang orang itu.
"Ngapain lo disini...?" Tanya Tiara ketus
"L...lo udah bebas?" Kini Kiky yang bersuara
"Apa kabar kalian? Gue bisa ada di sini karena di undang sama Pak Yusuf... Dan... Yaaa... Gue udah bebas sekarang..." Jawab Felly
"Oh iya, Fafa kemana? Kok gak ada?" Tanya Felly
"Emangnya kalau Fafa gak ada kenapa? Atau jangan-jangan lo mau celakain fafa lagi?" Kata David
"Enggak gitu, biasanyakan kalian barengan terus, lagi pula gue ini mau minta maaf sama Fafa dan juga Sidik...."
"Gak usah bohong deh lo" Cibir Kevin
"Gue gak bohong, gue beneran mau minta maaf sama Fafa"
"Udah, mendingan lo pergi aja deh, gak usah deket-deket kita..." Usir Kiky
"Tapi... Disini gue mau minta maaf sama Fafa..."
"Kalaupun ada Fafa di sini, belum tentu dia mau maafin lo..." Ucap Vania
"Bener banget tuh..." Sambung Kevin
"Udah ya!! Gue bilang sekali lagi, mending lo pergi aja dari sini... Gak guna!!" Usir Kiky lagi
"Tap-..."
"Lo gak denger ya!! Telinga lo tuli? Dibilang pergi ya pergi..." Timpal David
Namun Felly masih saja diam di tempat, dia enggan untuk beranjak dari situ.
"Yeeee.... Ini manusia beneran tuli kali ya!!" Cibir Dery, "Udah sana pergi!!" Lanjut Dery
"Lo pergi atau gue buat hidup lo menderita...." Ancam David
Mendengar perkataan David, Felly pergi meninggalkan mereka semua.
"Gilaa... Sejak kapan dia bebas dari penjara...??" Tanya Dery
"Hmm.... Sebenarnya aku sama Fafa udah pernah bertemu sama si Felly waktu di minimarket" Celetuk Tiara
Mereka semua terkejut, Dery dan Kevin yang awalnya ingin menyuap makanannya sampai tidak jadi, bahkan mereka pun sudah membuka mulut.
"Maksud kamu..??" Tanya David
"Iya, jadi waktu itu aku sama Fafa ke supermaket... Terus pas kita berdua mau pulang, gak sengaja Fafa tuh nabrak seseorang, dan ketika di lihat orangnya ternyata itu Felly..."
"Kalau kamu udah pernah bertemu sama si Felly, kenapa kamu gak bilang ke Sidik atau paling enggak bilang ke aku..."
"Fafa yang minta kalau aku gak boleh bilang ke siapa-siapa termasuk kamu dan Sidik..." Ucap Tiara
"Apa kita bilang aja ke Sidik tentang masalah ini?" Tanya Kevin
"Kalau itu, biar gue aja yang bilang ke dia..." Ujar David
"Berarti kita harus hati-hati sama si Felly, terlebih Fafa..." Cicit Kiky
Mereka semua menganggukkan kepala.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Indigo 2
RandomSetelah menikah, fafa dan sidik memutuskan untuk tinggal di Stockholm, Swedia. Sidik dan fafa tinggal di sebuah apartemen mewah disana. Mereka memutuskan untuk tinggal di apartemen karena tidak mau banyak merepotkan orang tua sidik. Sebagai pengacar...
