Chapter 02

1.2K 166 80
                                        

Sebelum membaca cerita ini aku bakal kasih tahu kalau ini FF istana berlatar istana modern namun ada beberapa hal yang nanti bercampuran dengan hal primitif, jadi siapkan mental dan diri ya untuk memahami cerita ini. Dimana kalau Fair Lady kemarin banyak hal primitif dan Sincerely Love itu lebih modern dan untuk Dandelion aku buat perpaduan dari 2 FF sebelumnya tapi banyak modernnya, untuk temanya aku ambil sama dengan Sincerely Love yaitu benci jadi cinta dan perjodohan klasik ala istana 😃😃
Selamat membaca!!























































































































Sudah satu bulan Suzy tinggal di istana namun kelakuan arogannya belum juga berubah. Suka memukuli, menendang dan menjambak Yoonji dan Jieun hingga wajah mereka babak belur hanya Sojung yang tidak dilukai karena Sojung selalu pandai menenangkan Suzy. Namun mereka bertiga menyayangi Suzy seperti keluarganya karena walau Suzy jahat setidaknya Suzy masih perhatian masalah makan dan membela mereka bertiga saat dayang lain membuly mereka. Suzy yang berani melawan membuat permaisuri geram dan semakin membencinya, seperti saat ini Suzy dihukum cambuk olehnya namun Suzy melawan dan melempar cambuk kayu hingga mengenai Nara yang sedang datang berkunjung.

"Kau keterlaluan, kau itu dihukum karena  kesalahanmu yang tidak mematuhi aturan istana. Kenapa melempar cambuk kayunya hingga mengenai Nara" bentak permaisuri geram.

"Aku baru sebulan harusnya anda paham, bukan memaksaku cepat bisa ini itu. Kau pikir membaca buku aturan istana sekaligus memahami itu mudah" balas Suzy tak kalah sinis.

"Kalian kenapa diam saja, cepat ambil cambuk kayu dan cambuk 50 kali" perintah permaisuri marah pada dayang setianya yaitu Han Hyejin dan dayang setia lainnya.

"Baik yangmulia" 

Han Hyejin mengambil cambuk kayu tersebut, dia akan mengayuhkan cambuk kayu tersebut ke punggung Suzy. Jieun dan Yoonji sudah memeluk Suzy dari sisi kanan dan kiri, namun Suzy merebut cambuk kayu tersebut mengarahkan cambuk itu pada Hyejin dan menghajar Hyejin beserta yang lain hingga babak belur.

"Yangmulia tolong"

"Bae Suzy hentikan!" teriak permaisuri

Setelah Suzy puas mencambuk Hyejin dan yang lain, Suzy membuang cambuk kayu tersebut lalu memandang permaisuri, Nara dan dayang-dayang yang dipukulinya dengan tatapan tajam.

"Aku tidak melakukan kesalahan tapi kalian ingin menghukum dengan cambuk, aku tidak akan tinggal diam jika kalian berani menyakiti aku dan kedua dayang setiaku lagi." ucap Suzy yang kemudian pergi diikuti oleh kedua dayang setianya.

"Kau lihat itu Nara, aku setiap hari sepertinya akan darah tinggi karena ulahnya. Astaga dosa apa yang keluarga ini lakukan pada tuhan hingga mengirim Suzy sebagai calon menantu keluarga ini"

"Yangmulia hanya perlu bersabar, dengan bersabar pasti Suzy akan berubah lebih baik dari hari ini"

"Aku lebih suka kau yang menjadi calon menantu dikeluarga ini daripada Bae Suzy itu, kau gadis yang lembut dan baik hati daripada dia yang arogan. Aku tidak tahu apa yang dipikirkan suamiku saat memilihnya menjadi calon menantu" keluh permaisuri pada Nara sambil mengajak Nara masuk untuk duduk digubuk sembari minum teh.

"Yangmulia sudah seperti ibuku sendiri, aku dan Myungsoo hanya berteman sejak kecil jadi tidak mungkin aku menjadi menantu yangmulia." ucap Nara walau dalam hati dia ingin sekali menjadi bagian dari keluarga ini, namun Myungsoo diam saja jadi dia hanya bisa memendam rasa suka dihatinya.

Dandelion - Myungzy √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang