Aloha semuanya, aku datang lagi...
Pagi-pagi buta yang dingin 😆 aku sudah muncul karena siangnya mau fokus ngetik hihihihi
Yang penasaran silahkan dibaca, yang gak suka silahkan klik keluar dan jangan lupa tinggalin jejak kalian ya.
Minkyung celingukan dipaviliun Suzy yang sepi penghuni, saat melihat para dayangnya turun dengan wajah kusut dan membawa nampan makanan segera saja Minkyung menghampiri mereka.
"Kalian kenapa?" tanya Minkyung yang menghampiri mereka.
"Hormat tuan putri Minkyung" ucap Jieun dan Yoonji menundukkan wajah mereka.
"Tidak perlu melakukannya, apa Suzy ada?" tanya Minkyung lagi.
"Tuan putri ada diatas, putri baru mencoba makan malam tapi memuntahkan semua makan malamnya. Ntah apa yang salah dengan makanan yang kami bawa? Semuanya setelah makan dimuntahkannya lagi" ucap Jieun lesu.
"Untuk wanita hamil hal seperti itu memang biasa. Bisakah aku menemuinya? Aku membawakan buah jeruk dan kue muffin hangat buatanku untuknya karena dia tidak datang ke meja makan keluarga."
"Mari saya antar ke atas, ada nona Choi Soojung disana sedang menemani putri Suzy dan membujuknya agar mau makan"
"Kalian bawa makanan itu saja kembali ke dapur, aku akan naik sendiri saja"
"Baiklah kalau begitu, kami permisi tuan putri"
Yoonji dan Jieun membawa semua makanan yang ditolak Suzy kembali ke dapur, sedangkan Minkyung naik ke atas menuju kamar Suzy.
Krieet...
"Anyeong" sapa Minkyung yang membuka pintu kamar Suzy.
"Hormat putri Minkyung"
"Tidak perlu melakukannya nona Choi, aku datang membawakan jeruk dan kue muffin yang mungkin bisa meredakan mualnya Suzy"
"Terima kasih eonni. Choi eonni bisa tinggalkan kami berdua, ada Minkyung eonni jadi kau bisa pergi beristirahat sekarang. Terima kasih sudah menemaniku sejak tadi" perintah Suzy yang duduk bersandar diranjangnya.
"Nde tuan putri. Hamba pamit" ucap Soojung yang langsung keluar meninggalkan kamar Suzy.
"Ini aku bawakan buah jeruk dan kue muffin hangat untukmu. Mungkin bisa membuat mualmu hilang, cobalah ini aku buat sendiri sebelum kesini jadi masih hangat" ucap Minkyung memberikan buah jeruk dalam keranjang dan kue muffin yang baru dibuatnya.
"Terima kasih eonni nanti aku akan memakannya, kau sangat perhatian sekali padaku. Aku tidak tahu jika hamil itu tidak semenyenangkan ini" dengus Suzy menerima keranjang buah dan kue muffin lalu menaruhnya dimeja samping tempat tidur.
"Kau tidak boleh bicara begitu, kau harus bersyukur karena kau bisa merasakan kehamilan dan menjadi wanita yang sempurna untuk suamimu, aku menikah sudah 8 tahun namun sampai saat ini aku belum juga bisa hamil. Aku juga ingin merasakan rasanya menjadi wanita hamil yang mual dan muntah-muntah karena anakku, berbagi makanan, berbagi tubuh dan berbagi darah dengannya namun hingga saat ini aku belum diberi kepercayaan untuk itu" ucap Minkyung dengan raut sedih yang sulit diartikan.
"Eonni maafkan aku, aku tidak bermaksud membuatmu sedih dengan berita kehamilanku"
"Tidak-tidak, jangan merasa bersalah. Aku hanya terbawa perasaanku saja, mungkin sepertinya aku memang harus mengizinkan Kyuhyun untuk menikah lagi agar dia bisa memberikan keturunan untuk istana"
"Eonni kau harus berusaha mencobanya, tuhan maha baik mungkin memang belum rezeki kalian memiliki anak secepat aku dan Myungsoo"
"Aku sudah lelah mencobanya ke dokter sana sini yang tidak membuahkan hasil, aku terkadang ingin menyerah dan bercerai saja. Mungkin ini karma karena kami menikah dengan memaksa keadaan dan cinta kami"
KAMU SEDANG MEMBACA
Dandelion - Myungzy √
RomanceArea dewasa 21+ berisi pengalaman hidup seseorang jadi bijaklah dalam memilih bacaan. Suzy yang arogan dijodohkan dengan putra seorang raja yang bernama Myungsoo. Namun ternyata Myungsoo diam-diam menyukai sahabat kecilnya. Kejahatan Suzy berlanjut...
