Chapter 03

1K 158 103
                                        

Aloha, aku datang sesuai janjiku semalam yang hari ini akan mulai meliris FF Dandelion. Happy reading!
































Suzy merasa ada sinar cahaya silau saat sesuatu menariknya sangat kuat ntah kemana. Saat cahaya silau itu menghilang Suzy sudah berada disebuah taman antah berantah dengan hamparan rumput hijau yang sangat luas sekali sejauh mata memandang hanya rumput-rumput mungil dengan berbagai macam tumbuhan bunga yang ikut menghiasi. Suzy berjalan menyusuri jalan sepatak ke arah kanan hingga menemukan sebuah air terjun dan taman yang indah dimana dia dapat melihat sosok neneknya yang duduk disana bersama seorang gadis seumurannya dan kedua orang yang dia perkirakan orangtua gadis itu, tapi tunggu dulu. Kenapa gadis itu mirip dengannya. Jangan-jangan mereka bersaudara.

"Nenek" teriak Suzy dari kejauhan saat sang nenek memandanginya.

"Cucuku, kemarilah. Nenek ingin menunjukkan sesuatu padamu" panggil nenek Suzy yang melambaikan tangannya agar Suzy mendekat. Tentu saja Suzy melakukannya dan memeluk neneknya yang membuka tangannya.

"Nenek, aku merindukanmu"

"Cucuku sayang, lihat nenek disini bahagia dengan mereka"

"Siapa mereka?" tanya Suzy yang melepaskan pelukan neneknya dan duduk disisi lain kursi karena sisi sebelahnya di isi gadis yang mirip dengannya.

"Ini saudara kembarmu, Sooji. Dan kedua orang ini adalah orangtuamu"

"Anyeong kakak Suzy, aku Sooji. Kita sungguh anak yang cantik tapi sayang kita tidak bisa bersama didunia nyata karena hajya kau yang ditakdirkan hidup, tapi aku sangat menyayangimu" ucap Sooji yang duduk disebelah neneknya, sedangkan kedua orangtua Suzy hanya berdiri disamping Sooji dengan tersenyum menatap Suzy, Suzy membalas senyum mereka sebelum menatap neneknya kembali.

"Nenek, kau tidak pernah bercerita jika aku memiliki saudara kembar? Nenek hanya berkata jika orangtuaku meninggal karena sebuah kecelakaan saat aku berusia 5 tahun"

"Maafkan aku yang berbohong padamu. Karena aku tidak ingin kau menangis dan membenci istana, karena saat kecelakaan itu hanya kau yang selamat. Kecelakaan mobil yang disabotase karena ada yang tidak suka ayahmu berbesan dengan istana sehingga saat mengantar anggota istana ke rumah sakit kecelakaan itu tak bisa dihindari"

"Astaga, tapi sekarang aku bertemu kalian. Apa artinya aku sudah mati karena melakukan pembunuhan tadi?"

"Tidak, kau belum mati hanya saja rohmu terlepas dari tubuhmu. Kau melakukan semua itu karena berusaha melindungi jodohmu, hingga kau berbuat kesalahan yang membahayakan nyawamu?"

"Lalu aku harus bagaimana? Aku menyukainya namun dia saja enggan menatapku"

"Sooji, berikan kalungmu" ucap sang nenek meminta Sooji melepaskan kalung berbentuk bintang dan nenek menyerahkan pada Suzy.

"Pakai ini, ini akan membantumu perlahan-lahan menjadi sosok yang baik, lemah lembut lembut dan sabar seperti kembaranmu. Tapi ingatlah jangan mendekati kotak atau kitab mantra sihir permaisuri karena itu akan berakibat fatal jika kau mendekatinya. Dan  nenek akan menghilangkan ingatanmu jika kau pernah berniat membunuh seseorang hingga saat kau bangun rencana pembunuhan yang kau rencanakam akan hilang dari ingatanmu"

"Nde aku akan mengingatnya, tapi membuat Myungsoo mencintaiku adalah mustahil mengingat dia terlihat menyukai sahabatnya. Aku membenci itu nenek"

"Tidak ada yang perlu kau lakukan, kau hanya perlu merubah sikapmu menjadi lebih baik dan beranilah karena kau benar. Myungsoo sudah ditakdirkan hanya untukmu sejak kalian lahir kedunia, benang takdir kalian sudah terikat jadi kalian pasti bersama.  Kau hanya perlu menjadi wanita yang baik agar pantas berada disisi orang yang menjadi takdirmu"

Dandelion - Myungzy √Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang