Chapter 08

1K 166 103
                                        

Sudahkah kalian follow penulisnya 😁😁























Suzy memejamkan matanya kuat saat merasa tangannya tertarik keatas, ada sepasang tangan yang menarik pipi dan tengkuknya kuat hingga..

Cup.
Ciuman mendarat dibibirnya dengan hangat membuat matanya terbuka dan melotot karena terkejut dengan yang menimpanya tiba-tiba.

"Dia sudah jauh, hanya ada dua anak muda yang berkencan berkeliaran disini"

"Ayo susul mereka kesana"

Setelah dua preman mabuk yang mencarinya pergi, Myungsoo langsung melepaskan ciumannya pada Suzy.

"Hey, kau menyusahkan ku saja!"

"Yaa Kim Myungsoo bagaimana bisa kau menciumku tiba-tiba. Ku pikir aku akan tertangkap tapi kau malah mengambil kesempatan dengan mencuri ciuman pertamaku yang harusnya untuk suamiku. Walau kau ini calon suamiku tapi ini tidak sopan" kesal Suzy karena diciun tiba-tiba.

"Cih, kau percaya ciuman pertamamu ingin mengesankan. Konyol sekali, aku juga tidak menyangka ciuman pertamaku harus ku berikan untukmu karena preman tadi. Sungguh sial" sinis Myungsoo.

"Apa? Jadi ini ciuman pertama mu juga. Ku pikir sudah kau berikan pada Nara itu" ucap Suzy terkejut tapi senang.

"Ciuman seperti ini tidak ada artinya untukku. Ayo pulang, kau ingin menghebohkan istana dengan sikap liarmu yang keluyuran lupa waktu untuk ckckck" ucap Myungsoo berbalik berjalan menuju arah mobilnya yang terparkir di pinggir jalan raya.

"Yaaa.... Dasar pria brengsek, kau pikir setelah menciumku seenaknya kau bisa bersikap seperti ini padaku" teriak Suzy kesal yang membuat Myungsoo harus berbalik dan menariknya untuk segera masuk ke dalam mobil.

Myungsoo melajukan mobilnya membelah jalanan kota Seoul, Suzy kesal dengan sikap Myungsoo namun dia juga senang karena ciuman pertama mereka. Suzy memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil yang menyajikan pemandangan malam kota Seoul, banyak lampu-lampu bersinar terang menghiasi jalanan. Myungsoo tiba-tiba saja menghentikan laju mobilnya didepan sebuah kedai yang membuat Suzy bingung.

"Kenapa kita berhenti disini? Bukankah kau bilang kita mau pulang" tanya Suzy.

"Aku lapar, ada seorang gadis liar yang membuatku kelaparan karena harus mencarinya tadi" jawab Myungsoo dengan datar.

"Siapa suruh kau mencariku dengan sok pahlawan" dengus Suzy dengan kesal.

"Jadi kau lebih suka diperkosa preman-preman tadi daripada aku tolong eoh... Lain kali aku tidak akan mencarimu, kau tidak tahu terima kasih telah membuatku kelaparan ish.."

Brak...
Myungsoo menutup pintu mobilnya dan turun masuki kedai, Suzy senyum-senyum sendiri melihat kemarahan Myungsoo akibat ucapannya, Myungsoo cemburu. Suzy tersenyum senang sebelum akhirnya dia juga ikut turun untuk makan karena dia juga sudah lapar.

Setelah puas mengisi perut, mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju istana.

"Myung"

"Apa?"

"Kenapa kau mencintai Nara?"

"Kapan aku berkata mencintai Nara?"

"Kau bilang kau tidak bisa bersama orang yang suka karena aku. Aku simpulkan itu Nara karena aku sering melihat gelagat kalian berdua yang suka curi-curi pandang seperti waktu peringatan kematian raja."

"Itu tidak benar, kami memang berteman baik dan dekat sejak kecil. Nara itu gadis yang baik dan berbakat dalam segala hal makanya permaisuri memintanya untuk bergabung dan membantu permaisuri di bidang sosial"

Dandelion - Myungzy √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang