Chapter 17 🔞

2.8K 195 124
                                        


Aloha semuanya, sudahkah kalian follow aku sebelum baca FF Dandelion.

Mana suaranya yang nungguin FF Dandelion up.

Mana....

Mana....

Mana....













Nara membawa Myungsoo untuk duduk ditaman samping rumahnya. Kedua terdiam cukup lama sebelum akhirnya Nara membuka suara.

"Aku tahu kau pasti terkejut mendapati aku yang tengah hamil besar saat kau kembali dari Inggris, aku benarkan." ucap Nara dengan senyumnya yang membuat siapapun akan terpesona.

"Siapa yang menjadi suamimu?" tanya Myungsoo.

"Kenapa kau menanyakannya? Kau sudah sangat kenal dengan dia" jawab Nara yang memandang ke depan.

"Benarkah? Jangan-jangan...."

"Ya, aku menikah dengan Kevin 8 bulan yang lalu."

"Bagaimana bisa? Bukankah saat Kevin bergurau melamarmu setelah aku menikah, kau juga menolaknya."

"Iya, kau benar. Namun jika aku telah ditakdirkan berjodoh dengan Kevin, siapa yang bisa melawan takdir tuhan?"

"Apa kau mencintainya?"

"Myung, pernikahan itu bukan melulu soal cinta tapi komitmen bersama. Dulu aku mungkin menaruh rasa yang sama denganmu karena aku pikir kau juga menyukaiku dan akupun sama. Hingga raja membawa Suzy ke istana, dan mengatakan dia adalah calon istrimu. Aku pikir kau bisa melawan dan mengatakan dengan tegas jika kau mencintaiku namun kau menolak Suzy tapi kau tidak mengerti perasaanku, saat Suzy mengatakan kemunafikanku bahkan aku yang meminta dia membatalkan perjodohan kalian yang menimbulkan kekacauan dan kesehatan raja yang turun karena pembatalan Suzy. Aku tidak tahu kenapa raja menyayanginya yang begitu arogan?" Nara menghela napasnya sebentar sebelum berkata lagi. "Suzy melakukan kemauanku karena ku pikir kita bisa bersama hingga raja terkena serangan jantung dan Yuvin bersedia menggantikanmu menikahi Suzy, namun kau tiba-tiba mengambil keputusan memilih untuk menikahi Suzy. Dari sana aku belajar memahami bahwa jodoh dan takdir kita memang hanya sebagai teman, saat Kevin bercanda ingin melamarku karena mendapatkan bunga dari pernikahan kalian. Aku memikirkan semuanya hingga aku mencoba menjalin pertemanan yang tulus dengan Suzy yang ternyata adalah orang yang sangat baik, tidak ada kejahatan sedikitpun saat kami bersama selama ini. Dia banyak membantuku dan membuatku semakin mengerti kenapa raja begitu sangat menyayanginya karena raja tahu dibalik arogannya Suzy, dia adalah gadis yang sangat baik dan tepat untukmu"

"Tapi kenapa harus Kevin?"

"Aku juga tidak tahu kenapa harus Kevin, karena tuhan yang menuntun Kevin untuk menjadi sumber kehidupan dan kebahagiaanku. Aku dan dia memutuskan menikah juga membuat permaisuri marah padaku, dia tidak suka namun ini takdir hidup yang sudah aku pilih. Cobalah untuk kenali Suzy dan lakukan tugasmu sebagai seorang suami yang baik"

"Tapi aku menyukaimu?"

"Apa kau berniat menjadikan aku istri keduamu? Seperti yang permaisuri tawarkan, dia menawarkan aku menjadi selirmu dan berjanji akan menjadikan aku satu-satunya ratu dinegara ini. Jika kau berpikir begitu maka kau adalah pria pengecut, aku bukan wanita picik yang bisa melakukan hal keji hanya demi ambisi"

"Aku..."

"Myung, Suzy baik. Selama kau pergi dia melakukan tugasnya dengan baik, belajar giat agar menjadi wanita yang pantas untukmu. Lihatlah perjuangannya. Jangan mengutamakan cinta karena menikah itu bukan tentang cinta saja tapi komitmen dan komunikasi kalian berdua dalam menjalaninya. Saat aku memutuskan menikah dengan Kevin, aku juga tidak yakin namun kami memulai pernikahan kami dengan hal kecil makanya kami segera ingin memiliki anak agar hubungan komitmen yang kami buat menjadi kuat. Percayalah, kau akan mencintai Suzy jika kau memulainya dengan merencanakan komitmen bersamanya dalam setiap harimu yang akan mengisi kehidupanmu"

Dandelion - Myungzy √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang