Aloha, aku datang lagi ya. Ada yang kangen aku gak 😄 akhirnya mamah angakatku udah membaik tapi aku yg sedikit kena flu namun aku udah bisa ngetik lagi kabar baiknya. Terima kasih atas doa dari kalian semuanya 😍😘 semoga puas sama chapter ini.
Suzy baru pulang dengan Soojung membawa banyak sekali belanjaan, mulai dari sayur dan buah. Mereka tidak mengambil dari dapur istana karena malas berurusan dengan permaisuri yang menurut Suzy menyebalkan, jadi Suzy berbelanja sendiri dengan uang dari suaminya yang bekerja di istana tentunya.
Namun saat Suzy dan pengawal membawa barang-barang masuk ke paviliun, dijalanan istana sebelah sayap barat yang luas ada beberapa dayang berlarian terburu-buru kesana kemari menuju pintu keluar.
"Eonni, ada apa dengan mereka? Kenapa mereka berlarian seperti itu menuju pintu luar? Ada juga yang menuju ke timur?" tanya Suzy yang bingung karena melihat dayang-dayang berlarian.
"Hamba tidak tahu tuan putri, mungkin mereka sibuk kesana-kemari karena di aula sedang ada pertemuan dengan para pejabat-pejabat yang bekerja di kementrian" jawab Soojung yang berjalan dibelakang Suzy.
"Oooo, istana sibuk sekali. Ayo kita masuk langsung ke paviliunku saja dan kita bereksperimen membuat rujak buah yang segar seperti yang aku ceritakan bahwa rujak buah ala desaku itu enak. Semalam aku mencari tahu resepnya karena aku sedikit lupa dengan ajaran nenekku dulu"
"Nde tuan putri"
Suzy terus berjalan bersama Soojung dan dua pengawal yang membawakan barang belanjaannya hingga memasuki pintu gerbang yang kedua, dimana Suzy masih bisa melihat para dayang istana berlarian kesana-kemari. Nara yang kebetulan lewat dengan buru-buru langsung ditegur oleh Suzy.
"Nara, apa yang terjadi? Kenapa semua dayang berlarian kesana kemari lewat pintu samping? Ada juga yang berlari ke arah timur?" tanya Suzy menghentikan Nara.
"Kami sibuk mencari bahan untuk membuat makanan penutup. Ada dayang istana yang baru pertama bertugas hari ini dan dia ceroboh membuat masalah didapur." jawab Nara.
"Apa yang terjadi?"
"Dia menumpahkan salad buah yang sudah kami siapkan, para koki takut permaisuri marah jika tahu hal ini. Kami semua berniat mencari bahan buah-buahan dikebun milikku yang tidak jauh dari sini dan ke gudang penyimpanan di istana bagian timur, semoga saja masih sempat mencari karena ini sudah mendekati jam makan siang. Kami harus segera bergegas agar waktunya cukup untuk membuat makanan penutup." ucap Nara dengan raut wajah yang panik.
"Serahkan saja semua padaku. Ini sudah jam 1 siang, satu jam tidak akan sempat mencari bahan dan memasak salad buah kembali dengan bahan yang belum kau temukan. Aku punya banyak buah dipaviliunku dan aku juga baru belanja banyak barang. Ayo bawa ke paviliunku saja untuk membuatnya, kita harus bergegas agar tepat waktu dan kau tidak kena masalah karena si nenek sihir permaisuri pasti tidak akan mengampunimu." ucap Suzy saat melihat belanjaannya buah hari ini banyak dan pasti cukup untuk membuat sesuatu sebagai makanan penutup untuk pencuci mulut.
"Benarkah? Aigo Suzy, kau sungguh baik. Kau dewi penolong kami semua." ucap Nara yang bahagia karena Suzy menawarkan bantuan disaat genting baginya.
"Mari bergegas" ucap Suzy yang berjalan mendahului mereka.
Nara juga mengikuti Suzy bersama dayang-dayang yang bersamanya, Nara juga sudah menyuruh mereka mengirimi pesan kepada dayang yang tadi dia suruh pergi mencari buah dan sayur agar segera kembali dan menyusulnya ke paviliun Suzy dan Myungsoo.
Suzy dengan cekatan masuk ke dalam paviliunnya dan menuju ke dalam dapurnya, Jieun dan Yoonji terkejut karena tuan putrinya datang bersama banyak orang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dandelion - Myungzy √
RomanceArea dewasa 21+ berisi pengalaman hidup seseorang jadi bijaklah dalam memilih bacaan. Suzy yang arogan dijodohkan dengan putra seorang raja yang bernama Myungsoo. Namun ternyata Myungsoo diam-diam menyukai sahabat kecilnya. Kejahatan Suzy berlanjut...
