Bab 20
Taehyung memandang gugup ke ayahnya. Dia menelan ludah dengan susah payah saat Daehyun menatap tubuh Jungkook dari belakang. Suara pintu kamar mandi terbanting. Daehyun menaikkan alis karena curiga.
Pikirannya berputar-putar tentang bagaimana ia akan menjelaskan perilaku Jungkook dan menjaga rahasia mereka. Akhirnya dia tersenyum meminta maaf. "Aku seharusnya memberitahu kalau dia seorang vegetarian, dan bau daging membuatnya sakit."
"Jangan membodohi aku."
"Maaf?" Pinta Taehyung, sambil mencondongkan tubuh ke depan kursinya. Tentu saja itu bukan respon yang dia harapkan. Kebohongannya tampak cukup masuk akal baginya. Well, kecuali untuk sedikit fakta bahwa Jungkook dengan senang hati menerima undangan makan siang pie daging sepuluh menit yang lalu.
Daehyun menggeleng. "Dia hamil, kan?"
Perut Taehyung bergejolak, dan ia menahan diri karena ingin lari dari meja seperti Jungkook. "Apa yang menyebabkan kau berpikir demikian?" Katanya dengan suara parau. Dia yakin sekali Jungkook tidak menyebutkan sesuatu kepada Daehyun saat mereka melihat mawar. Jika ada orang yang mau menjatuhkan bom tentang sesuatu mengenai dirinya akan menjadi seorang ayah, itu pasti dia.
"Pengalaman dari ibumu. Dia tidak bisa berdiri di ruangan sama yang ada bau daging saat dia masih hamil dirimu. Bahkan bau daging samar-samar saja telah mengirimnya ke kamar mandi. Yang terburuk, saat kami berada di kota besar dan melewati stand hotdog." Daehyun tersenyum sedih. "Aku belum pernah melihat seseorang yang memiliki semacam reaksi seperti itu selain dirinya, bahkan saudaramu tidak seperti itu."
Taehyung mengalihkan pandangannya menyusuri lorong. "Kehamilan Jungkook baru enam minggu. Morning sickness-nya atau kurasa aku harus mengatakan itu mual-mual, benar-benar membuatnya begitu menderita."
"Aku berasumsi itu anakmu?"
"Tentu saja," geram Taehyung.
"Kau pasti bisa melihat mengapa aku mempertanyakanmu. Setelah semuanya, kau mengenalkan sebagai seorang teman di tempat kerjamu dan sekarang kau bilang dia hamil anakmu."
"Aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskan itu padamu."
"Apakah kau berencana untuk menikahinya."
"Tidak sesederhana itu."
Alis Daehyun melengkung karena kaget. "Tidak? Aku kira ketika kau bersama seorang wanita dan dia hamil anakmu, kau akan melakukan hal yang terhormat dan menawarkan untuk menikahinya. Lalu mengapa kau tidur dengannya jika kau tidak mencintainya dan melihat masa depan bersamanya? Atau kau masih sialan cenderung menjadi laki-laki brengsek yang suka memperalat wanita untuk kepentingan pribadimu sendiri?"
Taehyung menyipitkan mata dan mencengkeram pinggiran taplak meja berenda. "Ya Tuhan, Pop, jangan menyembunyikan sesuatu lagi. Katakan saja bagaimana perasaanmu yang sebenarnya!"
"Maafkan aku, tapi umurmu sudah tiga puluh dua tahun sekarang. Kau belum memiliki hubungan jangka panjang sejak kau putus dengan Amy." Daehyun menggeleng sedih. "Jika aku mau jujur, aku bisa mengatakan bahwa Amy dan Jungkook mengingatkan aku akan banyaknya kesamaan satu sama lain. Tentu saja aku tidak ingin melihat Jungkook terluka seperti Amy, terlebih jika dia sedang mengandung cucuku."
"Dengar, berhentilah menganggapku seperti seorang bajingan. Jungkook menginginkan bayi, jadi aku setuju untuk membantunya."
Daehyun membuka dan menutup mulutnya seperti ikan keluar dari air untuk mengambil udara. Begitu ia punya waktu untuk menyesuaikan diri dengan berita ini, senyum geli melengkung di bibirnya. "Ah, kau seperti seekor kuda pejantan atau sesuatu yang lain?"

KAMU SEDANG MEMBACA
The Proposition Series
FanficThe Party *0.5 The Propositon *1 The Proposal *2 REMAKE VER.