Author pov
Setelah selesai berkunjung ke-makam orang tua Jungkook. Kedua pasangan suami-istri itu kembali berjalan menuju mobil. Merasa sudah sangat lelah karena selama itu mereka hanya berjalan kaki, jalan menuju pemakamanya begitu sempit hingga tidak bisa dimasuki kendaraan kecil maupun besar.
Mereka berdua lalu Memasuki mobil dengan senyuman dibibir masing-masing. Sepertinya, mereka telah membuang banyak beban ditempat ini hingga pulang merasa sangat ringan dan tenang.
"kau mengantuk?." Tanya Jungkook saat sudah menyetir, ia melihat Yeri nampak menguap. Dan benar saja istrinya itu mengangguk sembari memejamkan matanya.
Melihat itu Jungkook merasa gemas, ia lalu menyenderkan kepala Yeri kebahunya. Agar saat tidur kepala wanitanya itu tidak terbentur oleh Apa saja yang ada dimobil.
"Huam, aku ingin menemanimu bicara tapi rasanya susah sekali membuka mata." Kata Yeri yang masih nyaman memejamkan mata tetapi berbicara.
"Tidurlah, aku akan membangunkanmu jika sudah sampai rumah."
"kau mengantuk tidak?." Sepertinya Yeri tidak mau meninggalkan Jungkook menyetir sendirian, jika ia tidak menemani Jungkook pasti lelaki itu akan bosan dan juga ikut merasa Mengantuk. Ia takut nanti terjadi kecelakaan, karena ini pertama kali Yeri menaiki mobil hanya berdua dengan Jungkook yang menyetir.
"Sudahlah sayang, tidurlah." Namun Jungkook berusaha untuk membuat Yeri tidur, diusap-usapnya kening Yeri agar Yeri semakin menutup matanya.
Kasihan jika melihat Yeri seperti ini. Walaupun wanita itu galak saat terbangun, tetapi saat tidur rasanya Jungkook ingin menggendongnya kepangkuan serta menyanyikan lagu penghantar tidur agar Yeri semakin Terlelap dalam mimpinya.
Jungkook menyukai Yeri saat bermanja padanya, namun wanita itu jarang sekali bermanja dengannya. Hanya dirinya sajalah yang selalu manja pada istrinya, kadang Yeri selalu membentakknya jika ia mengambil kesempatan untuk bermanja padanya.
Untuk itu Jungkook memanfaatkan waktunya memandangi wajah Yeri.
"Kau itu sangat baik Yerim, aku tidak tahu kehidupanku akan bagaimana jika aku tidak bertemu denganmu." Gumam Jungkook dengan helaan nafas beratnya.
"maafkan aku yang dulu Memaksa-mu untuk bersamaku." Jungkook kembali bergumam Tetapi saat ini Yeri tidak benar-benar terlelap dalam tidurnya. Ia malah mendengar semua ocehan Jungkook. Apa sebegitu benar-nya kah Jungkook bisa mengeluh seperti itu?
****
Sudah hampir Menjelang malam, Mereka. Jungkook dam Yeri, sudah sampai kesuatu Tempat yang sendari tadi membuat mulut serta mata Yeri melebar bulat. Melihat Sesuatu yang indah dan luas di hadapanya
Saat masih berada didalam mobil-pun Yeri yang kala itu tertidur langsung terbangun saat Jungkook sengaja membangunkannya, dan Saat sudah tersadar Yeri langsung kaget melihat betapa indahnya monsion dihadapannya.
Jauh lebih besar dari yang Jungkook miliki.
Saat mobil Jungkook memasuki perkarangannya-pun, Gerbang langsung terbuka hanya dengan Jungkook menepuk tangannya sekali. Memang sangat Canggih, bukan? Terlihat jika bangunan itu tak ternilai murah harganya.
"Ah, Jeon. Ini, rumah siapa?." Yeri yang sudah gatal ingin bertanya itu pada suaminya pun, langsung menanyainya. Ia sampai tidak henti-hentinya berdecak kagum.
Oh tuhan, rumah Jungkook yang diTengah hutan saja Besar. Mengapa ada rumah yang melebihi besar rumah Jungkook?
"Hm, Siapa yah." Tidak menjawab malah Lelaki itu menayakan balik pada Yeri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Man Is Not Heartless
Fanfiction"Tolong jangan bunuh putriku! Dia darah dagingmu juga jeon!." "Aku hanya menginginkan Anak Lelaki, bukan perempuan! Jadi biarkan aku lenyapkan anak ini!." "Jangan kumohon padamu kau sudah banyak membunuh anakmu sendiri, kumohon jangan membunuhnya la...
