Pasar malam

299 63 91
                                        

Begitu banyak bintang di langit, pun begitu banyak juga harapan ku untuk menggapainya.

- Bulan-

***

"BANG LANGIT...!"

"Heh kudanil! Parfum Bulan yang baru dibeli kemarin mana? Kok gada dikamar?" tanya Bulan sambil berkacak pinggang.

'Aduh..mampus!' batin Langit saat teringat parfum milik adiknya telah hilang.

"Oo..parfum? Parfum yang mana? Kan banyak parfum lo." ucap Langit sambil menggaruk telinganya tak gatal.

"Pura-pura ga tau lagi! Cepetan mana?!" ucap Bulan menggeledah kamar Langit.

"Anu.." ucap Langit ambigu.

"APAAN?! Jangan bilang parfumnya hilang lagi!?" ucap Bulan kini meradang.

"NAH ITU LO TAU..aduh!" ucap Langit lalu mengelus perutnya akibat cubitan maut adiknya.

"Rasain! Udah berapa kali coba bang Langit hilangin parfum Bulan?" tanya Bulan kesal.

"Baru 10x dek."

"Gue udah bilang ke ayah untuk beliin lo parfum itu lagi. Lo tenang aja, besok ayah pulang." Sambung Langit dengan watadosnya.

TIN! TIN..!

"Yaudah! Bulan pamit berangkat sekolah dulu, Assalamualaikum.." ucap Bulan cepat lalu keluar dari kamar Bulan dan turun ke bawah saat melihat mobil Bintang telah terparkir dihalaman rumahnya.

"Waalaikumsalam."

***

"Selamat pagi pacar.." ucap Bulan ceria masuk kedalam mobil Bintang setelah melupakan drama parfum barusan.

"Pagi." balas Bintang dengan mengacak pelan rambut Bulan.

"Besok ayah pulang, kamu mau oleh-oleh apa?" tanya Bulan.

"Aku mau anaknya aja." Jawab Bintang santai.

"Apasih! Tau ah capek ngomong sama kamu." ucap Bulan malu dengan mengalihkan tatapannya dari Bintang.

"Dalam hati mah seneng." goda Bintang menahan tawanya.!

"BINTANG!" ucap Bulan keras lalu mencubit lengan Bintang.

"Haahahahah.." tawa Bintang saat melihat pipi merah sang Bulan.

***

Setelah tiba dihalaman sekolah, Bintang memarkirkan mobilnya lalu terlebih dulu keluar dan membukakan pintu mobilnya untuk sang Bulan.

Tak hayal, adegan manis tersebut membuat iri para fans dari Bintang.

"Kenapa rame?" tanya Bulan bingung.

"Ga tau." jawab Bintang singkat seraya merangkul pundak Bulan lalu melangkah kearah kelas mereka berada.

"WOI..PAK BUDI OTEWE!" teriak si Purnama lalu berlarian bersama Raya dan Revan yang baru saja memasuki kelas.

Estrella LunarCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang