Ketidaksengajaan

744 153 42
                                        

✨🌗

 
Tanpa sadar, lo itu merepotkan.
gue benci itu.

- Bintang untuk Bulan -


******

' Mata itu..lagi?'

"BULAN!"

Panggilan itu seakan membuat Bulan tersadar setelah beberapa saat termenung.

"HA? kenapa?" Tanya Bulan bingung.

"Lo itu yang kenapa? Gue udah panggil-panggil eh  malah diem didepan pintu kek orang bego, ga malu di liatin sama yang lain?" ucap Raya membuat Bulan terkejut.

Yang lain? Astaga! penyakit pelupa Bulan kumat. Mata Bulan menyapu melihat keadaan didalam kelas yang diam-diam memandanginya seraya menahan tawa.

'Aduh malu banget!' gerutu Bulan dalam hati.

Dengan wajah merah menahan malu, Bulan menundukan kepalanya dan berlindung dibalik tubuh Raya.

"Dah ah yok masuk! kita duduk di situ aja" ajak Raya sambil menarik tangan Bulan menuju kursi yang masih kosong. Kursi ke tiga dari depan yang langsung menghadap meja guru.

Dan, kebetulan kursi yang diduduki Bulan itu tepat berada di depan kursi Bintang.

"Ray.." panggil Bulan

"Hmm.." balas Raya singkat.

"Ishh Raya! dengerin dulu gue mau nanya serius!" balas Bulan dengan suara agak di kecilkan.

"Apaan? Bentar deh cacing gue udah gede ntar mati lagi!" ucap Raya serius memainkan game yang ada di handphonenya.

Bulan yang mendengar ucapan Raya hanya pasrah dan tidak mengganggu Raya lagi.

"YEY MENANG!" teriak Raya heboh.

Bersamaan teriakan Raya, mata Bulan tak sengaja melihat lelaki pemilik iris mata itu tengah berjalan kearah pintu kelas dan keluar dari kelas mereka.

'Jalan aja udah kaya model!' batin Bulan terpesona.

"Woi! menang-menang palalu enam, ni telinga gue sakit dengarnya." sambar Bulan ketika mendengar teriakan Raya tepat didekat telinganya.

"Hehe ya maap!"

"Oiya, lo tadi mau nanya apaan?" sambung Raya ketika telah memenangkan game cacing tersebut.

"Sini deketan.." ucap Bulan pelan.

"Lo tau gak cowo yang duduk tepat di belakang kursi gue?" Tanya Bulan serius.

"Taulah! siapa coba yang ga kenal anak dari pemilik sekolah SMA 1 bintang." jawab Raya santai. Raya pikir Bulan akan bertanya tentang hal serius, ternyata malah nanyain hal ga penting.

"HAH? Apa?!" Tanya Bulan seperti meminta penjelasan lebih dari Raya.

"Cowo dingin yang duduk dibelakang kursi lo itu anak dari pemilik sekolah kita! namanya RAKA BINTANG XIGERA, Anak pertama dari Bapak Xigera yang paling tampan dan kaya raya."

Estrella LunarCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang