47. Donor Darah

1.9K 78 12
                                        

Di pagi yang cerah ini, Putra berangkat Pagi-pagi sekali, hanya untuk bisa bertemu Key.

Ditengah perjalanan tiba-tiba ponsel Putra bergetar, menandakan ada telpon masuk.
"Halo mah"

"Kamu kok gak sarapan sih?"

"Putra buru-buru mah, nanti aja di sekolah"

"Aduh ..., kamu jangan lupa makan nanti" pesan ibunya Putra.

"Iya mah, udah-udah Putra masih di jalan ni sam---

Cit.....
Cit.....
Bum....

Mobil Putra terguling-guling di atas jalanan, dengan kondisi jalan yang belum ramai serta percikan-percikan api mulai keluar dari arah belakang mobil Putra.

"To-tolong ...."

Terdengar suara lirih Putra meminta tolong.

Sopir truk yang menabrak mobil Putra segera turun dari mobilnya untuk menolong Putra.

"Mas ..., mas gak papa mas?"

Tak ada sautan dari dalam membuat sang sopir makin panik, "mas bisa dengar saya mas, mas?"

"To-tolong sa--" Kalimat terakhir yang di ucapkan Putra sebelum dia tak sadarkan diri seperti sekarang.

*****

"Mimpi apaan gue semalam bang, lo kok bisa bangun pagi?" Tanya Key, dia heran Varo bisa bangun pagi-pagi sekali.

"Dih, bagus gitu, kalo gue bangun pagi" ucap Varo.

"Iya-iya bagus, udah lah Key laper ni," Ucap Key sambil mengelus-eluskan perutnya.

"Sini-sini cepatan makan" panggil Brayen yang sedang menata masakannya di meja makan.

Varo mendekat ke meja makan dan mencium aroma harum dari masakan Brayen, "Wah enak keknya ni," Varo bersuara.

"Tumben-tumben masak enak" Ucap Key

"Ya udah kalo gak mau," jawab Brayen judes.

"Dih, dih ambekan," sindir Key.

"Au ah gue laper pokoknya," Varo langsung saja duduk dan menyantap masakan Brayen.

"Enak," puji Varo.

"Oh jelas siapa dulu yang masak," Brayen bangga akan masakannya.

Mereka makan dengan tenang, selesai makan segera Key dan Varo menuju sekolah begitu juga dengan Brayen yang berangkat ke Kampus.

Di tengah perjalanan, mereka harus berhenti karna kemacetan yang ada di depan, "Eh bang ada ramai-ramai apa itu," tunjuk Key pada gerombolan orang-orang yang ramai di depan mereka.

"Kecelakaan keknya, liat tu ada polisi sama macet lagi," keluh Varo.

"Turun yuk bang," aja key

"Males, tapi kepo sih, udahlah ayo turun kita liat."

Mereka keluar dari mobil dan menuju tempat kejadian.

"Misi mas ada apa ini," tanya Varo pada orang yang berdiri di depannya.

"Ini mas ada kecelakan, kasihan ini anak masih sekolah," ucap orang itu.

"Kok bisa mas?" Tanya Varo.

"Kurang tau juga sih mas, Katanya tadi di tabrak Truk yang melawan arah, mobilnya sampe terbalik gitu,"

"Ehh sepertinya baju kalian sama deh, tu liat sama kan," tunjuk orang itu pada korban di depan. Korban sedang di evakuasi oleh para medis.

Senior Dingin (Sending)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang