"Astaga, bang kenapa?!"saat memasuki Rumah ternyata Varo sedang asik nonton drakor.
Karna terlalu asik dan terbawa suasana Varo tidak menyadari bahwa abangnya datang.
Dan yang membuatnya kaget saat Brayen dan Alex duduk di sampingnya serta tangan Brayen yang terluka cukup parah.
"Biasa Var, abis nguli dia"jawab Alex.
"Serah lex, serah"
"Ih beneran bang ini kenapa? Kok bisa luka gini sih?"tanya Varo lagi karna belum puas dengan jawaban Alex.
"Enggak pa-pa Var."jawab Brayen mencoba untuk supaya Varo tidak bertanya.
"Cih kek cewe lo bang! Enggak pa-pa"kesal Varo.
"Dih adek lo Ndra?"
"Bukan lex,anak tetangga nyasar"jawab Brayen asal dengan kekehan.
"Apa sih bang"
"Udah-udah ambilin abang kotak P3K doang Var"
"Hmm bentar"
Dengan kesal Varo mengambil kotak P3K di dalam lemari dekat TV.
"Nih"
"Gak mau obatin abang sekalian?"
"Ogah"Ucap Varo malas dan melanjutkan nonton Drakornya.
"Tahan gue lex,tahan buat gak hujat"ucap Brayen dramatis.
Plak
"Bego lo Ndra"
Geram dengan tingkah Brayen, Alex memukul bahu Brayen dengan keras.
"Sakit setan"
"Gak dengar gue tutup mata"Alex menutup matanya dan memilih duduk di samping Varo ikut nonton Drakor.
"Woe lo pada gila ya, enggak ada yang mau bantu gue gitu?"tanya Brayen pada Alex dan Varo yang asik menonton ketimbang membantu Brayen mengobati lukanya.
"Var lo dengar gak kek ada suara-suara tapi gak ada wujud, ihh seram ternyata rumah lo"Alex bercanda sambil memasang muka ngeri ketakutan.
"Anjir lah bang, seram amat ya rumah gue"
"Set---"kesal, Brayen yang berteriak tapi tidak jadi keburu Key datang.
"Abang kenapa?"tanya Key yang langsung menghampiri Brayen.
"Dek, ngomong sama siapa?"tanya Varo.
"Iya key, ngomong sama siapa?"
"Ini masa bang Brayen"tunjuk key pada Brayen yang berada di hadapannya.
Brayen memasang wajah kesal bukan main.
"Dek, gue enggak tau kalo lo bisa liat yang enggak terlihat."
"Bhaaa ... iya bang, Key bisa komunikasi sama mahluk Ghaib loh, ini ada di depan Key"tawa key yang tau situasi itu kenapa.
"Kalian sama aja, minggir"
Bukannya di bantu Brayen malah di buat kesal oleh kelakuan kedua adiknya dan sahabatnya apa lagi dia di bilang makhluk tak kasat mata.
"Bang mau kemana? sini Key obatin dulu"
Ucap Key yang ingin membantu Brayen.
Brayen pun berbalik lagi ke tempat semula di mana tadi dia duduk.
"Sini, Key obatin dulu baru abis itu ngambeknya"
"Uhh atut gue Key"ucap Varo masih mengejek Brayen
"Udah, sstaga"
"Ini kenapa sih bang, sampe luka gini?"tanya Key.
Brayen memilih bungkam, dan malah Alex yang menjawab "itu Key karna mantan"jawab Alex
"Lex"
"Ya maap"
KAMU SEDANG MEMBACA
Senior Dingin (Sending)
Teen Fiction(SLOW UPDATE, DILARANG PLAGIAT❌) SIAP BACA INI HARUS SIAP DIGANTUNG SAMA AKU! BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM BACA Sebelumnya author minta maaf kalo masih banyak tipo bertebaran, soalnya ini cerita pertama aku hhehe. Semoga suka ya sama cerita ini. Berlata...
