54. Ke Barbaran Key

392 22 1
                                        

"Aaa, malu banget gue sumpah, hilangin gue dari bumi ini plis." Key terus saja menggerutu saat kelas seni budaya telah berakhir, pasalnya dia sangat amat malu saat sedang menari dengan maksimal malah dikacau oleh Adit dan kawan-kawanya.

"Ya siapa suruh lo malah sempat-sempatnya liat kearah jendela, coba aja elo enggak nengok dan malah fokus sama tarian lo pasti aman kok key," jelas Della.

"Ya tapi kan kalo mereka juga enggak manggil dan kek orang gila gitu gue enggak kepancing," kekeh Key.

"Udah kenapa sih, lagian udah berlalu juga. Lagi pun yang penting nilai lo aman Key enggak jelek-jelek amat kan?"

"Iya sih, tapi gue malu banget diketawain sama mereka. Pokoknya gue harus buat perhitungan sama mereka."

"Ya silahkan itu mereka Key. Kak Adit!"
Panggil Tia saat melihat Adit dan kawan-kawannya tidak jauh dari sana. Adit menoleh dan tersenyum saat melihat Key, dengan segera dia menghampirinya dan merangkul pundak Key tanpa rasa malu sedikit pun dengan sekitarnya.

"Ehem gue curiga banget kalo mereka berdua ini emang udah pacaran tapi enggak mau dipublis aja," sindir Sam yang sama halnya dengan Della, Eva dan Tia yang curiga.

"Kalo iya kenapa kalo enggak kenapa?" tanya Adit.

"Ya kalo iya kan, kita bisa makan gratis iya gak Guys?" Sahut Angga.

"Nah lo kapan mau resmiinnya Ga?" skak Adit dengan pertanyaan yang membuat Angga langsung bungkam.

Raka tertawa paling kencang saat melihat Adit memberikan pertanyaan yang sangat-sangat bisa membuat Angga diam seketika.

"Aduh emang ya temen-temen gue suka banget mainin anak orang, gue aja sebagai playboy udah tobat karena takut karma, lah lo berdua belum aja kena. Biar aja lo berdua nyesal karena buang-buang waktu."

"Udah-udah kenapa jadi bahas yang enggak penting sih, mendingan kita makan aja, entar tiba-tiba bel masuk pada heboh," lerai Della.

Key jalan duluan meninggalkan mereka semua.

"Ups! sorry, gue enggak sengaja soalnya enggak liat ada orang lewat."
Key menatap gadis itu tidak percaya, apakah badan sebesar dia tidak kelihatan sama sekali oleh matanya.

"Minggir gue mau lewat," ucap Clara.
Karena Key merasa tidak terima Key pun menarik pergelangan kaki Clara sampai membuat Clara ikut terjatuh. Key mengeluarkan senyuman evilnya.

"Lo ya, mau cari masalah hah!" Pekik Clara.

"Kak Clara yang terhormat mohon maaf, saya kira tadi kaki meja, soalnya saya enggak lihat," ucap Key dengan tampang polosnya.

Clara menganga tidak percaya. "Apa lo bilang? enggak liat, mata lo ditaruh di mana hah?!"

"Nih kak jangan lupa ngaca ya," ucap Key sembari memberikan Clara sebuah cermin kecil miliknya. Tanpa peduli Key bangkit meninggalkan Clara di lantai. Mereka berdua berhasil membuat seisi kantin menjadi terfokus terhadap mereka ketimbang aktifitas mereka yang seharusnya di kantin.

"Anjing ya lo!" Teriak Clara.

"Hah, apa kak? enggak kedengaran."

"Anjing lo."

"Ups! pinter banget sih peliharan satu ini, nurut lagi."

Seisi kantin tertawa mendengar ucapan Key. Sedangkan Clara yang sangat geram dengan Key pun bangkit dan menjambak rambut Key.

Key meronta kesakitan, setelah puas dengan menjambak rambutnya Key, Clara hendak menampar Key hanya saja tertahan oleh lengan besar Adit.

"Berani lo sakitin dia pakai tangan kotor lo itu, gue jamin hidup lo menderita!" ancam Adit.

Senior Dingin (Sending)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang