“Sepi ya sekolah tanpa mereka anak kelas duabelas, udah enggak bisa cuci mata dengan bebas kek dulu lagi,” keluh Eva.
Kantin yang dulu akan ramai diserbu oleh kaum wanita kini tidak seramai itu lagi, semejak anak kelas duabelas sudah menyelesaikan ujian sekolah dan tidak sekolah lagi membuat kantin yang biasa diisi oleh mereka sedikit sepi dan lebih tenang. Mespun ke kantin sekedar hanya untuk melihat Adit cs saja sudah puas bagi para wanita penghuni SMA BANGSA.
“Dulu aja selalu makan diganggu sama kak Adit cs, sekarang enggak ada mereka sepi banget ya.”
Dibalik kata yang diucapkan oleh Della terdapat kata sindiran untuk Key.
Tia yang langsung paham akan maksud ucapan Della pun langsung menambah. “Iya ni se. pi ba. nget.” Katanya penuh penekanan di kata sepi banget.
“Key, Kak Adit enggak ada chat lo gitu misalnya dia nyatain perasaanya atau apa gitu? Lama banget lo digantung Key. Dikira ini kek cerita Wattpad aja apa, di WP aja meskipun pdktnya lama belum tentu bakal jadi, ya tergantung authornya juga sih ya. Enggak bisa apa tinggal sat set sat set gitu kan enak.”
Mendengar ucapan Della membuat Key berfikir sejenak, sudah beberapa minggu dia tidak ada chattingan dengan Adit, sekedar se hai atau bertukar kabar pun sudah tidak lagi semenjak hari di mana Adit cs masuk untuk terahir kalinya ke sekolah dan itu sudah lama sekali.
“Enggak, mungkin Dia sibuk kali mau ngurus keperluan kuliahnya," jawab Key jujur.
“Lo enggak kangen gitu Key sama kak Adit?” tanya Tia
“hmm”
“Mode Kutubnya on ni makanya jawabnya hmm. Pasti hmm itu tandanya iya kan Key.”
“Enggak usah deh lo nanya pertanyaan yang enggak berfaedah itu Tia, udah pasti si Key kangen lah sama Kak Adit, lo juga kan kangen pasti sama Ayang Angga lo?”
“Yang udah dikasih kepastian sih beda ya sama yang masih digantung kek jemuran baju ini,” sindir Eva.
Tepat pada saat mereka Adit cs memutuskan untuk dinner bareng di sanalah Angga memutuskan untuk mengutarakan perasaanya kepada Tia dan dengan Gentle nembak Tia di depan sahabat-sahabatnya.
“Gue liat-liat lo makin bucin sama Ayang lo Ti, lo kuat emangnya Ti kalo harus LDR-an sama Bandung Jakarta?”
Tia menunjukan wajah sedihnya karena harus LDR dengan Angga.”Sedih sih pasti, tapikan demi masa depan enggak apa-apa. Lagi pun kalo dia berani macama-macam bakal gue pites tu palaknya, gue colok matanya kalo sampe berani ngelirik cewek lain di sana.” Jawab Tia dengan penuh keyakinan yang menggebu-gebu.
Key yang fokus mendengar colotehan teman-temannya pun hanya bisa tersenyum sambil menikmati makanan di hadapanya saat ini. tiba-tiba sesuatu bergetar dari dalam sakunya, Key meronggoh mengambil benda pipih dari dalam sana. Dahinya berkerut dengan sangat jelas saat melihat satu notifiksi di ponselnya.
Hai Key, malam ini sibuk enggak?
Seperti itulah notif yang masuk dan yang membuat Key heran adalah sang pengirim pesan. Tertera nama seseorang yang Ia rindukan selama beberapa minggu ini yang entah ke mana saja selama ini tak ada kabarnya. Tanpa berfikir panjang Key mulai mengetikan beberapa kata untuk membalasnya.
Enggak, kenapa?
Balas kek gini keliatan cuek enggak ya. Batin Key.
Ting…
Kalo gue ajak dinner malam ini mau?
Dinner, gumam Key. Yang di dengar oleh teman-temannya.
“Siapa yang dinner Key, lo di ajak dinner?” tanya Tia
“Sama siapa? Kak Adit ya?
“Kapan Key, beneran dinner sama kak Adit?” Serbu mereka dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat Key memilih diam sejenak sambil memandangi wajah penasaran teman-temannya.
Key menganggukan kepalanya. Mereka bertiga dengan kompak menutup mulut dengan kaget.
“Beneran Kak Adit yang ngajak ngedate?” tanya Tia sekali lagi memastikan.
Key menyerahkan poselnya pada mereka bertiga sebagai bukti nyatanya.
“Wah, padahal baru aja diomongin orangnya, kata gue sih lo harus terima sih Key.
“Udah deh sini gue aja yang balas.” Dengan cepat Della merampas benda pipih tersebut dari tangan Tia dan mengetikkan beberapa kata. “Sip, udah gue balas Mau Key. Pokoknya entar malam lo harus cantik pokoknya, kita harus dandanin sih Key biar sukses ngedate malam ini.”
Key merebut kembali ponselnya dari Della dan mengomeli sahabatnya itu.” Kenapa lo balas mau sih Del, kan belum tentu gue mau. Udah beberapa minggu enggak ada kabar tiba-tiba ngechat mau ngajakin dinner kan aneh.” Key tanpa sengaja keceplosan.
“Cie Key, ketahuan deh kalo lo beneran kangen sama kak Adit kan, buktinya selama ini lo kangen di chat sama dia. Gue tau sih kalo cewek kangen tu enggak bakal mau yang namanya chat duluan dan lebih milih nangis ketimbang ngechat duluan. Gengsinya tinggi banget, Cuma kata gue ya Key dari pada lo pendam tu rasa kangen mending turunin tu gengsinya dikit, mana tau kalo sebenarnya Kak Adit itu juga rindu sama lo tapi dia pengen lo yang chat dia duluan kan.”
“Dengerin tu Key kata pakar cinta kita Key.”
“Udah deh pokoknya habis balik sekolah kita semua kerumah lo bantuin lo jadi cantik. Mana taukan kalo lo mau dikasih kepastian dan enggak digantung lama-lama lagi.
Key hanya bisa pasrah saja mengikuti ucapan sahabat-sahabatnya. Tidak dapat dipungkiri Ia memang sangat rindu pada Adit.
Ditengah obrolan mereka yang asik tentang persiapan apa saja yang akan Key siapkan untuk nanti malam dari arah pintu masuk kantin Putra datang dan menghampiri meja Key dan sahabat-sahabatnya.
“Key, kamu sibuk enggak, boleh aku minta waktu kamu sebentar aja?”
Della yang memang tidak suka pada Putra pun menatap Putra dengan sangat sinis dan menjawab pertanyan Putra yang ditunjukan pada Key.
“Sorry Key sibuk enggak punya waktu untuk lo, bisa enggak sih jangan gangguin Key lagi lo itu udah jadi masa lalu Key jadi jangan suka gangguin Key lagi deh, jauh-jauh dari kehidupan Key kalo bisa,” ucap Della.
Menganggap ucapan Della yang barusan hanyalah angin lalu yang tidak penting bagi Putra, membuat Tia yang terpancing emosi pun menggebrak meja dengan kasar geram akan sikap Putra yang tak gampang menyerah ini. “ Lo punya telinga enggak sih Put, kalo Della udah ngomong kek gitu itu tandanya lo harus pergi, bikin nafsu makan kita hilang aja sih lo. Lo itu udah bukan siapa-siapa Key lagi jadi jangan dekatin Key lagi bisa enggak sih.”
Semenjak Adit sudah tidak bersekolah lagi Putra menjadi dapat sebuah kesempatan lagi untuk mendekati Key kembali, baginya peluangnya kini besar untuk bisa kembali lagi mendapatkan hati Key dan sudah tidak ada penghalangnya lagi.
Key menarik nafas dalam dan menghembuskannya dengan kasar.
“Putra gue mohon stop, gue capek Put dengan sikap lo yang kayak gini. Semenjak lo pindah hidup gue yang udah tenang jadi terganggu sama kehadiran lo.”
Mendengar ucapan Key yang menusuk hatinya membuat Ia tetap tak beranjak dari sana.
“Aku mohon kasih Aku satu kesempatan lagi Key, Aku akan lakuin apapun asal kamu mau maafin aku dan kita bisa kayak dulu lagi.”
Lagi dan lagi itu terus yang Putra sebutkan selama ini, kesempatan untuknya hingga membuat Key muak.
****
Haihai guys apa kabar ni?
Udah lama banget ya sending enggak update ni pada rindu ga?
Maaf ya kalo akunya suka malas update😂 jangan ngamuk guys.
Mulai sekadang aku bakal rajin update deh, enggak mau janjiin kalian tapi liat aja entar deh kejutan-kejutan apa yg akan aku bikin. Pokoknya tunggu aja.
Jangan lupa, vote, dan share ya cerita sending.
Baibaii guys
KAMU SEDANG MEMBACA
Senior Dingin (Sending)
Fiksi Remaja(SLOW UPDATE, DILARANG PLAGIAT❌) SIAP BACA INI HARUS SIAP DIGANTUNG SAMA AKU! BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM BACA Sebelumnya author minta maaf kalo masih banyak tipo bertebaran, soalnya ini cerita pertama aku hhehe. Semoga suka ya sama cerita ini. Berlata...
