"Rekam dengan benar ya." Peringatan Ara dengan mulai bersiap duduk diatas kursi yang telah Alaska siapkan.
Alaska mengacungkan ibu jarinya. Lalu mengisyaratkan untuk mulai rekaman.
Ketika kamera sudah mulai merekam. Yang Ara lakukan pertama adalah tersenyum. Lalu melambaikan tangannya didepan kamera.
"Mama, papa, kalian apa kabar? Semoga kalian tetep sehat, aku sayang banget sama kalian, meskipun aku bukan anak kandung kalian, tapi Ara sudah menganggap kalian orang tua Ara sendiri. Maafin Ara sebelumnya, Ara banyak berhutang pada kalian, tapi Ara harus pergi untuk mencari keluarga Ara disuatu tempat yang sedikit Ara tahu, sebenarnya Ara ingin bertemu kalian saat ini sebelum pergi, tapi kalian memang harus berbisnis diluar kota." Ara memotong ucapannya, dia harus berusah menahan air mata yang akan keluar. Dari sana Alaska melihatnya dengan menggembangkan senyumnya.
"Kalian hebat, jangan sedih ya,, Ara pasti akan kembali nanti. Sekarang Ara ingin bertemu keluarga Ara. Terimakasih ma, pa. I love you. Aku akan balik lagi yah. Kalian harus semangat dan jaga kesehatan. " Ara melambaikan tangannya lalu menunduk untuk mengusap air matanya yang terlanjur jatuh beberapa kali.
Alaska menghetikan rekamannya. Lalu berjalan mendekat.
"Gimana? Kamu sedih banget?"
Ara mengangguk. "Boleh ngak aku minta sesuatu dari kamu?" Tanya Ara seraya mendongakkan kepalanya menatap Alaska.
"Boleh, apa?"
Ara memegangi lengan Alaska. "Kalau aku udah pergi, kamu kasih rekaman itu ke orang tua aku. Kamu bantuin aku, seakan-akan aku ini manusia bumi yang amnesia, meskipun aku tahu ini sangat menyakitkan tapi aku harus melakukan ini."
Alaska mengangguk, dia setuju, rahasia yang paling penting ini adalah Alaska yang tahu, dan hanya dia yang Ara percaya.
"Aku berhutang banyak pada orang tua angkat aku ska, dia membelikan apartemen, menyekolahkan aku dan memberi kebutuhanku. Aku ingin membalas ska, kamu harus selalu kunjungin orang tua aku kalau dirumah, anggap aja aku bersama mereka. "
Alaska tersenyum. Dia mengelus-elus rambut Ara lembut. " Aku pasti lakuin itu. Ada lagi?" Tanyanya.
Ara mengangguk. "Kalau kamu sukses, mau Ngak kamu beri mereka sesuatu. Sebagai bentuk rasa terima kasih aku, aku Ngak bisa ngasih mereka apapun. Dan aku minta kamu yang ngasih, atas nama aku boleh? Kalau kamu gak mau aku juga gak maksa." Ujarnya ragu.
Alaska tertawa renyah, " Kenapa harus nanti, sekarang aja." Ralatnya.
Ara segera menggeleng. "Gak. Aku ingin itu hasil kamu."
Baiklah, Alaska sungguh dibuat gemas dengan wanita didepannya ini. "iyh, aku janji bakalan kerja keras dan sukses nanti." Alaska menunduk agar wajahnya bisa sejajar dengan Ara.
"Makasih yah.. makasih banget, apa aku berhutang?" Ara sangat-sangat senang.
"Ngak. Semua yang aku miliki itu milik kamu juga Ra, karna hubungan kita juga tidak ada akhirnya, meskipun kita harus beda dunia."
Ara tersipu-sipu dengan wajah merah dipipinya.
"Sejak kapan belajar romantis?"
"Sejak kemarin. Udahlah, yang penting aku mencoba yang terbaik sekarang. Cewek itu suka protes." Alaska berargumentasi.
"Janji ya?"
"Iya, janji ratu." Goda Alaska yang langsung dapat pukulan dari tangan Ara, dia hanya mengadu sakit.
"Kemall yuk." Ajak Alaska.
"Kamu yang bayarin yaa, aku gak punya uang, uang dari orang tua aku gak aku pake." Ara memainkan alisnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Terimakasih bumi
Romance"ska, lo kecewa sama gue?" "Gue kecewa..." ___ Dibumi ini kita tidak hanya belajar mencintai, tapi sebaliknya, terkadang kita butuh belajar dicintai. Itu adalah teori sederhana sebagai manusia yang ingin berterimakasih pada diri sendiri. --- Sepanja...
