Aku, Alaska, dan Ara.

19 3 0
                                        


Disini semua cerita bermula......

Aku, ini bukan Alaska atau Ara, aku ini manusia bumi seperti kalian, Rani. Itu namaku. Sangat bagus bukan?

Tanpa aku harus mengenal kan kronologiku pada kalian itu akan membuat lama, karna disini aku akan menceritakan bagaimana semuanya menjadi cerita terimakasih bumi.

Singkat waktu, dua Minggu yang lalu....

aku membeli sebuah apartemen di Jakarta, itu bukan tempat kelahiranku, melainkan salah satu kota yang aku ingin kunjungi, beruntung sekali tuhan memberikanku waktu untuk bisa ke Jakarta, itu semua karna aku juga akan kuliah jurusan sastra bahasa.

Selama perkuliahan libur aku jarang sekali keluar apartemen, dan menggeluti banyak cerita yang aku tulis dilaptopku.

4 gelas mathca mengiringi imajinasiku saat menulis. Tidak jauh-jauh dari berhayal juga salah satu hobiku.

Semua bayangan yang sudah menjadi kerangka bab cerita terakhir itu hilang ketika bel apartemen berbunyi 2 kali.

Aku mengumpat dalam hati. Siapa yang menggangu ku saat-saat seperti ini. Tidak sopan.

Kakiku berjalan membukakan pintu apartemen, dalam sedetik kemuadian, aku seperti sedang bermimpi.

Yang datang bukan teman kuliah ku atau kenalanku dijakarta siapa coba?

Ini adalah cowok yang namanya menjadi sorot utama dunia publik dan bisnis. Wajahnya selalu terputar dalam tv dan banyak lagi, belum lagi menjadi sebuah model yang sangat tampan dan memikat semua hati kaum hawa. Dunianya seakan berteriak, seseorang itu tengah didepannya.
Alaska.

"Permisi.." suara baritone Dan sangat tegas berkharisma itu membuyarkan bayanganku.

Aku terperanjat kaget.

Aku gugup sendiri sambil tersenyum ramah. Padahal aku bersumpah siapapun yang datang, akanku bunuh dan tendang hingga kutub selatan.

"Apa saya boleh masuk Apartemen anda?" Tanya Alaska formal. Wajahnya terlihat datar dan sangat mempesona.

Bagai tersambar petir sehari, aku bisa mati, ucapan Alaska barusan terdengar mimpi ditelingaku.

"Heh?" Tanyaku ragu.

"Saya akan membayar anda jika mau, saya hanya ingin melihat apartemen ini."

"Tapi, saya belum membereskan nya. " Balasku tidak enak, mau nolak juga tidak enak, mau mempersilahkan juga pengen tapi apartemen ku sedikit belum ku bersihkan, meskipun aku memang sangat tidak suka kotor, untuk ukuran wanita, aku memang sangat bersih ketika menempati suatu ruangan.

"Tidak apa-apa. Jadi bolehkan saya masuk?"

Dengan cepat ku anggukkan kepalaku dua kali dan memberi cowok itu ruang untuk masuk.
Aroma parfum Alaska sangat menyentuh dan menyegarkan. Cowok itu benar-benar dalam lingkup sempurna.

Aku belum paham sepenuhnya, bagaimana mungkin seorang Alaska bisa masuk kedalam apartemen ku. Ini artist. Ini seperti diluar kendali ku. Jujur Aku sangat mengaguminya.

Aku mengikuti nya, dia melihat lihat apartemenku, apa ada sesuatu? Aku pun tidak tahu. Apa yang dia cari.

Padahal diluar sana dia bisa lebih memeilih memasuki apartemen yang mewah dan mahal, bukan Apartemen yang kubeli.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 17, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Terimakasih bumiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang