Bahkan langit diatas sana masih gelap. Semua orang masih bergelung di atas tempat tidur yang nyaman. Hanya terdengar suara berbisik kicauan burung yang akan memulai perjalanan nya di pagi hari.
Mario merapikan bajunya sekali lagi. Namun tetap saja, dirinya tidak merasa cocok dengan setelan biru itu. Ini sudah pasangan baju yang ketiga yang dicobanya sedari tadi. Dan Mario belum juga merasa pas.
Angel yang terbangun membuka matanya. Diusap-usapnya agar penglihatannya tampak dengan jelas.
"Papa, sekarang jam berapa?" Ucap gadis kecil dengan piyama tidur berwarna pink miliknya.
"Jam lima sayang"
Angel memperhatikan papanya itu dari atas sampai bawah. Setaunya mereka sedang berlibur, kenapa papanya berpakaian rapi seperti akan berangkat bekerja?
"Papa mau kerja ya?"
"Bukan sayang"
"Lalu?"
"Emmm". Mario berjalan mendekati Angel. Mengelus pelan rambut anak perempuannya tersebut dan memberi sebuah kecupan selamat pagi.
"Angel, papa akan pergi dulu. Hanya sebentar, nanti om Robert akan datang sebentar lagi. Kamu boleh pergi jalan-jalan sama om Robert sepuasnya. Tapi jangan makan es krim terlalu banyak. Ok?"
Wajah gadis kecil itu berubah murung. Kesal akan papanya yang katanya akan berlibur menghabiskan waktu bersama dengan nya. Tapi yang ada dari kemarin mereka sama sekali belum pergi kemana-mana.
"Huaaa papa, Angel gak mau ditinggal lagi. Angel mau ikut papa. Jangan pergi"
"Hei sayang, sttt jangan nangis. Princess nya papa gak boleh nangis. Nanti pipinya makin gembul. Papa janji besok kita pergi jalan-jalan okey? Tapi hari ini papa harus pergi. Angel bisa ngertiin papa kan?"
"Tapi Angel gak mau disini sendirian. Angel mau sama mama aja kalau gitu"
Gadis itu membalikkan tubuhnya membelakangi Mario. Tanda bahwa dia sedang merajuk. Mario terkekeh geli saat melihat rambut Angel yang mencuat kesana kemari. Gadis kecilnya itu memang ajaib.
"Bagaimana kalau nanti setelah papa pulang, papa bawain Angel Martabak jagung manis yang banyak."
Aduduh. Mana bisa Angel digoda dengan Jagung. Apalagi jika memabayangkan betapa nikmatnya jika jagung itu berpadu dengan manisnya lelehan susu.
"Aaaa papa curang. Kalau begitu bawakan buat Angel lima kotak"
"Heh ada-ada aja kamu. Lima kotak mana muat diperut kamu. Nanti papa bawain satu kotak semuanya buat Angel seorang. Deal?"
"Tapi jangan bolehin om Robert ambil satu ya?"
"Ok deal. Gitu dong. Kalau begitu papa pergi dulu ya. Om Robert sepertinya sudah sampai di bawah"
Angel memandang mata ayahnya. Lelaki yang tidak termakan usia itu tampak sangat sangat bugar. Tidak salah jika banyak tante-tante di sekolahnya yang selalu bertanya pasal ayahnya itu di sekolah.
"Kalimat ajaibnya mana?" Ucap Mario dengan melipat tangan di depan dada. Menunggu putri kecilnya mengucapkan kalimat ajaib yang selalu diberikan Angel jika dia akan pergi ke suatu tempat.
"Dada papanya Angel yang ganteng. Semoga hari ini kita berbahagia"
"Good job babygirl. See u"
Lalu Mario melangkah keluar setelah mengambil kunci mobil di atas meja. Membuka pintu hotel tersebut dan mendapati seorang lelaki yang lebih tua setahun dibanding dirinya.
"Kau memang sialan merepotkannya. Karna kau aku harus menunda untuk melakukan rapat bersama dengan kakekmu yang bandotan itu!"
Robert menghempaskan kopernya di depan pintu. Masuk begitu saja menyenggol bahu Mario yang membuatnya berdecih pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Random Us [TAMAT]
Historia CortaRandi memandangi adik-adiknya malas. Seorang berada di atas kasur memegang konsol game. Seorang lagi berada di atas adiknya yang sedang bermain itu. Randi tau Devan sengaja. adiknya yang lahir 5 menit setelah dirinya itu tidak akan hidup jika tidak...
![Random Us [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/226168884-64-k386312.jpg)