Dua puluh (Terakhir)

3.2K 284 72
                                        

Didedikasikan khusus untuk kalian semua.

‐-----------------------

Beberapa tahun tak terkira
Bercanda.
2 tahun kemudian

Lelaki paruh baya itu mengambil sesendok nasi dari tempatnya. Diletakkannya juga beberapa lauk pauk ke atas piring tersebut. Hatinya bersorak gembira. Tangannya dengan semangat mengisi piring itu sampai-sampai yang ingin menyantapnya membulatkan mata.

"Pah, cukup"

Mario ingin menampar pipinya setiap kali panggilan itu di dengar oleh Mario dari salah satu putranya. Masih belum percaya panggilan itu bisa didengarnya.

"Kamu harus makan banyak Dev, supaya nanti meetingnya lancar"

Devan menyernyitkan keningnya. Randi yang duduk di sebrang Devan hanya mampu terkekeh pelan.

"Enggak ada hubungannya pa". Ucap Devan

Kedua pemuda tampan itu mulai menyantap makanannya. Mario memandangi mereka dengan seksama.

"Dev, nanti papa yan g pakein dasi kamu ya?"

"Lah, dasi buat apa pa?"

"Ya supaya rapih la dev, gimana sih?"

"Bukan maksud Devan, kenapa harus papa yang pakein. Emangnya Devan anak TK"

Randi hanya mendengar percakapan ayah dan anak itu. Pagi ini Randi memakai baju kaus sederhana berwarna abu, dipadukan dengan celana putih yang membuatnya terlihat sangat menawan.

Randi selesai dengan makanan di atas piringnya. Semua terlihat habis tak bersisa. Di dalam hatinya, Randi bersyukur. Bersyukur atas apa yang Tuhan telah titipkan kepada mereka saat ini.

Mungkin seseorang mulai bertanya-tanya apa yang telah terjadi beberapa tahun belakangan. Yang terjadi adalah, mereka bersama. Menempati rumah sederhana yang dibeli Mario seminggu setelah karirinya berhenti.

Benar, karir Mario mendadak berhenti semenjak pengakuan mengejutkan di media. Semua irang bertanya-tanya pasal Randi dan Devan yang diisukan adalah anak kandung daru Mario. Sementara yang publik tau, Mario hanya mempunyai satu putri hasil pernikahannya dengan istri sahnya.

Jangan tanyakan apa reaksi keluarga Mario. Ayahnya, yang notabennya adalah kakek dari anak-anaknya itu marah besar. Reputasi keluarga mereka sedikit berantakan. Tidak sedikit otang yang menjelek-jelekkan mereka setelah kasus tersebut terkuak di media masa. Beberapa orang yang mampu menerimanya dan tidak berspekulasi aneh-aneh.

Nama Mario langsung dicoret dari daftar ahli waris. Pernikahannya dengan istri sahnya pun berakhir setelah sidang perceraian dua tahun yang lalu. Mario benar-benar tidak punya apa-apa setelah itu.

Namun lelaki itu justru merasa lebih bahagia. Dia terbebas dari kungkungan publik. Dia bebas menjalani hidupnya yang tidak tau kapan berakhir. Dia bahagia mendapatkan harta berharganya yang masih dititipkan Tuhan. Randi dan Devan.

Sejak saat itu mereka hanya hidup bertiga, dengan kerja keras Devan yang bekerja di sebuah perusahaan yang baru seumur jagung. Bukannya mudah bagi Devan mencari pekerjaan semenjak namanya menjadi omongan orang banyak. Berkali-kali dirinya ditolah tanpa alasan jelas, padahal jika mereka melihat kemampuan Devan, mungkin mereka akan mengutuk sesal sudah menolaknya.

Random Us [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang