Sebelas

2.1K 230 4
                                        

Mario masih berada di dalam cafe itu setelah berjam-jam lamanya sambil mengotak-atik sesuatu di laptop miliknya. Putri kecilnya sudah tertidur di sebelahnya dengan kepala yang disandarkan di paha Mario.

Nyatanya, mereka terus menunggu istrinya datang hingga Angel ketiduran karena bosan dan lelah.

Matanya sedari tadi tidak berhenti berkeliaran ke arah belakang cafe tersebut. Entah mengapa, hatinya tidak bisa beralih dari sana. Memperhatikan gerak-gerik seorang pramusaji yang sedari tadi bolak-balik mengantarkan pesanan.

Dan bukannya Mario tidak tau, bahwa orang yang sedari tadi diperhatikannya itu juga mencuri-curi pandang kepadanya.

Mario sudah tidak perduli lagi dengan kedatangan istrinya yang katanya akan menyusul. Sudah masa bodo dengan kelakuan istrinya yang semakin hari semakin membuat kepala Mario pecah.

Kenapa dulu Mario menikahi perempuan ular seperti itu?

Iya, kehidupan Mario yang sering diliput media yang diusut-usut harmonis itu hanya topeng belaka. Kehidupannya di depan kamera dan di belakang kamera sangat jauh berbeda.

Mario selama ini tidak bahagia. Tidak pernah sekalipun dia merasa bahwa hatinya baik-baik saja. Walaupun kehadiran seorang putri angkat nya itu menghiasi hidupnya, Mario tetap merasa kosong.

Apalagi mengingat kelakuan istrinya yang berubah seratus persen dari kelakuan sebelum menikah dengan Mario. Dulu, perempuan itu sangat manis. Sangat anggun dan terlihat seperti perempuan baik-baik. Pokoknya, idaman keluarga Mario sekali.

Tapi sekarang, jangan ditanya. Istrinya hanya menjaga sikapnya bila di depan media dan penggemarnya saja.

Namun kali ini, Mario merasa berbeda. Ketika ditatapnya mata hitam yang membuatnya tersadar bahwa mata mereka sama, Mario juga merasakan sesuatu yang asing masuk ke dalam hatinya.

Mario resah. Tapi juga merasa lengkap.

Wajah itu sangat terasa tidak asing namun juga Mario yakin bahwa dia tidak pernah mengenal pemuda itu.

Tapi sesuatu yang mengisi hatinya terasa sangat menyenangkan. Mario tidak bisa menyangkalnya.

Hingga suara dering hp menghancurkan lamunannya. Mario mengangkat panggilan tersebut. Robert, manajer sekaligus orang kepercayaan Mario.

"Halo" Ucapnya ketus.

"Woah santai bung, aku hanya akan menanyakan sesuatu hal sebentar saja" Disebrang sana, Robert tertawa membayangkan wajah sahabatnya itu yang ketus. Persis Mario Andares sekali.

"Cepat katakan. Kau menggangguku"

"Begini, istri kesayanganmu itu. Ara, tertangkap kamera sedang keluar dari dalam perusahaan milik musuh bebuyutanmu, Deo. Itu bisa jadi skandal besar dan merusak namamu juga"

"Sial. Perempuan itu". Geram Mario kesal. "Dimana dia sekarang?"

"Aku tidak tau juga. Hanya saja sepertinya dia berusaha dengan cepat menutup berita memalukan itu. Ckckck perempuan bersuami dan beranak sepertinya kenapa masih keluar masuk perusahaan selingkuhannya di depan publik. Bodoh sekali. Atau jangan-jangan kau kurang bertenaga untuk jadi satu-satunya?"

"Keparat kau. Matikan telp nya jika kau hanya membuang-buang waktuku. Dan pastikan, jangan sampai Ara merusak citraku dan Angel"

"Yayayaya baiklah bastard. Bersenang-senanglah dengan Angel. Ku dengar dia ingin sekali datang ke kebun binatang disana. Ingin melihat unta katanya"

"Bodoh. Kau  mempermainkan Angelku? Mana ada unta disini sialan"

Suara tawa yang meledak-ledak terdengar. Mario mematikan panggilan dengan kesal. Tingkah laku manusia yang satu itu selalu saja menyebalkan dan memancing kemarahan.

Random Us [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang