Siang itu Xiao Zhan dan Lu Han sedang menikmati makan siang di sebuah cafe. Mereka tampak asyik mengobrol sambil menunggu pesanan mereka datang.
Saat asyik mengobrol tiba-tiba manik hitam indah milik Xiao Zhan terpaku pada sebuah tempat yang letaknya tidak jauh dari tempatnya duduk. Lu Han yang melihat perubahan raut wajah Xiao Zhan pun mengalihkan perhatiannya ke arah yang tengah dilihat oleh gadis manis dihadapannya.
Raut wajah Lu Han yang awalnya penasaran kini berubah menjadi raut wajah bingung dan terkejut.
"I-Itu... Itu bukannya..."
"Iya. Dia suamiku." potong Xiao Zhan. "Dia sedang bersama kekasihnya."
"Hah??" Lu Han menatap Xiao Zhan dengan wajah tidak percaya. "K-Kekasihnya?"
Xiao Zhan menganggukkan kepalanya. Perasaan sedih dan kecewa tampak muncul di wajah gadis manis berkulit putih dan mulus itu.
"Ternyata dia memang hanya ingin mempermainkan perasaanku saja," batin Xiao Zhan. "Semua perkataannya padaku selama ini hanya bohong belaka."
"Zhanie... Kau tidak apa-apa?" Lu Han nampak khawatir karena melihat perubahan sikap Xiao Zhan. "Apa sebaiknya kita pindah tempat?"
"Tidak perlu." Xiao Zhan berusaha untuk tersenyum. "Lagipula kita sudah memesan makanan tadi."
"Apa kau yakin?" Lu Han berusaha memastikan.
Seolah mengerti apa yang dipikirkan oleh pemuda tampan yang ada dihadapannya itu, Xiao Zhan pun tersenyum manis.
"Lu Han, aku tidak apa-apa." Xiao Zhan tersenyum manis pada Lu Han. "Aku sudah terbiasa melihat mereka bersama."
Lu Han hanya terdiam mendengar perkataan Xiao Zhan. Lu Han kemudian menoleh ke arah sepasangan kekasih yang duduk tak jauh dari tempat mereka.
"Jadi selama ini dia selalu menyakiti Zhanie." Lu Han masih menatap ke arah Wang Yibo dan kekasihnya. "Lihat saja nanti Wang Yibo! Aku akan merebut istrimu yang manis ini darimu! Dan aku pasti bisa membahagiakannya!"
Tak lama kemudian datang seorang pelayan membawa nampan berisi makanan yang mereka pesan tadi. Setelah pelayan tersebut meletakkan semua makanan dan minuman di atas meja, pelayan itu pun segera pergi.
"Ayo makan." Xiao Zhan mulai menyuapkan makanan di hadapannya ke mulutnya.
Lu Han pun menanggapinya dengan tersenyum lalu ikut memakan makanannya. Sesekali matanya diam-diam memandang ke arah Xiao Zhan.
===***===
"Bagaimana keadaan Zhanie?"
Saat ini Meng Ziyi tengah duduk berhadapan dengan kekasihnya di sebuah cafe. Sejak dia tiba di cafe tersebut, kekasih tampannya itu hanya diam. Bahkan setelah mereka memesan makanan pun kekasihnya itu masih saja diam seribu bahasa.
"Dia sudah baikan."
"Kau kenapa? Sejak tadi kau hanya diam saja. Tidak seperti biasanya."
Dengan wajah datar dan dingin Wang Yibo menatap gadis cantik di hadapannya. Dia kemudian melipat kedua tangannya di atas meja.
"Ziyi."
"Hn?"
"Aku ingin mengakhiri semuanya."
"Apa maksudmu dengan ingin mengakhiri semuanya?"
Meng Ziyi menatap Wang Yibo dengan pandangan bingung. Dia tidak mengerti apa maksud perkataan pemuda tampan di hadapannya itu. Namun tiba-tiba dia tersenyum senang.

KAMU SEDANG MEMBACA
Benci Jadi Cinta (END)
RomanceXiao Zhan menikah karena dijodohkan oleh orang tuanya yang merupakan sahabat dari orang tua suaminya. Xiao Zhan menerima perjodohan itu dan berusaha mencintai suaminya dengan tulus. Namun Wang Yibo sama sekali tidak mencintai Xiao Zhan dan tidak men...