Waktu menunjukkan pukul enam pagi. Udara pagi masih terasa dingin hingga menusuk tulang. Namun Xiao Zhan tampak telah sibuk di dapur. Awalnya dia berniat membuatkan sarapan untuk Wang Yibo dan Lu Han, tapi akhirnya dia memutuskan membuatkan sarapan untuk seluruh isi vila.
Xiao Zhan terlihat sibuk mencuci sayuran, lalu memotong-motongnya. Dia menyiapkan semua peralatan memasak dan juga bumbu-bumbu.
Lu Han yang baru keluar dari kamar saat melihat Xiao Zhan sibuk di dapur sebenarnya ingin membantunya. Namun dia mengurungkan niatnya, dia mengeluarkan ponsel dari dalam saku celananya.
["Halo..."]
"Jangan tidur saja! Cepatlah bangun dan bantu Zhanie menyiapkan sarapan di dapur!"
Belum sempat suara di seberang menyahut lagi, Lu Han langsung mematikan ponselnya. Tak lama kemudian di lihatnya Wang Yibo keluar dari dalam kamar dan langsung melangkah menuju dapur. Wang Yibo tersenyum saat berpapasan dengan Lu Han.
"Masak apa?"
Xiao Zhan yang sedang memotong-motong jamur kancing terkejut melihat kehadiran Wang Yibo. Mendadak saja Xiao Zhan menjadi gugup, tapi dia bisa segera mengatasi kegugupannya.
"Cuma membuat sup krim jamur dan garlic bread isi ayam untuk sarapan semuanya."
"Aku bantu, ya."
"Tidak perlu. Aku bisa sendiri," sahut Xiao Zhan cepat sambil menyibukkan diri. "Aku tidak mau merepotkanmu."
"Tidak merepotkan kok." ujar Wang Yibo sembari tersenyum. "Jadi apa yang bisa aku bantu?"
Xiao Zhan menghela napas panjang. Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi untuk menolak bantuan Wang Yibo.
"Bisa tolong ambilkan ayam di kulkas?" pinta Xiao Zhan.
"Baik."
"Tolong sekalian cuci bersih ayamnya."
"Baik istriku sayang."
Mata Xiao Zhan membulat mendengar perkataan Wang Yibo. Hatinya kembali berdegup kencang sama seperti saat Wang Yibo mengatakan kalau dia (WY) mulai mencintai dirinya. Perasaan senang menyusup dalam hati Xiao Zhan, namun perasaan itu pun segera sirna saat teringat dimana dia melihat Wang Yibo dan Meng Ziyi di restoran. Wang Yibo telah membohonginya, dan dia tidak mau termakan kebohongan Wang Yibo lagi.
"Ini ayamnya," ujar Wang Yibo membuyarkan lamunan Xiao Zhan. "Aku sudah memotong dan mencucinya."
"Terima kasih," sahut Xiao Zhan dingin.
Xiao Zhan meletakkan ayam pemberian Wang Yibo di atas meja. Xiao Zhan kemudian sibuk membumbui ayam tersebut dengan garam dan lada. Xiao Zhan melapisi ayam tersebut dengan tepung terigu, memasukkannya ke dalam kocokan telur yang tadi sudah dia siapkan lalu membalurinya dengan tepung panir hingga rata.
"Zhanie... Apalagi yang harus aku kerjakan?"
"Potong roti perancis itu, kosongkan bagian dalam roti."
Xiao Zhan berkata tanpa menoleh sedikitpun ke arah Wang Yibo. Xiao Zhan masih sibuk dengan ayamnya. Xiao Zhan mulai menggoreng ayam tersebut hingga kuning keemasan. Setelah diangkat dan ditiriskan, Xiao Zhan menyelimuti ayam goreng tepung itu dengan keju mozzarella.
Wang Yibo memotong roti perancis sambil diam-diam memperhatikan setiap gerak-gerik Xiao Zhan. Karena terlalu asyik memperhatikan Xiao Zhan, dia sendiri tidak memperhatikan roti yang sedang dipotongnya. Tanpa sengaja jarinya pun terkena tajamnya pisau.
"Aduh!" rintih Wang Yibo pelan sembari memegangi jarinya yang terkena pisau.
Xiao Zhan yang sedang sibuk dengan ayam-ayamnya reflek menoleh ke arah Wang Yibo. Dilihatnya Wang Yibo sedang merintih sambil memegangi jarinya yang terluka.

KAMU SEDANG MEMBACA
Benci Jadi Cinta (END)
RomanceXiao Zhan menikah karena dijodohkan oleh orang tuanya yang merupakan sahabat dari orang tua suaminya. Xiao Zhan menerima perjodohan itu dan berusaha mencintai suaminya dengan tulus. Namun Wang Yibo sama sekali tidak mencintai Xiao Zhan dan tidak men...