Chapter 10

3.5K 227 19
                                    


Kertas-kertas kerja tampak menumpuk di atas meja kerja Wang Yibo. Layar di laptop pun menampakkan tulisan dan diagram yang sepertinya rumit. Namun bukan kertas-kertas, tulisan dan diagram yang membuat Wang Yibo pusing.

Saat ini Wang Yibo tengah duduk termenung seorang diri di ruang kerjanya. Hatinya saat ini benar-benar tidak karuan. Tiba-tiba saja kejadian selama dua tahun terakhir datang dalam ingatannya.

Baru hari ini dia menyadari betapa kejam perlakuan dirinya pada Xiao Zhan selama dua tahun ini. Selama dua tahun dia tak pernah memperlakukan Xiao Zhan sebagai mana layaknya seorang istri. Dia selalu asyik dengan Meng Ziyi tanpa mempedulikan perasaan Xiao Zhan.

Dia baru menyadari betapa sakit hatinya saat melihat istrinya berciuman dengan pria lain. Sementara dia selama dua tahun ini tanpa mempedulikan perasaan Xiao Zhan yang selalu merasakan sakit hati setiap kali melihat dirinya dan Meng Ziyi bercumbu mesra di depannya.

"Ternyata apa yang dikatakan Zhanie benar," gumam Wang Yibo lalu mengusap wajahnya dengan kasar. "Hatiku membusuk karena sifatku yang buruk."

Wang Yibo menghela napas berat. Dia benar-benar merasa menyesal telah memperlakukan Xiao Zhan dengan kejam selama ini. Dan kini dia harus merasakan buah dari hasil kekejamannya selama ini.

Baru beberapa hari saja Xiao Zhan tidak mempedulikan dirinya, dia sudah merasakan begitu sakit. Wang Yibo tidak habis pikir bagaimana Xiao Zhan bisa begitu tegar menghadapi rasa sakit selama ini.

"Apa yang harus aku lakukan supaya Zhanie mau memaafkan aku?"

Wang Yibo pun mulai memutar otaknya memikirkan cara supaya Xiao Zhan mau memaafkan dirinya. Dia mencoba mengingat-ingat apa saja yang disukai oleh Xiao Zhan. Namun akhirnya Wang Yibo sadar ternyata selama menikah dengan Xiao Zhan dirinya benar-benar tidak pernah mencoba mengenalnya. Dia tidak tahu apa yang disukai dan tidak disukai oleh gadis manis dan imut itu yang kini menjadi istrinya.

"Wang Yibo! Kau benar-benar kejam dan keterlaluan!" maki Wang Yibo pada dirinya sendiri.


===***===


Lu Han dan Xiao Zhan sedang melakukan syuting sore itu. Mereka tengah melakukan adegan dimana Xiao Zhan yang baru pulang kerja bertemu dengan perampok lalu Lu Han datang menolongnya.

Namun ditengah pengambilan gambar Lu Han sedang berkelahi dengan perampok, tiba-tiba Xiao Zhan kembali merasakan kepalanya pusing. Penglihatannya perlahan-lahan mulai tidak jelas dan akhirnya berubah menjadi gelap. Xiao Zhan pingsan.

"Zhanie!" teriak Lu Han yang terkejut melihat tubuh Xiao Zhan yang tiba-tiba ambruk ke tanah. "Zhanie sadarlah!"

Semua orang yang ada di lokasi syuting pun menjadi panik. Karena Xiao Zhan tak juga kunjung sadar, Lu Han pun segera menelepon ambulance. Tak berapa lama kemudian ambulance pun datang dan langsung membawa Xiao Zhan ke rumah sakit.

Lu Han dengan di temani managernya pun mengikuti ambulance yang membawa Xiao Zhan dengan mobil pribadinya.

Setibanya di rumah sakit tubuh Xiao Zhan pun di letakkan di brankar dan langsung di bawa ke ruang unit gawat darurat. Sementara itu Lu Han yang sejak tadi mengikutinya dari belakang harus menunggu di depan pintu ruang unit gawat darurat.

"Diwu Cheng, cepat kau urus administrasinya!" perintah Lu Han pada managernya. "Aku ingin Zhanie mendapatkan perawatan yang terbaik jika nanti dia harus di rawat inap."

"Baik," sahut Diwu Cheng, sang manager, cepat lalu bergegas meninggalkan tempat tersebut untuk mengurus administrasi.

Waktu terasa berjalan lambat bagi Lu Han yang menunggu di depan pintu ruang unit gawat darurat. Lu Han kadang berjalan mondar-mandir, kadang duduk di kursi tunggu yang ada di sana. Dia benar-benar merasa khawatir dengan keadaan Xiao Zhan.

Benci Jadi Cinta (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang